Rabu, 10 Juni 2020

Pasien Corona Disebut Paling Menular Saat Pertama Kali Merasa Tak Enak Badan

 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pasien virus Corona paling menular saat pertama kali mulai merasa tidak sehat atau tidak enak badan. Hal ini membuat sangat sulit untuk mengontrol penyebaran COVID-19 tetapi bisa dicegah jika tetap menerapkan jaga jarak sosial.
"Tampaknya dari informasi yang kami miliki saat ini bahwa orang-orang memiliki lebih banyak virus di dalam tubuh saat sudah mengalami gejala awal," kata Maria van Kerkhove, ahli epidemiologi WHO dikutip dari Reuters.

Studi pendahuluan dari Jerman dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang dengan gejala ringan dapat menular hingga 8-9 hari setelah terinfeksi dan bisa jauh lebih lama bagi orang yang mengembangkan kondisi parah.

Dr Mike Ryan, pakar kedaruratan kesehatan WHO, mengatakan bahwa karena SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19 bersarang di saluran pernapasan atas, akan lebih mudah ditularkan melalui droplet virus terkait seperti SARS atau MERS, yang 'bersarang' di saluran pernapasan bawah.

"Ini berarti saat Anda datang ke restoran dan merasa baik-baik saja padahal mulai sedikit demam, tapi tidak berpikir untuk tetap tinggal di rumah. Saat ini jumlah viral load (virus) di dalam tubuh cukup tinggi," sebut Ryan.

Reisa Broto Asmoro Bikin 'Adem' Siaran Update Corona, Setuju?

Kemunculan dr Reisa Broto Asmoro dalam siaran update virus Corona COVID-19 di BNPB (Badan Penanggulangan dan Penanganan Bencana) jadi perbincangan hangat para netizen. Banyak komentar yang menyebut penampilannya menghadirkan suasana teduh di tengah situasi pandemi.
Berbagai meme tentang dr Reisa juga bermunculan. Salah satu di antaranya menggambarkan tingkat kecemasan warga atas pemberitaan terkait COVID-19 yang terjun bebas sejak dr Reisa ikut tampil mendampingi Achmad Yurianto, juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19.

Linda Setiawati, seorang psikolog dari Personal Growth, berpendapat bahwa tugas juru bicara adalah menyampaikan isi pesan dengan tepat kepada pendengar, dalam hal ini masyarakat. Makin jelas penyampaiannya, makin mudah dipahami oleh pendengar.

"Pembawaannya yang santai dan tenang tentu bisa memberikan dampak bagi lawan bicaranya, di mana lawan bicara juga ikut merasakan nuansa tersebut," jelasnya saat diwawancara detikcom.

Perasaan lebih tenang dan tidak cemas yang dibangun oleh pembawaan juru bicara, menurut Linda, bisa membantu untuk berpikir dengan jernih. Ini penting untuk bisa beradaptasi dengan lebih baik dengan kondisi saat ini.

Namun Linda mengingatkan, tidak cemas bukan berarti menyepelekan. Bagaimanapun, ancaman virus Corona masih ada sehingga protokol kesehatan harus tetap diikuti. Di antaranya tetap harus pakai masker saat keluar rumah dan rajin mencuci tangan.

Nah, siapa yang setuju kehadiran dr Reisa bikin perasaan jadi lebih adem?

Eksperimen Ini Tunjukkan Betapa Cepat Virus Corona Menyebar di Restoran

Video eksperimen Jepang yang bertujuan untuk menunjukkan betapa mudahnya kuman dan virus menyebar di restoran meski hanya satu orang yang terinfeksi. Eksperimen ini mensimulasikan suasana di restoran prasmanan yang dilakukan oleh salah satu media publik Jepang, NHK, bersama para ahli kesehatan.
Video tersebut menunjukkan 10 orang datang ke restoran, dengan satu partisipan dipilih sebagai orang yang 'terinfeksi'. Satu orang yang terinfeksi tersebut diberikan zat fluoresen yang bisa terlihat ketika lampu diredupkan.

Setiap peserta kemudian makan seperti biasa layaknya di restoran tampa mempertimbangkan risiko kontaminasi. Di akhir video, lampu ruangan diredupkan dan memperlihatkan bagaimana 'infeksi' telah menyebar.

Zat yang dipakai digunakan sebagai penanda untuk melihat virus dan akhirnya 'menempel' pada peralatan makanan, piring-piring, tangan, bahkan wajah beberapa peserta.

Sementara eksperimen semacam ini bukanlah hal baru, John Nicholls, seorang profesor patologi klinis di Universitas Hong Kong, mengatakan hal tersebut menunjukkan seberapa cepat virus dapat menyebar, terutama ketika tidak mencuci tangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar