Senin, 15 Juni 2020

Mendadak Langka dan Mahal, Bikin Masker Sendiri Aman Nggak Ya?

 Saat ini, masker menjadi barang yang cukup langka dan mahal. Hal ini disebabkan oleh wabah virus corona yang muncul pada Januari lalu.
Masyarakat membeli banyak masker untuk melindungi diri mereka dari kemungkinan tertular virus corona, sehingga membuat masker sulit untuk ditemukan di pasar swalayan ataupun toko online.

Setelah kelangkaan itu, beberapa masyarakat berinisiatif untuk membuat masker mereka sendiri di rumah. Mereka menggunakan tisu basah, kertas toilet atau handuk untuk itu. Banyak orang juga membagikan tutorial bikin masker karena kelangkaan setelah diborong lantaran heboh virus corona.

Lalu apakah membuat masker sendiri adalah ide bagus?

Melansir dari Men's Health, masker buatan sendiri justru meningkatkan risiko infeksi pada wajah kita. Centers for Disease Control (CDC) juga tidak merekomendasikan masyarakat untuk memakai masker selain masker yang telah ditetapkan.

Selain itu, menurut CDC masker buatan sendiri sangat tidak efektif untuk menangkal virus corona masuk ke dalam tubuh. Ada juga ahli yang berpendapat mengenai fenomena membuat masker sendiri.

"Saya tidak percaya jika masker buatan sendiri adalah upaya yang bijaksana untuk orang-orang," kata Amesh A. Adalja, M.D., sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amerika.

Adalja mengatakan, bahwa masker buatan sendiri tidak efektif dan meningkatkan risiko infeksi.

"Tidak terlalu efektif dan secara paradoks meningkatkan risiko infeksi jika seseorang menyentuh wajah mereka dan merasa itu aman," jelas Adalja.

Bukan Tiap Saat, Catat Waktu Paling Tepat Pakai Hand Sanitizer

 Virus coronaCOVID-19 saat ini sudah mulai masuk ke Indonesia. Untuk pencegahan, orang-orang mulai berburu hand sanitizer sebagai cara mencegah terinfeksi virus tersebut. Bahkan banyak orang yang terus menerus memakainya dengan alasan upaya pencegahan.
Dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, menjelaskan pemakaian hand sanitizer juga ada aturannya. Tidak boleh terlalu sering pakai, kandungannya harus diperhatikan, dan kapan saja kita harus memakainya.

"Digunakan saat kontak dengan orang sakit, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin yang menggunakan telapak tangan untuk menutupinya," jelas dr Darma pada detikcom, Sabtu (7/3/2020).

"Selain itu, karena wabah corona bisa menular melalui mukosa (seperti hidung, mata, dan mulut), maka sebelum bersentuhan dengan area itu perlu menggunakan antiseptik," imbuhnya.

Agar lebih efektif dalam membasmi kuman, dr Darma juga menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol, minimal 60 persen. Jika menggunakan produk hand sanitizer yang non alkohol mungkin tidak akan bisa mengusir beberapa jenis kuman tertentu.

"Bahkan itu bisa membuat kuman kebal terhadap zat yang ada pada hand sanitizer dan mungkin menimbulkan iritasi pada kulit," ujarnya.

dr Darma juga mengingatkan, berdasarkan Pedoman Pencegahan Infeksi (PPI) jika sudah menggunakan hand sanitizer sebanyak 5 kali, harus dilanjutkan dengan cuci tangan. Ini dilakukan sebelum menggunakan cairan itu kembali.
https://kamumovie28.com/cast/xavier-samuel/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar