Selasa, 16 Juni 2020

Luhut Panggil Menteri ESDM Bahas Blok Rokan, Apa Hasilnya?

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto ke kantornya. Pemanggilan ini dilakukan untuk membahas soal transisi Blok Rokan.
Ditemui usai rapat, Dwi mengatakan bahwa rapat membahas mengenai optimalisasi investasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) pada transisi blok Rokan. Hal ini dilakukan agar penurunan produksi di Blok Rokan tidak besar di masa transisi.

"Kita mencari bagaimana supaya kita bisa lakukan transisi ini sebaik-baiknya. Kita optimalisasi investasi (Chevron) di tahun 2020 dan 2021 terhadap WK Rokan sehingga saat ke Pertamina penurunan produksi nggak terlalu besar," ujar Dwi di kantor Luhut, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2020).

Dwi mengatakan pemerintah juga sedang berupaya mendorong Chevron bisa tetap melakukan pengeboran hingga masa kontrak habis pada Agustus 2021.

"Kita sedang upayakan itu bisa jalan. Jadi kita ingin menekan (penurunan produksi), sehingga saat beralih ke Pertamina produksi masih bisa kita pertahankan," ujar Dwi.

Pemerintah sendiri tidak ingin kejadian yang sama di Blok Mahakam terjadi di peralihan Blok Rokan. Oleh karena itu Chevron Pacific Indonesia (CPI) akan dipersilahkan beroperasi di Blok Rokan hingga masa kontrak habis di Agustus 2021.

Sebelumnya hal ini dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tak ingin produksi di Blok Rokan turun saat masa transisi. Setidaknya hal itu terjadi di Blok Mahakam ketika Pertamina ambil alih, produksi turun drastis.

"Nah kita berusaha mencegah hal itu, dengan cara negosiasi dengan Chevron, dan akhirnya kami sudah hampir mendapat kesempatan di mana chevron bisa terus berinvestasi sampai Agustus 2021 nanti, tetapi mereka mau mengeluarkan capital dengan bunga 0% untuk menjaga tingkat produktivitas di Rokan," tuturnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (10/6/2020).

Setelah Hooq Tumbang, Iflix Sempoyongan

Nasib beberapa perusahaan layanan streaming sedang kurang bagus. Buktinya Hooq sudah tutup dan Iflix kini mengalami kesulitan cukup besar.
Seperti diberitakan, Hooq yang berbasis di Singapura telah menutup layananannya secara permanen pada 30 April. "Hari ini, kami pamit. #TerimaKasihIndonesia," sebut Hooq dalam ucapan perpisahan di Twitter pada 29 April 2020 silam.

Hooq yang didirikan pada tahun 2015 ini mengakui tidak mampu bersaing di tengah ketatnya layanan streaming, meski mereka punya sekitar 80 juta pengguna. Padahal mereka didukung nama besar seperti Singtel dan Sony Pictures.

"Biaya untuk konten tetap tinggi dan kemauan konsumen di pasar negara berkembang untuk membayar hanya sedikit meningkat karena banyaknya pilihan," demikian pernyataan Hooq.

Tak berapa lama kemudian, giliran Iflix mengalami nasib kurang mengenakkan. Layanan streaming yang berkantor pusat di Malaysia ini kabarnya mulai goyah dari sisi keuangan dan terancam tidak dapat membayar utang. Situasi tersebut semakin diperparah oleh mundurnya kedua pendirinya.

Dikutip detikINET dari Nikkei, sumber internal Iflix menyebut perusahaan siap dijual. Patrick Grove, yang adalah Chairman Iflix hingga 2019, mengundurkan diri pada 9 April silam. Luke Elliott, salah satu pendiri iflix, juga mengundurkan diri dari dewan perusahaan pada hari yang sama.

PHK juga telah dilakukan demi efisiensi dan upaya untuk bertahan di tengah situasi ketidakpastian di tengah pandemi Corona. "Industri ini tidak kebal terhadap keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," sebut pihak Iflix.

Sama seperti Hooq, Iflix sebenarnya cukup populer di kawasan Asia Tenggara dan sudah punya jutaan pengguna. Tercatat pada April 2020, pengguna aktif Iflix sudah berada di kisaran 25 juta.

Namun memang industri streaming membutuhkan banyak biaya, misalnya demi kekayaan konten mereka harus membuat produk sendiri. Terlebih lagi, yang mereka hadapi adalah raksasa, siapa lagi kalau bukan Netflix yang masih jauh di atas soal jumlah pengguna ataupun pendanaan.

Walaupun demikian, Iflix masih mencoba optimistis. "Kami tetap fokus mendorong bisnis agar impas di 2021 dan langkah-langkah tersebut adalah bagian dalam memastikan kami berada di jalur itu dan bisa menghadapi tantangan saat ini," cetus Iflix.
https://indomovie28.net/cast/yuki-kubota/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar