Minggu, 14 Juni 2020

Hindari Risiko Terkena Corona, Perlukah Disinfeksi Belanjaan dari Pasar?

Beberapa waktu lalu, puluhan pedagang di sebuah pasar tradisional di Jakarta, diketahui positif terinfeksi virus Corona COVID-19. Pasar tradisional pun kini menjadi tempat yang sangat rentan untuk terjadinya penularan virus tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat mulai khawatir dan bertanya perlukah mendisinfeksi belanjaan setelah pulang dari pasar?

"Belanjaan masih aman karena (penularan) virusnya bukan dari situ. Justru terjadinya penularan pas kontak dengan penjual atau dari pembeli," tutur pakar kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB saat diwawancarai detikcom, Jumat (12/6/2020).

Jika merasa takut barang belanjaan terkontaminasi virus Corona, disarankan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah mengeluarkan bahan-bahan makanan yang dibeli dari pasar. Namun tak perlu mencuci bahan makanan dengan sabun atau mendisinfeksinya cukup dengan air mengalir.

"Kalau mau dibersihkan oke lah melakukan kebersihan dengan tata laksana umum saja. Cuman pada saat dia di pasar tangannya pegang ke mana saja, itu yang jadi masalah," tambahnya.

dr Ari mengatakan, penularan bisa terjadi saat pembeli atau penjual memegang sesuatu yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh area wajah. Untuk mencegahnya, hindari menyentuh area wajah, mata, hidung, mulut, dan selalu cuci tangan dengan sabun serta memakai masker. Akan lebih baik lagi jika langsung mandi sepulang dari pasar.

Tak hanya protokol kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah mengeluarkan panduan berbelanja aman di pasar selama pandemi virus Corona. Di antaranya:

1. Jika memungkinkan, utamakan menggunakan layanan antar atau online.

2. Pasar grosir, pasar basah, supermarket, dan toko kelontong tetap buka dengan waktu yang terbatas.

3. Pengelola pasar dan swalayan harus menyediakan sarana untuk physical distancing yang layak dan nyaman. Terutama bagi lansia, anak-anak dan individu yang berkebutuhan khusus.

4. Gunakan masker, serta handsanitizer saat masuk dan keluar toko.

5. Jangan menyentuh wajah setelah memegang barang belanjaan.

6. Usahakan belanja di jam sepi dan tetap menjaga jarak saat berbelanja.

7. Tidak perlu mengajak keluarga saat berbelanja.

Selain itu ditegaskan bahwa pengelola pasar atau swalayan wajib menyediakan APD sesuai pedoman penggunaan. Di samping itu, menjaga kebersihan diri selama dan setelah berbelanja juga perlu diperhatikan.

Cukup habiskan 15-20 menit di dalam pasar, tetap memakai masker dan usahakan yang berbelanja adalah orang berusia muda dan memiliki tubuh yang sehat.

Tips Aman Naik Ojol di Era New Normal

Beberapa daerah di Indonesia sudah melonggarkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan bersiap menghadapi new normal atau tatanan normal baru.
Di DKI Jakarta misalnya, mulai diterapkan masa transisi PSBB. Pada masa transisi, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dimulai lagi secara bertahap.

Banyak orang mulai keluar rumah untuk bekerja dan berkegiatan. Bagi yang tidak mempunyai kendaraan pribadi, opsinya adalah menggunakan transportasi umum seperti naik ojek online.

Meski demikian, perlu diingat penumpang harus tetap berhati-hati dan menerapkan protokol pencegahan.

Ketua Junior Doctors Network (JDN) Indonesia dr Andi Khomeini Takdir, SpPD, mengatakan baik pengemudi maupun penumpang masing-masing punya tanggung jawab menjaga kesehatan diri.

"Standar sih sebenarnya, jadi semua tanggung jawab untuk kesehatan masing-masing pribadi. Tapi karena kita berinteraksi dengan orang lain, kita mesti jaga," kata dr Andi dalam siaran langsung BNPB, Sabtu (13/6/2020).

"Sebenarnya sudah cukup kalau kita sudah pakai masker yang standar, kemudian tahu kapan harus diganti, gunakan pelindung mata, gunakan hand sanitizer, sama penutup depan helm," tambah dr Andi.

dr Andi juga mengingatkan untuk driver ojek online untuk memakai pelindung kaca helm mempunyai penutup depan.

"Karena desainnya adalah untuk menghalangi hembusan angin, kemungkinan dropletnya itu tersebar lewat depan, samping itu kan ikut tertutup," pungkas dr Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar