Otoritas Kesehatan Brasil pada Senin (15/6) menyebut tetap menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin untuk pasien Corona kelompok anak dan ibu hamil. Mereka juga mengkritisi keputusan Food and Drug Administration (FDA) AS karena mencabut penggunaan darurat obat tersebut.
"Studi yang dipakai oleh FDA tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk Brasil atau seluruh dunia," kata Mayra Pinheiro, seorang pejabat Kementerian Kesehatan Brasil dikutip dari CNN International.
"Tugas kami adalah menyelamatkan hidup degan satu-satunya obat yang terbukti bekerja dan menunjukkan hasil yang baik dalam berbagai keadaan di Brasil," sambungnya.
Penelitian di seluruh dunia disebut meragukan keefektivitasan klorokuin dan hidroksiklorokuin sehingga FDA pada akhirnya menentukan bahwa obat antimalaria tersebut tidak memenuhi 'kriteria wajib' untuk penggunaan darurat.
Tetapi Pinheiro menolak penelitian FDA dan menyebut kualitas metodologi mereka 'mengerikan'.
Meski demikian Organisasi Dokter Pediatrik Brasil mengeluarkan panduan yang menyarankan klorokuin atau hidroksiklorokuin hanya boleh diresepkan pada anak dengan kontrol yang ketat dan persetujuan orang dewasa. Tidak ada data yang cukup untuk membuktikan bahwa hidroksiklorokuin atau klorokuin aman atau efisien untuk anak-anak dan remaja.
Organisasi Kesehatan Dunia masih mengkaji penggunaan hidroksiklorokuin dalam Solidarity Trial, sebuah studi klinis multi-negara dari opsi perawatan COVID-19 Tetapi sebuah percobaan di Inggris, yang disebut Recovery Trial, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk berhenti menggunakan hidroksiklorokuin tidak ada manfaatnya.
Baru 3 Bulan Sembuh, Wanita Ini Kembali Terinfeksi Virus Corona
Tiga bulan lebih bebas dari virus Corona COVID-19, Wanita asal Texas, Meredith Mckee harus menerima kenyataan untuk berjuang kembali melawan virus Corona. Mulanya ia dinyatakan positif Corona Februari lalu.
"Untuk kedua kalinya setelah 12 minggu bebas, saya kembali dinyatakan positif Corona. Ya, Anda bisa mendapatkannya lagi dan itu memukul saya seperti satu ton batu bata lagi," jelas Meredith.
"Saya di sini untuk memberi tahu Anda bahwa ini sangat nyata & jangan ada yang sembrono. Ada begitu banyak yang tidak diketahui & CDC tidak dapat memastikan apakah virus itu tidak aktif selama ini atau apakah itu adalah infeksi baru. Sangat berbeda kali ini tetapi tidak kalah menghebohkan (seperti infeksi Corona sebelumnya)," tambah Meredith.
"Banyak air mata dam sakit. Teman-teman, HARAP menganggap serius (virus Corona) ini," tegasnya.
Mengutip NBC DFW, kala dinyatakan sembuh dari Corona, ia sempat menyumbangkan plasma darah. Ia pun merasa senang bisa membantu pasien Corona lain untuk pulih.
Namun sayangnya, berminggu-minggu setelah dinyatakan sembuh, ia mendapati keluhan klinis lain. Meredith mengira ia mungkin terkena hipertensi, tetapi semua pikiran berubah saat rumah sakit menyatakan dirinya positif Corona untuk kedua kalinya.
"Aku malu dan aku benar-benar hancur," ungkap Meredith.
Ia pun mengajak semua masyarakat agar terus memakai masker. Jangan sampai menganggap virus CoronaCOVID-19 adalah hal yang sepele.
https://kamumovie28.com/star/steven-william/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar