Rabu, 17 Juni 2020

Baru 3 Bulan Sembuh, Wanita Ini Kembali Terinfeksi Virus Corona

Tiga bulan lebih bebas dari virus Corona COVID-19, Wanita asal Texas, Meredith Mckee harus menerima kenyataan untuk berjuang kembali melawan virus Corona. Mulanya ia dinyatakan positif Corona Februari lalu.
"Untuk kedua kalinya setelah 12 minggu bebas, saya kembali dinyatakan positif Corona. Ya, Anda bisa mendapatkannya lagi dan itu memukul saya seperti satu ton batu bata lagi," jelas Meredith.

"Saya di sini untuk memberi tahu Anda bahwa ini sangat nyata & jangan ada yang sembrono. Ada begitu banyak yang tidak diketahui & CDC tidak dapat memastikan apakah virus itu tidak aktif selama ini atau apakah itu adalah infeksi baru. Sangat berbeda kali ini tetapi tidak kalah menghebohkan (seperti infeksi Corona sebelumnya)," tambah Meredith.

"Banyak air mata dam sakit. Teman-teman, HARAP menganggap serius (virus Corona) ini," tegasnya.

Mengutip NBC DFW, kala dinyatakan sembuh dari Corona, ia sempat menyumbangkan plasma darah. Ia pun merasa senang bisa membantu pasien Corona lain untuk pulih.

Namun sayangnya, berminggu-minggu setelah dinyatakan sembuh, ia mendapati keluhan klinis lain. Meredith mengira ia mungkin terkena hipertensi, tetapi semua pikiran berubah saat rumah sakit menyatakan dirinya positif Corona untuk kedua kalinya.

"Aku malu dan aku benar-benar hancur," ungkap Meredith.

Ia pun mengajak semua masyarakat agar terus memakai masker. Jangan sampai menganggap virus CoronaCOVID-19 adalah hal yang sepele.

Obat Dexamethasone Diklaim Berhasil Sembuhkan Pasien Corona Kritis

Para peneliti dari Universitas Oxford menemukan kemanjuran dari obat dexamethasone. Dexamethasone adalah adalah obat pertama yang terbukti membantu menyelamatkan pasien Corona dengan sakit parah.
Dikutip dari New York Times, para peneliti memperkirakan seandainya dokter menggunakan obat steroid dexamethasone sejak awal pandemi Corona ada sejumlah kematian yang bisa dicegah. Kemungkinan ada 5.000 kematian dapat dicegah di Inggris.

Dalam kasus yang parah, virus Corona secara langsung menyerang sel-sel yang melapisi saluran udara dan paru-paru pasien. Namun, infeksi tersebut juga dapat memicu reaksi kekebalan yang luar biasa yang sama berbahayanya. Tiga perempat pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit harus menerima bantuan oksigen.

Obat dexamethasone tampaknya mengurangi peradangan yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh. Dalam penelitian tersebut, obat dexamethasone mengurangi sepertiga kematian pasien yang menggunakan ventilator, dan seperlima dan kematian pasien dengan bantuan oksigen.

"Dengan asumsi bahwa ketika melalui peer review, ia berdiri, dan ini adalah peneliti yang sudah mapan, ini adalah terobosan besar, terobosan besar," kata Dr Sam Parnia, seorang pulmonolog dan profesor kedokteran di Grossman School of Medicine di Universitas New York.

"Aku tidak bisa menekankan betapa pentingnya hal ini," jelas Dr Sam.

"Dexamethasone adalah obat pertama yang menunjukkan peningkatan kelangsungan hidup pada pasien COVID-19," jelas salah satu kepala peneliti studi, Peter Horby, seorang profesor penyakit menular di Universitas Oxford, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Horby menambahkan bahwa obat dexamethasone kini harus menjadi standar perawatan pasien. Karena selain murah, obat dexamethasone tersedia secara luas dan dapat segera digunakan.

"Ada manfaat yang nyata dari penggunaan obat ini. Dexamethasone diberikan selama 10 hari kepada pasien dan hanya membutuhkan biaya 5 poundsterling. Itu artinya, hanya butuh 35 poundsterling (Rp 623.123) untuk menyelamatkan satu nyawa. Obat (dexamethasone) ini juga sudah tersedia secara massal," ujar Martin Landray, yang juga memimpin penelitian, dikutip dari BBC.
https://kamumovie28.com/cast/arnie-pantoja/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar