Jumat, 12 Juni 2020

Donald Trump Larang Pendukungnya Menuntut Bila Tertular Corona

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan akan mulai mengadakan kampanye massal jelang pemilu di bulan November mendatang. Beberapa ahli menilai langkah ini akan semakin membuat publik rentan terhadap penyebaran virus Corona COVID-19.
Menghadapinya tim kampanye Donald Trump meminta seluruh pendukung yang ingin hadir harus mendaftar secara online terlebih dahulu. Para pendukung juga harus menandatangani perjanjian tidak akan menuntut bila kemudian tertular COVID-19.

"Dengan menghadiri kampanye, Anda dan semua tamu yang lain dengan suka rela memahami risiko terpapar COVID-19 dan setuju tidak akan membuat Donald J. Trump for President, BOK Center, ASM Global, atau yang berafiliasi lainnya mulai dari direktur, petugas, karyawan, agen, kontraktor, dan relawan bertanggung jawab," tulis keterangan di formulir pendaftaran seperti dikutip dari CNN, Jumat (12/6/2020).

Trump dikabarkan memang sudah 'gerah' ingin melakukan kampanye massal. Tidak diketahui pasti protokol kesehatan apa yang akan diterapkan dalam acara tersebut.

AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus virus Corona terbanyak di dunia. Menurut data yang dikumpulkan ahli dari Johns Hopkins University sudah ada lebih dari 2 juta warga AS yang terinfeksi corona dengan total kematian mencapai sekitar 113 ribu.

Jalani Transplantasi, Ini Potret Kerusakan Paru-paru Wanita karena Corona

Seorang wanita di Chicago sampai harus menerima transplantasi paru-paru di Rumah Sakit Northwestern saat berjuang melawan virus Corona COVID-19. Wanita berusia 20 tahun yang sebelumnya dinyatakan sehat, paru-parunya memburuk karena Corona.
Potret paru-parunya tampak berwarna coklat dan kuning. Menurut siaran pers dari Northwestern Hospital pada Kamis (11/6/2020) paru-paru wanita tersebut mengalami kerusakan parah karena Corona sehingga sulit ditangani.

"Virus Corona COVID-19 membuat paru-paru wanita itu benar-benar buruk. Efeknya bahkan sampai ke jaringan di sekitar paru seperti jantung, dinding dada, dan diafragma," jelas direktur bedah rumah sakit, Dr Ankit Bharat, kepada The New York Times.

Operasi transplantasi paru-paru pada wanita tersebut dilakukan minggu lalu dan wanita itu kini sedang dalam pemulihan. Wanita yang tidak disebutkan namanya ini dirawat di unit perawatan intensif rumah sakit selama enam minggu dengan ventilator.

"Dia adalah orang yang kondisinya paling parah mungkin di seluruh rumah sakit selama beberapa hari. Transplantasi paru-paru adalah satu-satunya kesempatannya untuk bertahan hidup," kata Bharat.

"Ada begitu banyak siang dan malam saat tim kami harus bereaksi dengan cepat untuk membantu mengatasi kondisi serius pada paru-parunya, dan memastikan organ-organ lain cukup sehat untuk mendukung transplantasi," lanjut Bharat.

Wanita itu harus dinyatakan negatif virus Corona sebelum dia bisa mendapatkan transplantasi. Beruntung ia akhirnya dinyatakan negatif Corona dan bisa melakukan transplantasi.

"Salah satu saat yang paling menyenangkan," kata Bharat dalam siaran pers.

"Kami ingin pusat transplantasi lain mengetahui bahwa walaupun prosedur transplantasi pada pasien ini cukup sulit secara teknis, itu dapat dilakukan dengan aman, dan itu menawarkan pasien COVID-19 yang sakit parah pilihan lain untuk bertahan hidup," kata Bharat dalam siaran pers.

Spesialis transplantasi organ Dr Michael Ison, menyebut transplantasi paru dapat mendukung pemulihan pasien Corona yang parah. "Membuka pintu bagi pasien yang telah pulih dari infeksi hingga transplantasi paru-paru menawarkan jalan potensial menuju pemulihan," kata Ison.
https://cinemamovie28.com/gintama-shirogane-no-tamashii-hen-episode-12/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar