Jepang mencabut larangan bepergian antar prefektur mulai hari ini, Jumat (19/6/2020). Hal itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
"Kami meningkatkan kegiatan sosial dan ekonomi lebih lanjut. Tidak akan ada pembatasan pergerakan di luar prefektur," kata Abe sebagaimana diwartakan Malay Mail.
Sebelumnya, Abe telah mengumumkan berakhirnya keadaan darurat nasional pada akhir Mei. Akan tetapi orang-orang disarankan untuk menghindari bepergian jika tak ada kepentingan mendesak dari dan ke prefektur Tokyo dan Chiba, Kanagawa dan Saitama di daerah metropolitan Tokyo, serta Hokkaido di Jepang utara.
Sampai saat ini Tokyo memiliki jumlah kasus virus Corona tertinggi dibandingkan 47 prefektur lainnya di Jepang. Tokyo juga sudah menutup hubungan ekonomi dengan prefektur tetangganya. Hokkaido saat ini juga dilanda gelombang infeksi baru.
Walaupun masih ada penambahan kasus COVID-19, keadaan darurat nasional sudah dicabut di sejumlah daerah di Jepang. Dengan keputusan ini, pemerintah ingin membuka jalan bagi pemulihan pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19.
Pemerintah Jepang sedang berusaha untuk menyeimbangkan antara memperluas kegiatan ekonomi dan meningkatkan tindakan pencegahan. Di sisi lain, para ahli kesehatan memperingatkan Jepang dapat dilanda gelombang infeksi kedua jika orang tidak waspada.
Kini Jepang mengizinkan diselenggarakannya konser dengan menaikkan kapasitas menjadi 1.000 orang dari yang semula 100 orang untuk indoor dan 200 orang untuk outdoor. Akan tetapi saat ini untuk acara dalam ruang lainnya masih dibatasi setengah dari kapasitas maksimalnya. Di sisi lain untuk wisata luar ruangan, pengunjung hanya diimbau untuk saling menjaga jarak.
Kemudian untuk acara olahraga profesional, diizinkan untuk dilanjutkan dilaksanakan meskipun tanpa penonton. Contohnya pertandingan Nippon Professional Baseball yang dimulai pada Jumat ini.
Lebih lanjut, penutupan kelab malam dan tempat live music juga akan dicabut.
Sampai hari Kamis (18/6) jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 bertambah menjadi 67 orang sehingga totalnya menjadi lebih dari 18.400 orang. Infeksi terbesar di Jepang itu berasal dari kapal pesiar Diamond Princess pada Februari lalu. Jumlah korban meninggal mencapai 954 orang.
5 Terobosan Alat Anti-Corona di Kabin Pesawat
Setidaknya sudah ada lima alat untuk menangkal virus Corona di kabin pesawat. Dirancang berbagai perusahaan, ada yang mengubah bentuk kursi hingga tak kasat mata.
Inovasi ini ditujukan untuk memberi rasa aman penumpang. Pesawat jadi sorotan utama dalam pandemi ini. Setidaknya sudah ada terobosan lima alat untuk menangkal virus Corona di kabin pesawat. Dirancang berbagai perusahaan, ada yang mengubah bentuk kursi hingga berbentuk tak kasat mata.
Berikut kelima rupa inovasi kabin anti-Corona:
1. Glassafe dan Janus
Sebuah firma desain dari Italia bernama Avio Interiors membuat desain kursi pesawat baru yang bisa digunakan di masa mendatang. Ada dua desain yang diajukan oleh Avio Interiors. Yang pertama disebut Glassafe, sedangkan desain kedua adalah Janus.
Desain Glassafe tersebut berupa kursi pesawat yang dilengkapi dengan sekat kaca. Sekat ini akan membatasi kursi antar penumpang, sehingga bisa mengurangi resiko penyebaran bakteri maupun virus.
Sedangkan desain kedua yang diberi nama Janus, lebih kepada pengaturan konfigurasi kursi pesawat. Kursi penumpang yang duduk di dekat jendela pesawat dan lorong kabin akan menghadap ke depan, sedangkan penumpang yang duduk di kursi tengah justru akan dihadapkan ke belakang.
https://nonton08.com/detektif-conan-episode-948/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar