Senin, 15 Juni 2020

Ahli Medis China Sebut COVID-19 Bisa Sebabkan Kerusakan Permanen Pada Tubuh

 Di tengah maraknya wabah virus corona COVID-19, salah satu ahli kesehatan di China membuat pernyataan yang mengejutkan. Setelah melakukan autopsi terhadap salah satu korban akibat COVID-19, ia mengatakan bahwa penyakit ini jauh lebih buruk dari yang pernah dibayangkan.
"Efek COVID-19 pada tubuh manusia seperti kombinasi antara SARS dan AIDS yang efeknya berbahaya, karena bisa merusak paru-paru dan sistem kekebalan tubuh," kata Peng Zhiyong, tim medis Rumah Sakit Zhongnan dari Universitas Wuhan yang dikutip dari Daily Star.

Dr Peng mengatakan, jika pasien yang sudah sembuh atau pulih bisa memiliki kerusakan paru-paru yang tidak bisa disembuhkan atau bersifat permanen. Hal ini diungkapkannya setelah mempelajari hasil penelitian Liu Liang, seorang ahli forensik dari Fakultas Kedokteran Tongji di Universitas Sains dan Teknologi Huangzhong.

"Hasil autopsi Dr Liu banyak menginspirasi saya. Dari situ saya berpikir langkah awal yang diambil untuk mengatasi ini (COVID-19) adalah melindungi paru-paru pasien dari fibrosis yang permanen ini," jelasnya.

Fibrosis merupakan jaringan parut yang terbentuk secara permanen pada jaringan paru-paru. Hal ini bisa membuat penderitanya sesak nafas kronis atau kesulitan dalam bernapas.

Ini Alasan Kamu Nggak Boleh Pakai Hand Sanitizer Berlebihan

 Kabar masuknya virus corona COVID-19 ke Indonesia semakin menambah kewaspadaan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Penggunaan hand sanitizer menjadi salah satu pilihannya. Bahkan saat ini banyak fasilitas umum yang menyediakan cairan pembersih ini.
Tapi, karena kepanikan akan COVID-19 masyarakat justru berlebihan dalam memakai hand sanitizer. Dari pantauan tim detikcom, mereka menggunakannya setiap melihat botol cairan itu, di mana pun berada.

Namun, penggunaan hand sanitizer yang mengandung antibiotik (triklosan) secara berlebihan ini bisa berbahaya bagi kulit dan tubuh. Menanggapi hal ini, dokter spesialis kulit dari DNI Skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, mengatakan bisa menyebabkan resistensi bakteri pada kulit.

"Itu bisa menyebabkan resistensi bakteri di kulit. Jika penggunaan lebih dari 6 kali sehari, bisa menyebabkan penurunan jumlah flora normal di kulit," jelasnya saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/3/2020).

Selain itu, dr Darma mengatakan dampak lainnya bisa membuat kulit jauh lebih kering, sehingga mudah iritasi dan kuman mudah masuk melalui kulit.

dr Darma menambahkan, sebuah penelitian juga meneliti tentang penggunaan hand sanitizer yang mengandung triclosan pada hewan. Hasilnya, cairan itu bisa mengganggu fungsi tiroid dan kekebalan tubuh.

"Namun, penelitian ini pada manusia belum ada," imbuh dr Darma.

Virus Corona COVID-19 Vs Flu, Mana yang Lebih Bahaya?

Apakah virus corona COVID-19 benar-benar berbahaya? Apa bedanya dengan flu yang juga membunuh banyak orang? Untuk menjawabnya, berikut penjelasannya, dikutip dari New York Times.
Mana yang lebih berbahaya?

Sejauh ini virus corona tampaknya lebih berbahaya daripada flu berdasarkan angka pasien yang terinfeksi dan angka kematiannya.

Rata-rata, flu musiman membunuh sekitar 0,1 persen orang yang terinfeksi. Sedangkan untuk kasus virus corona, di perkiraan awal tingkat kematian di China adalah sekitar 2 persen. Namun, menurut laporan The New England Journal of Medicine, ada sebanyak 1.099 kasus di China atau sekitar 1,4 persen.

Mana yang lebih menular?

Sampai saat ini virus corona tampaknya lebih menular daripada flu. Rata-rata orang yang telah terinfeksi virus corona dapat menularkan setidaknya 2-3 orang. Tapi saat ini telah terjadi penularan yang signifikan di beberapa negara seperti Korea Selatan dan China.

Siapa yang paling berisiko terkena infeksi?

Kedua jenis virus ini paling berisiko bagi lansia, atau orang yang memiliki penyakit kronis dan sistem kekebalan yang lemah. Tetapi flu tampak jauh lebih berisiko bagi anak-anak karena sampai saat ini anak-anak yang terinfeksi virus corona hanya memiliki gejala ringan atau tidak ada.

Bisakah kita kebal terhadap virus corona?

Setelah terinfeksi virus, biasanya tubuh akan mengembangkan antibodi dalam darah untuk melawan virus dan melindungi tubuh tertular lagi. Namun, untuk kasus virus corona hal ini belum dapat dipastikan.
https://kamumovie28.com/cast/ellie-houlihan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar