Sabtu, 08 Februari 2020

Bertemu Gajah di Alam Liar Way Kambas Lampung

Liburan di Lampung, asyiknya main ke Way Kambas. Traveler bisa bertemu dan bermain bersama gajah-gajah di alam kawasan taman nasional.

Perjalanan kali ini membawa saya ke sebuah provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Lampung. Menurut beberapa informasi yang saya dapat dari dunia maya, di Lampung terdapat sebuah taman nasional tempat penangkaran satwa-satwa langka Pulau Sumatera. Dari sekian banyak hewan endemik Sumatera, gajah menjadi primadona tersendiri sehingga tak salah sang gajah mendapat perhatian lebih.

Setelah bertemu dan menghabiskan waktu dengan teman-teman baru yang berasal dari Lampung, kami membuat jadwal untuk mengunjungi penangkaran gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang terletak di Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Ternyata Way Kambas ini adalah salah satu taman nasional pertama dan tertua di Indonesia lho. Wow! Way Kambas didirikan oleh kompeni (Belanda) pada tahun 1937. Ternyata umurnya lebih tua dari kemerdekaan Indonesia sendiri ya.

Menurut informasi yang saya dapatkan, di sini terdapat lebih kurang 200 ekor gajah Sumatera yang hidup di Taman Nasional Way Kambas ini. Jumlah yang terbilang cukup kecil jika dibandingkan dengan luasnya kawasan taman nasional ini yang mencakup 1.300 km persegi dari hutan dataran rendah pantai sekitar sungai di pantai timur Provinsi Lampung.

Jumlah 200 ekor itu masih belum bisa dipastikan karena penebangan hutan dan perluasan lahan perkebunan yang tidak terkendali, akhirnya habitat gajah Sumatera itu sendiri menjadi berkurang dan sang gajah menjadi terancam punah.

Di samping itu semua, Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dengan hutan hujan serta padang savananya yang sangat luas. Sungguh keindahan alam Indonesia memang nggak ada matinya dan selalu mampu membuat saya terpukau sambil komat-kamit ketika melihatnya.

Saya sangat bahagia bisa menyaksikan kawanan gajah bermain di alam liar seperti ini ketimbang di kebun binatang. Nggak tahu kenapa, tapi rasanya damai melihat mereka bisa bergerak bebas.

Karna gajah-gajah di sana juga jinak, saya jadi berani mengabadikan momen indah ini dengan kamera yang selalu saya bawa ke mana-mana. Sungguh sangat sayang rasanya untuk melewatkan betapa indahnya alam dan satwa yang ada di Indonesia ini.

Mengintip Pembuatan Songket Lombok

Petualangan pemenang VitaminSea tidak terhenti di Pantai Pink lho. Mereka lanjut melihat pembuatan tenun dan belanja oleh-oleh.

Setelah puas bermain air dan menikmat kemolekan Pantai Pink, pemenang VitaminSea pun lanjut jelajah ke sentral pembuatan tenun Dharma Setya yang berada di Sukarara, Lombok Tengah.

Di sini pemenang VitaminSea tidak hanya melihat beragam songket Lombok saja. Juga ada beragam kerajinan tangan seperti tas, baju dan topi.

Salah satu pemenang VitaminSea, Yayang Delfitia berkesempatan mencoba baju khas perempuan Sasak. Baju yang didominasi hitam terlihat manis dipakainya.

"Unik bajunya, terus juga bahannya adem. Terlihat cantik dan bagus kalau dipakai untuk pesta. Dan satu lagi pelayanan di sini bagus, ibunya mau jelasin apa yang mau kita tahu. Baik deh pokoknya," ujar Yayang.

Sedangkan Teguh melihat-lihat hasil kerajinan beragam pola tenun. Dia suka melihat hasil dan warna yang beragam.

"Songketnya bagus, beragam motif dan warna. Yang menarik adalah di sana diperlihatkan juga proses pembuatannya. Sehingga kita tahu seperti apa songket ini dibuat," papar Teguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar