Minggu, 07 Juni 2020

Weekend Pertama Masa Transisi PSBB, GBK Dipadati 28 Ribu Lebih Pengunjung

Weekend pertama di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dihabiskan banyak orang untuk berolahraga. Salah satu fasilitas umum yang ramai dikunjungi adalah komplek olahraga Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Dari pantauan detikcom pada Minggu (7/6/2020), terlihat keramaian masyarakat yang melakukan olahraga di SUGBK. Salah seorang petugas menyebut terjadi peningkatan jumlah pengunjung melalui pintu 5 dan 10. Tercatat 28 ribu pengunjung masuk melalui kedua pintu tersebut.

"Total sampai saat ini dari laporan sudah 28 ribuan," kata Dimas, salah satu petugas di pintu masuk 5 GBK, saat ditemui detikcom pada Minggu (7/6/2020).

"Untuk pintu 5 saja yang masuk ada 14.514 sampai sekarang (12 siang)," sambungnya.

Sebelumnya pada Sabtu, (6/6/2020) di rentang waktu yang hampir sama, pukul sejak 07.30 hingga 10.30 WIB jumlah pengunjung GBK hanya mencapai 1.630 pengunjung.

Sementara itu, salah satu pengunjung, bernama Agus (33) tahun mengaku masa transisi PSBB ini merupakan waktu yang tepat untuk berolahraga ke luar rumah.

"Satu, memang sudah rada bosan juga di rumah. Kedua ini mulai pelonggaran di masa transisi ini ya. Jadi mulai diberanikan aja untuk saat ini," kata Agus di kawasan GBK kepada detikcom pada Minggu (7/6/2020).

Meskipun begitu, ia tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kawasan ini, pengukuran suhu tubuh hingga menjaga jarak.

Penertiban Warga Berkerumun di Bundaran HI dan Tak Pakai Masker

Memasuki masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day masih belum diadakan. Namun, pada Minggu pagi (7/6/2020) terlihat antusiasme masyarakat yang berolahraga di kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI).
Dalam pantauan detikcom, sejak pukul 6 pagi terlihat masyarakat yang berolahraga di sekitar bundaran HI, bersepeda hingga berlari. Menurut petugas yang berjaga di kawasan tersebut, jumlah warga yang berolahraga kali ini melebihi minggu sebelumnya.

"Terkait dengan ini, yang jelas ini belum dibuka belum ada CFD, tapi saya lihat orang yang naik sepeda saat ini banyak sekali," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan, saat ditemui detikcom pada Minggu (7/6/2020).

Meskipun diperbolehkan berolahraga di luar ruangan atau outdoor, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan berjaga jarak.

Pantauan detikcom, beberapa petugas di kawasan Bundaran HI membubarkan warga yang berkerumun, selain itu menegur yang tidak memakai masker. Hal ini dilakukan demi mencegah penularan virus Corona.

"Tidak boleh untuk berkerumun, makanya anggota saya tadi saya suruh muter dulu," kata Bernard.

"Takutnya nanti tidak disiplin, kita tidak terlalu euforia menganggap ini sudah bebas semua padahal belum, takutnya nanti melonjak terlau tinggi kasis COVID-19, kita balik lagi ke PSBB," pungkasnya.

Mendadak Suka Olahraga Gara-gara Corona? Awas Serangan Jantung

Pandemi virus Corona COVID-19 juga memiliki sisi positif. Sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di banyak tempat, minat warga untuk berolahraga dinilai mengalami peningkatan.
Satu sisi, perubahan menjadi rajin olahraga adalah hal baik karena tubuh yang bugar akan membentuk imunitas tubuh yang baik juga. Namun di sisi lain, warga yang baru kenal olahraga seringkali tidak tahu caranya berolahraga dengan benar.

Meski tujuan utama berolahraga adalah untuk sehat, tidak jarang para pemula tidak menyadari risiko di balik olahraga yang dilakukan asal-asalan. Tidak sedikit kecelakaan terjadi saat berolahraga, dan bahkan kematian mendadak akibat stroke maupun serangan jantung.

"Takutnya nanti yang masuk rumah sakit bukan yang kena infeksi virus, tapi karena kecelakaan," kata pegiat olahraga bersepeda, Azrul Ananda, dalam siaran BNPB, Minggu (7/6/2020).

Olahraga bagi pemula, menurut Azrul seharusnya dilakukan secara bertahap. Khusus untuk bersepeda, ia juga menekankan pentingnya kelengkapan keamanan seperti helm.

"Saya selalu mengusir orang dari kelompok peleton saya kalau dia tidak pakai helm," tegas Azrul.

Azrul menekankan, edukasi penting dilakukan agar pemula bisa berolahraga dengan aman. Termasuk untuk mengenal kemampuan fisik masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar