Jumat, 05 Juni 2020

Viral Sepasang ASN di Asahan Ditemukan Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil

Posting-an yang menunjukkan penemuan dua orang aparatur sipil negara (ASN) tanpa busana pingsan di dalam mobil di Asahan, Sumatera Utara, viral. Bagaimana ceritanya?
Dilihat detikcom, Jumat (5/6/2020), dalam posting-an viral itu, terlihat ada mobil berwarna hitam yang berhenti di pinggir jalan. Warga tampak mendatangi mobil yang terparkir itu.

Dalam narasi di unggahan viral itu, disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi dini hari tadi. Keduanya disebut sebagai ASN Pemkab Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan peristiwa itu diketahui berdasarkan laporan warga sekitar yang curiga dengan keberadaan mobil itu.

"Betul, berawal dari laporan warga yang mencurigai keberadaan mobil tersebut, kemudian anggota piket turun ke TKP, setelah dilakukan pengecekan ternyata mobil tidak dibuka," kata Nugroho.

Dia mengatakan petugas kemudian memecahkan talang air di mobil agar pintu bisa dibuka. Saat dilihat, kedua orang di dalam mobil itu sudah dalam keadaan pingsan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.

"Setelah itu didapati dalam keadaan pingsan, setelah itu dilakukan pertolongan kepada yang bersangkutan dan langsung dibawa ke RSUD HAMS (H Abdul Manan Simatupang) untuk upaya medis," ucapnya.

Nugroho belum menjelaskan detail penyebab keduanya pingsan. Dia juga belum menyebutkan identitas kedua ASN yang pingsan itu.

Dolar AS Merosot ke Level Rp 13.000, Gara-gara Apa?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mengalami penguatan. Hari ini dolar AS meninggalkan level Rp 14.000 dan bertengger di posisi Rp 13.000an.
Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto mengungkapkan penguatan yang terjadi pada rupiah terhadap dolar AS ini karena pasar merespon positif kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Misalnya kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan dan regulator keuangan.

"Sejak adanya guidance policy dari BI untuk pemulihan ekonomi pasar merespon positif," kata Ryan saat dihubungi detikcom, Jumat (5/6/2020).

Dia menyebutkan 60% faktor yang membuat rupiah menguat adalah dari dalam negeri. Sedangkan sisanya 40% sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS) sehingga membawa aliran modal asing masuk ke emerging country.

Apalagi proyeksi lembaga keuangan dunia yang menyebutkan ekonomi Indonesia kemungkinan tidak kontraksi seperti negara-negara peers Indonesia. Menurut Ryan dengan kondisi yang menggembirakan ini diharapkan momentum penjagaannya bisa tetap stabil.

"Ya momentum menuju akhir tahunnya diharapkan tidak ada yang aneh-aneh lah ya di pasar keuangan. Tapi ada catatan kritis juga apresiasi rupiah ini harus dalam koridor yang baik dan penguatannya tetap manageable," jelasnya.

Dengan penjagaan yang manageable maka volatilitas ini tidak terlalu tajam dan kondisi ini sangat membantu pelaku usaha untuk menjalankan kegiatan ekspor impor dengan rupiah yang sesuai fundamentalnya.

Berdasarkan data Reuters dolar AS tercatat melemah ke posisi Rp 13.823 dan membuat rupiah perkasa. Padahal sejak diumumkan adanya pasien positif COVID-19 di Indonesia, rupiah sempat gonjang-ganjing hingga dan dolar AS menuju ke level Rp 16.000an hingga diprediksi menyentuh Rp 17.000.
https://nonton08.com/cast/larry-lamb/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar