Jumat, 05 Juni 2020

Terus Dikebut, Begini Progres Pembangunan Kilang Pertamina

 PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun sejumlah kilang. Pembangunan kilang itu sedang dikebut perseroan. Bagaimana progresnya?

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang menyebutkan, untuk RDMP Balikpapan telah masuk ke pekerjaan kontruksi di mana progresnya mencapai 16,69% hingga 24 Mei 2020.

"Balikpapan sudah masuk tahapan konstruksi, minggu-minggu ini sudah mencapai realiasasi sekitar 17% konstruksi. Kilang upgrading Balikpapan atau RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas kilang dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari," katanya dalam teleconference, Jumat (5/6/2020).

Kemudian, untuk RDMP Balongan, jelasnya pembangunan terbagi menjadi tiga tahapan. Tahapan pertama yakni berupa peningkatan kapasitas dan fase II optimalisasi produk. Pada fase I dalam proses lelang pengadaan dan dilakukan percepatan. Sehingga, prosesnya bakal lebih cepat kurang lebih setahun.

"Kita bisa mempercepat pembangun Balongan fase I bisa duluan selesai dan akan produksi bisa produksi 2022," ujarnya.

Kemudian, fase II sedang pada tahap basic design. Tahapan ini akan rampung pada September atau Oktober dan dilanjutkan dengan kajian engineering yang lebih advance dengan waktu sekitar 6 bulan. Pada pertengahan tahun depan akan masuk lelang pengadaan.

Pada fase III yakni berupa integrasi dengan petrokimia. Di tahap ini, Pertamina bekerjasama dengan CPC Taiwan dan Adnoc.

"Khusus yang Balongan fase III akan kita selesaikan rencanakaan rampung di 2026 atau mungkin nyebrang 2027, tapi kita usahakan 2026," jelasnya.

Untuk RDMP Cilacap, Ignatius bilang, Saudi Aramco tidak jadi bermitra dengan Pertamina untuk menggarap proyek ini. Sehingga, Pertamina memutuskan untuk mencari mitra lain.

Kemudian, kilang Dumai, Pertamina akan lebih fokus pada perbaikan kualitas produk yang akan diolah.

"Kalau lihat tabel ini kapasitas hampir sama, tapi kita akan prioritaskan menignkatkan kualitas produk, menghasilkan produk-produk Zero V," ujarnya.

Lalu untuk Plaju, Pertamina akan fokus pada pembangunan biorefinery atau greenfuel. Kilang ini bakal operasi 2023.

"Kita udah menyelesaikan feasbility study, 2020 awal kita sudah melakukan penunjukan licensor untuk membuat kajian engineering yang kita sebut basic engineering design. Awal 2021 akan masuk tahapan lelang," tutupnya.

Ada Potensi Besar dari Kerja Sama Dagang RI-Korsel, Ini Contohnya

Kerja sama perdagangan Indonesia dan Korea Selatan terus mengalami peningkatan. Karena itu dibutuhkan kebijakan yang tepat untuk mempererat hubungan dagang ini. Chairman Korea Indonesia Management Association (KIMA) Setyo Darmono menjelaskan saat ini kerja sama Indonesia dan Korea Selatan memiliki potensi yang sangat besar.
"Korea Selatan dan Indonesia adalah bisnis yang sesungguhnya," kata dia dalam video conference Markplus, Jumat (5/6/2020).

Dia mengungkapkan Indonesia saat ini adalah tempat yang cocok untuk para pengusaha Korea menjalankan bisnis dan berinvestasi di Indonesia. Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom menjelaskan kerja sama yang dijalin oleh Korea Selatan dan Indonesia saat ini terus meningkat pesat.

Kedua negara memiliki model bisnis yang hampir sama mulai dari keinginan pengembangan chemical hingga mobil listrik.

"Indonesia dan Korea memiliki potensi besar untuk bekerja sama saat ini sudah ada yang berjalan seperti Lotte Chemical, Hyundai Motors yang membangun pabrik, Krakatau Posco," ujarnya.

Menurut dia, Indonesia dan Korea Selatan harus meningkatkan kerja sama meskipun di tengah pandemi ini. Seperti pengembangan dan riset.

"Pengembangan dan riset adalah hal yang sangat penting dan kita bisa bekerja keras untuk mewujudkan ini," jelasnya.

Kim mengungkapkan saat ini sudah ada perusahaan asal Korea Selatan yang bekerja sama dengan PT PAL di Surabaya untuk penelitian di sektor kelautan.

Dia juga menjelaskan sebelumnya Indonesia dan Korea sudah memiliki Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea Selatan (Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA). IK-CEPA ini akan membuka peluang lebih besar untuk meningkatkan hubungan dagang kedua negara.

Perjanjian IK-CEPA tentunya juga akan memberikan akses pasar yang lebih baik bagi keduanya, baik akses pasar barang maupun jasa. Selain itu, juga akan mendorong berbagai kerja sama dan meningkatkan kapasitas.
https://nonton08.com/cast/park-won-sang/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar