Kamis, 18 Juni 2020

Riset: Sinar Lampu UV Lumpuhkan Corona dalam Hitungan Detik

 Sinar ultraviolet atau UV mampu melumpuhkan virus Corona. Signify, manufaktur perangkat sinar terbesar di dunia, menyatakan bahwa penelitian dari periset di Boston University mengkonfirmasi hal tersebut.
Ilmuwan Boston University menyatakan sinar UV, khususnya dari perangkat Signify yang diujicoba, hampir selalu membuat coronavirus tidak aktif jika dosis cahayanya tepat.

National Emerging Infectious Diseases Laboratories (NEIDL) yang ada di universitas itu memaparkan material yang mengandung COVID-19 ke lampu UV. Dalam dosis tertentu, 99% virus ini sudah tidak aktif hanya dalam 6 detik.

"Tes kami menunjukkan jika dosis spesifik radiasi UV membuat virus benar-benar tidak aktif. Hanya dalam beberapa detik, kami tidak bisa lagi mendeteksi virus apapun," sebut pemimpin riset ini, profesor Anthony Griffiths.

"Kami senang dengan penemuan ini dan berharap akan mengakselerasi penemuan produk yang dapat membatasi penyebaran COVID-19," tambah dia.

Pihak Signify berjanji tidak akan menyimpan teknologi ini sendirian melainkan akan membagikannya ke perusahaan lampu lain. Tapi belum jelas apakah mereka akan menarik lisensi atau memberikannya secara gratis.

"Terkait potensi teknologi ini bisa menambah amunisi untuk melawan coronavirus, Signify takkan menyimpan teknologinya untuk dipakai eksklusif tapi membuatnya tersedia pada perusahaan lightning yang lain," kata CEO Signify, Eric Rondolat.

"Untuk melayani bertambahnya kebutuhan semacam ini, kami akan meningkatkan kapasitas produksi berkali lipat dalam bulan-bulan mendatang," imbuhnya yang dikutip detikINET dari Reuters.

Sinar ultraviolet memang disebut ampuh. Sebelumnya, William Bryan selaku direktur divisi sains dan teknologi di Department of Homeland Security, lembaga pemerintah AS, menyebut kombinasi sinar ultraviolet (UV) serta temperatur lebih hangat membuat COVID-19 tak berdaya.

Kemendikbud Masukan Film Dokumenter Netflix ke Program Belajar di Rumah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan terobosan pertama di dunia. Mereka membawa film-film dokumenter Netflix ke program belajar dari rumah.
Jadi mulai 20 Juni 2020, film-film dokumenter Netflix akan tayang perdana setiap Sabtu pukul 21.30 WIB dan tayang ulang setiap Minggu dan Rabu pada pukul 09.00 WIB. Tayangan-tayangan ini akan disiarkan secara terestrial melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI).

Program Belajar dari Rumah yang diluncurkan 12 April 2020 merupakan alternatif belajar di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Upaya ini dilakukan Kemendikbud untuk memastikan agar dalam masa yang sulit ini masyarakat terus mendapatkan kesempatan untuk melakukan pembelajaran dari rumah, salah satunya melalui media televisi dengan jangkauan terluas di Indonesia.

"Program Belajar dari Rumah di TVRI ditujukan untuk membantu peserta didik, orang tua, dan guru yang memiliki keterbatasan akses internet, baik karena kendala ekonomi maupun geografis," terang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Rabu (17/06/2020).

"Tidak terkecuali pada masa libur sekolah, Kemendikbud tetap berkomitmen untuk menyediakan tayangan berkualitas tinggi yang mendidik dan menghibur," tambahnya.

Kemendikbud tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan mitra-mitra kelas dunia lainnya dalam menghadirkan materi pendidikan terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Kemendikbud mengapresiasi dukungan Netflix yang untuk pertama kalinya di dunia bekerja sama dengan pemerintah untuk menayangkan dokumenter terbaiknya melalui siaran televisi. Kami berharap upaya ini disambut baik dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat untuk terus memperluas wawasan dengan cara yang lebih menyenangkan dan menghibur," jelas Mendikbud.

Wakil Presiden Konten Original Bahasa Lokal Netflix, Bela Bajaria mengatakan pihaknya menawarkan berbagai jenis pilihan tayangan, termasuk film-film pemenang penghargaan, serial televisi untuk anak-anak dan keluarga, serta tayangan dokumenter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar