KB Kookmin Bank semakin mempertegas niatnya untuk menjadi pemegang saham pengendali Bank Bukopin. Perusahaan asal Korea Selatan ini sudah merinci persiapan untuk menguasai saham bank yang tengah kesulitan likuiditas itu.
Pernyataan itu tertera dalam dokumen surat yang dikirimkan Kookmin Bank kepada OJK. detikcom mendapatkan dokumen tersebut yang berisi 32 halaman dan sudah berusaha mengkonfirmasi ke pihak OJK namun belum mendapatkan tanggapan.
Dalam dokumen itu, Kookmin Bank yang saat ini memegang 22% saham Bank Bukopin berterima kasih kepada OJK lantaran sudah diberi kesempatan untuk menjadi pemegang saham pengendali. Pihak Kookmin mengklarifikasi mengenai lambannya respons terhadap surat OJK lantaran terkendala masalah bahasa.
Dalam dokumen tersebut, Kookmin Bank pun menyatakan siap untuk membeli 67% dari seluruh saham yang diterbitkan Bank Bukopin saat melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMETHMETD). Keputusan tersebut akan dibahas dan disahkan dalam RUPS Bank Bukopin yang digelar besok.
Kookmin Bank sendiri sudah menempatkan dana US$ 200 juta dalam rekening escrow pada 12 Juni 2020. Dana itu untuk memenuhi keperluan rights issue.
Dalam PMETHMETD, harga saham baru yang diterbitkan Bank Bukopin dan akan diserap sebagian besar oleh Kookmin Bank di level Rp 180 per lembar saham.
Kookmin Bank merinci jadwal proses PMETHMETD, yakni pada 30 Juni 2020 akan dilakukan uji tuntas. Kemudian persetujuan direksi Kookmin Bank untuk melakukan investasi akan diperoleh sekitar awal Juli 2020. Lalu penyelesaian proses PMETHMETD akan dilakukan pada akhir Juli 2020.
Sebelumnya pemegang 23% saham Bank Bukopin, Bosowa Corporindo juga sudah buka suara terkait permasalahan likuiditas dan permodalan Bank Bukopin yang berujung pada bantuan.
Presiden Komisaris Bosowa Corporindo, Erwin Aksa menegaskan, pihaknya selalu patuh dan mengikuti arahan yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selaku otoritas melihat kondisi Bank Bukopin yang kekurangan likuiditas, OJK sudah memerintahkan para pemegang saham Bank Bukopin untuk menempatkan dana guna keperluan penerbitan saham baru (rights issue) dalam rangka penambahan modal.
"Kita sudah menempatkan dana kok, kita tempatkan dana Rp 193 miliar untuk rights issue," tuturnya saat dihubungi detikcom.
Tips Bisnis Online Jualan Makanan Saat Wabah Virus Corona
Sebagai perusahaan besar yang berhasil menjalani berbagai krisis, Gojek layak untuk jadi panutan untuk bertahan dari halangan yang ada. Head of Groceries Gojek Tarun Agarwal membagikan tipsnya berdasarkan apa yang dilakukan Gojek selama ini.
Agarwal mengatakan ada tiga kemungkinan hal yang berubah selama wabah virus SARS-Cov-2 melanda.
"Ada orang yang menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, work from home, atau mengerjakan tugas lainnya. Hal kedua adalah hanya mengeluarkan uang untuk hal penting seperti untuk makanan, mungkin sesudah PSBB berhenti ini tetap bisa berlangsung. Ketiga mereka (konsumen -- red) yang jadi lebih concern pada kesehatan dan keamanan," tuturnya.
Apa yang bisa dipelajari para pemilik usaha atau startup dari decacorn Gojek?
Gojek selalu memastikan keamanan dan kesehatan drivers serta merchant partner. Inilah yang membuat orang merasa tenang karena kepeduliannya pada keamanan makanan yang mereka konsumsi.
Selain itu, belajar dari peningkatan kesadaran kesehatan selama pandemi, Gojek menemukan bahwa orang-orang menjadi mengurangi konsumsi fast food,dan beralih ke makanan yang lebih sehat. Karena itu, bagi kamu yang usaha makanan rumahan, good for you karena biasanya kategori ini mengalami peningkatan pemesanan.
Gojek juga selalu memastikan inisiatif menjaga kesehatan seperti membagikan sanitizer dan masker kepada driver, kewajiban cek suhu tubuh, dan vehicle sanitization (sanitasi kendaraan).
"Jadi consumer tahu kalau driver sudah di cek atau sudah diberikan disinfektan sehingga orang merasa aman. Ada juga safety seal, kita mendorong merchant untuk melakukannya. Konsumen juga bisa meminta driver meletakkan makanan di mana saja, lobby atau lantai, jadi contactless. Intinya konsumer bisa memilih. Kita bisa memberi opsi A atau B, metode mana yang lebih aman menurut mereka," tandas Agarwal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar