Jumat, 19 Juni 2020

Penemu Vaksin Corona Pajaknya Bakal Dikurangi hingga 300%

Pemerintah sedang mempercepat penemuan vaksin Corona (COVID-19) di Indonesia. Penemuan vaksin dalam waktu cepat menjadi penting untuk memutus mata rantai pandemi dan untuk menormalkan ekonomi kembali.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan insentif pajak bagi perusahaan yang secepatnya menemukan vaksin tersebut.

Salah satu yang akan diberikan adalah fasilitas pengurangan pajak penghasilan (PPh) hingga 300% dari biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (Litbang).

"Kalau mereka bisa mendapatkan vaksin lebih cepat maka akan ada fasilitas yang diberikan di sini adalah tax 300%. Untuk biaya 100% bisa diganti pada saat komersialisasi juga 100%, pada saat pendaftarannya ada 50% dan lembaga-lembaga dalam negeri 25%," kata Airlangga dalam diskusi virtual, Kamis (18/6/2020).

Yang mengorganisir penemuan vaksin ini adalah Kementerian Riset dan Teknologi. Saat ini ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta Indonesia sedang bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Korea Selatan.

Selama proses penemuan vaksin itu, sesuai arahan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) masyarakat didorong untuk produktif namun aman dari COVID-19. Airlangga bilang, masyarakat harus memakai masker dan menjaga jarak sampai vaksin ditemukan.

"Untuk itu pemerintah meminta aparat hukum baik itu TNI, Polisi, membantu mengawal di tempat umum dan protokol menggunakan masker dan jaga jarak harus dilakukan sampai vaksin ditemukan," imbuhnya.

Garam Masih Impor, Erick Thohir Mau BUMN Investasi di Luar Negeri

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menyusun strategi untuk memenuhi kebutuhan garam, khususnya garam industri. Sebab, garam industri masih impor.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya ingin agar perusahaan pelat merah bisa berinvestasi di luar negeri. Saat ini, pihaknya tengah berbicara dengan kementerian terkait.

"Kita juga sedang berbicara dengan Menko, Menteri Perdagangan mungkin nggak perusahaan garam BUMN ini diberi kesempatan juga untuk mulai melihat potensi investasi di luar negeri, bukan di sini, untuk melihat garam industri," katanya dalam dalam acara Ngopi Yuk! BUMN Berjuang di Tengah Pandemi COVID-19, Kamis (18/6/2020).

Erick mengatakan, di negara lain produksi garam industrinya besar.

"Di mana negara lain, mohon maaf garam industrinya kaya di padang pasir," ungkapnya.

Dengan begitu, ia mengatakan, kalaupun impor sebenarnya ialah barang dari BUMN itu sendiri. Ia pun sedang mengkaji hal tersebut.

"Supaya walaupun impor tapi kan sebenarnya barang kita juga. Hal-hal ini coba kita lihat," ujarnya.

Bisnis Redup Dihantam Corona, Eh Cuan Lagi Berkat Frozen Food

 Tak sedikit bisnis yang redup akibat COVID-19. Terutama yang bersinggungan dengan pariwisata dan tempat rekreasi seperti bisnis team building dan outdoor games provider milik Ronal Mediansyah. Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bisnis Ronal yang satu itu terpaksa ditutup sementara demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Tak mau menyerah dengan keadaan, Ronal akhirnya mulai mencari alternatif bisnis lainnya selama pandemi ini. Ronal pun akhirnya memutuskan mengembangkan bisnis makanan beku (frozen food) yang diberi nama Parkia Food.

"Core bisnis kami awalnya itu provider team building, sampai saat ini masih kita jalani bisnis tersebut, cuman perlu perubahan karena adanya COVID-19 ini, itu akhirnya kita membuat virtual team building, setelah itu, kami beralih ke frozen food karena kita melihat bisnisnya atau mata pencaharian saat ini kembali ke hulu (kebutuhan primer) lagi ya," kata Ronal kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Sebelum memilih frozen food, Ronal sempat kepikiran untuk menjual produk sayuran segar, namun gugur karena dirasa terlalu ketat persaingannya dengan brand yang sudah ada.

"Kondisi seperti ini memaksa kita untuk beralih ke bisnis hulu seperti ini, awalnya sih kami kepikiran mau jual sayur-sayuran, tapi kami sudah riset dan segala macam tapi ternyata persaingannya sudah terlalu banyak, akhirnya kami sebarkan kuesioner dan hasilnya mayoritas itu lebih suka dan tertarik dengan makanan jadi atau frozen food itu, maka akhirnya kami memilih frozen food," paparnya.

Saat hendak memulai bisnis frozen food, Ronal mengaku langsung mencoba mengolah hingga puluhan produk yang akan dipasarkan. Akan tetapi, untuk tahap awal ini hanya ada 5 produk saja yang diperdagangkan. Alasan memilih kelima produk tersebut karena memang masih jarang pesaing menjual produk serupa dan lumayan banyak diminati pelanggan.

"Produk kita sebenarnya belum banyak, kita sempat melakukan riset, ada sekian puluh produk yang kita coba buat, tapi yang kita tayangkan itu baru 5 dan sudah kita jual, itu ada kambing guling, seafood, burger, kebab dan ebi tempura," paparnya.
https://indomovie28.net/director/suzy-milstein/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar