Posisi tidur tengkurap mungkin menjadi favorit beberapa orang untuk bersantai sambil menonton film, mengerjakan tugas, atau bermain ponsel.
Selain untuk bersantai, posisi ini juga sering dilakukan untuk tidur atau membaca buku. Namun, ternyata posisi tengkurap memiliki bahaya bagi kesehatan kita.
Pada posisi ini, tubuh akan meregangkan leher, menaikkan bahu hingga menyentuh telinga, dan meletakkan tangan dalam posisi yang kurang nyaman. Hal ini akan memberi banyak tekanan pada persendian yang menimbulkan rasa nyeri.
Selain itu, masih ada bahaya lain yang mengancam karena kebiasaan melakukan posisi tengkurap. Berikut beberapa alasan kenapa kamu harus menghindari posisi ini, dilansir dari Healthline.
1. Kekurangan oksigen
Saat tidur dengan posisi tengkurap, dada kamu akan tertekan dan menyebabkan lubang hidung tidak terbuka secara bebas.
Hal itu bisa membuat kamu sulit bernapas sehingga tubuh kekurangan oksigen dan akibatnya kamu mungkin tetap merasa lelah ketika bangun di pagi hari.
2. Menyebabkan nyeri leher
Posisi tengkurap mengharuskan kamu memiringkan kepala agar tetap bisa bernapas. Jika itu dilakukan dalam waktu yang lama, maka akan membuat leher kamu menjadi nyeri.
3. Mengganggu kesehatan usus
Ketika tengkurap, bagian punggung bawah akan menahan banyak tekanan dan hal ini dapat meningkatkan risiko sciatica atau kondisi nyeri yang disebabkan oleh saraf rusak atau terjepit.
Sebuah studi juga menemukan, masalah pada punggung bagian bawah dapat menyebabkan sembelit dan masalah usus.
Sadis, Alat Kelamin Bocah 12 Tahun Dipotong Ibu Tirinya Pakai Pisau Buah
Seorang bocah usia 12 tahun asal Fuyang, Provinsi Anhui, China, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mendapat tindak kekerasan oleh ibu tirinya di tempat tinggalnya pada Selasa, (3/3) lalu.
Dikutip dari Daily Star, ibu tiri bocah tersebut dengan sadis memotong alat kelamin putranya dengan pisau buah. Ayahnya menemukannya di rumah dalam kondisi terluka parah.
Bocah itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fuyang kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Kedokteran Anhui. Testis dan penisnya yang sudah terpotong juga dibawa sang ayah ke rumah sakit dengan tas.
Zhang Xian, kepala urologis rumah sakit, mengatakan alat kelamin anak laki-laki itu berhasil dipasang kembali selama operasi yang lembut dan berlangsung selama 12 jam, berlangsung dari jam 8 malam sampai jam 4 pagi hari berikutnya.
"Aku belum pernah melihat yang sekejam itu. Bagian pribadinya benar-benar terputus. Bocah itu mengatakan ibu tirinya yang melakukannya," kata dr Zhang.
Meski di kemudian hari bocah tersebut akan bisa buang air kecil dengan normal, akan sulit baginya untuk memulihkan kondisi testisnya setelah terpotong.
Saat ini ibu tirinya yang berusia 32 tahun sudah ditahan pihak kepolisian. Belum jelas motif dibalik serangan yang dilakukan sang ibu pada anak tirinya.
Terus Meluas, Kasus Global Covid-19 Tembus 100 Ribu Pasien
Penyebaran virus corona COVID-19 sejauh ini semakin bertambah dan tidak ada tanda-tanda kemunduran. Kasus ini sudah melampaui 100 ribu di seluruh dunia pada hari Jumat (6/3). Sebagian besar kasus ini berada di dataran China diikuti oleh Korea Selatan, Iran, dan Italia.
Virus corona baru yang mirip seperti flu terus menyebar ke luar China. Jumlah total kasus saat ini berada di angka 100,055 pada hari Jumat (6/3), merujuk pada data yang dikumpulkan John Hopkins. Kasus COVID-19 sebagian besar berada di dataran China, diikuti Korea Selatan, Iran, dan Italia.
Lebih dari dua bulan lalu setidaknya 3,398 orang telah meninggal karena virus corona COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (5/3) lalu meminta semua negara untuk memerangi wabah virus corona COVID-19 yang terus menyebar di puluhan negara.
"Epidemi ini dapat ditekan kembali tetapi hanya dengan pendekatan yang terkoordinasi dan komprehensif yang melibatkan seluruh pemerintah. Kami menyerukan kepada setiap negara untuk bertindak dengan kecepatan, skala, dan tekad yang kuat," tegasnya seperti dikutip dari CNBC.
Para penjabat kesehatan mengatakan bahwa penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini dapat menyebar melalui kontak manusia dengan manusia melalui droplet atau tetesan air liur dari bersin, batuk, dan kuman yang menempel pada benda-benda mati.
Tedros menambahkan WHO belum menyatakan pandemi karena sebagian besar kasus virus corona COVID-19 masih ditelusuri dan belum ada bukti bahwa virus tersebut menyebar bebas di masyarakat.
https://kamumovie28.com/cast/raditya-dika/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar