Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan perombakan besar-besaran pada BUMN Karya. Dalam sepekan, empat perusahaan pelat merah dirombak yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, Erick menginginkan adanya regenerasi di BUMN karya.
"Jadi pergantian ini lebih kepada refreshing saja, lalu regenerasi. Jadi perlu regenerasi di karya. Dan kemudian juga sesuai dengan target-target ke depan," kata Arya usai mendampingi Erick kunjungan ke Posko Masak Satgas COVID-19, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).
Setelah kinerja sempat terhambat dengan adanya pandemi Corona, Kementerian BUMN berharap akan terjadi percepatan setelah direksi BUMN karya dirombak.
"Ini infrastruktur kan perlu setelah Corona, kita butuh percepatan dan kecepatan yang lebih tinggi lagi. Jadi harapannya mereka kembali lagi beraktivitas dengan kencang, tapi dengan protokol baru, dengan new normal," jelas Arya.
Arya mengungkapkan, hari Senin (8/6) esok, ada pergantian direksi BUMN karya lagi dari PT Wijaya Karya/WIKA (Persero) Tbk sesuai dengan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Memang jadwalnya karya dirombak semua. Hari Senin besok WIKA, sesuai jadwal," pungkas dia.
Jamin Ketersediaan Energi, Pertamina Lanjutkan Bangun Kilang
Pandemi COVID-19 berdampak pada kinerja operasional dan keuangan perusahaan, namun PT Pertamina (Persero) tetap melanjutkan pembangunan kilang. Hal ini terkait proyek tersebut sangat strategis untuk masa depan pemenuhan energi nasional.
Direktur Megaproyek Pengolahan & Petrokimia, Ignatius Tallulembang menjelaskan, pembangunan kilang merupakan keharusan dan keniscayaan bagi suatu negara. Secara global, hampir semua negara dengan populasi besar mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar domestik secara mandiri guna menjamin ketersediaan energi atau security of supply.
"Langkah tersebut tidak bisa ditawar. Bahkan pada negara yang tidak menghasilkan crude sekalipun mereka juga tetap memprioritaskan membangun kilang. Sehingga di negara maju, umumnya mereka untuk pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri menggunakan produksi dalam kilang sendiri dan telah zero import," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2020).
Ia menambahkan, Singapura dengan penduduk sebanyak 5 juta orang, memiliki kapasitas produksi kilang mencapai 1,5 juta barel per hari Angka tersebut lebih besar dari kapasitas produksi kilang Indonesia yang saat ini hanya sekitar 1 juta barel per hari. Namun, hal tersebut dapat dipahami karena keberadaan kilang memiliki profitabilitas yang tinggi.
"Kami juga telah melakukan kajian dan evaluasi. Hasilnya, membangun kilang akan memberikan nilai tambah atau profitabilitas baik bagi perusahaan maupun negara," imbuhnya.
Terkait arti strategis, Ignatius memaparkan, proyek yang digagas sejak sekitar tahun 2014 dilatarbelakangi sejumlah persoalan energi yang dihadapi Indonesia. Adapun proyek tersebut berupa upgrading kilang eksisting atau Refinery Development Master Plan (RDMP), dan pembangunan kilang baru atau dan Grass Root Refinery (GRR) Pertamina.
https://indomovie28.net/manon-rookie-secretary/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar