Masalah kesehatan di Indonesia masih belum banyak yang terselesaikan. Salah satunya demam berdarah dengue (DBD) yang angka kasus penularan dan kematiannya cukup banyak dan terus bertambah.
Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, saat ini bahkan tengah fokus menangani kasus DBD di Kabupaten Sikka, NTT, yang memiliki korban meninggal terbanyak saat ini.
"Kalau ini tidak diatasi dengan baik, akan membuat hal yang tidak nyaman. Kita terlalu sibuk dengan corona. Inilah yang justru mematikan, bayangkan dalam berapa hitungan bulan dan hari," ucap Menkes.
Meski kedua penyakit tersebut tidak bisa dibandingkan, berikut beberapa fakta DBD dan Covid-19 dihimpun dari berbagai sumber.
1. Jumlah kasus dan kematian
Pada bulan Januari 2020 lalu, terdapat 1.358 kasus DBD di Indonesia yang tersebar di 11 provinsi. Saat ini jumlahnya telah naik menjadi 2 ribu jiwa lebih.
Kasus kematian DBD pun saat ini mencapai 31 jiwa dan terbanyak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Sementara untuk Covid-19, jumlah WNI yang positif tercatat sebanyak 6 orang. Hingga kini pasien tengah menjalani perawatan di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso. Belum dilaporkan adanya kasus berat atau pasien meninggal.
2. Ketersediaan vaksin
Sebagai negara dengan kasus kedua DBD terbanyak di dunia, sudah ada uji klinis untuk vaksin dengue atau CYT-TDV yang disebut efektif. Vaksin tersebut bisa diberikan sebagai pencegahan DBD untuk mereka yang berusia 9-16 tahun.
Berbeda dengan virus corona Covid-19 yang masih terbilang baru, hingga kini belum ada vaksin untuk mencegah penularannya meski saat ini peneliti tengah berlomba menciptakan vaksin.
3. Cara pencegahan
Untuk mencegah DBD, masyarakat diimbau untuk menerapkan 3M Plus. Selain itu banyak trik-trik menghindari gigitan nyamuk dengan memakai pakaian terang atau penggunaan obat dan losion antinyamuk. Banyak juga yang menyebut agar menanam lavender dan serai untuk usir nyamuk.
Untuk virus corona Covid-19, para ahli menganjurkan untuk selalu menjaga kebersihan dan meningkatkan imunutas tubuh agar tidak mudah tertular virus. Karena sifatnya yang menular melalui droplet, disarankan memakai masker bagi yang sakit. Dianjurkan juga agar selalu mencuci tangan minimal 20 detik untuk mengurangi paparan kuman dan virus yang ada di permukaan benda.
Diamankan Polisi dari Kasus Ririn Ekawati, Apa Itu Pil Happy Five?
Artis Ririn Ekawati dinyatakan negatif narkoba berdasarkan hasil tes urine. Selesai diperiksa, dia lalu meninggalkan Polres Jakbar.
Sebelumnya diberitakan, Ririn Ekawati diamankan bersama dua orang lainnya pada Sabtu (7/3/2020) malam. Polisi menemukan 38 butir pil happy five di lokasi.
Dari hasil tes urine, Ririn negatif narkoba sementara asistennya yang berinisial ITY positif. Namun, sang asisten menyebut Ririn juga menggunakan narkoba. Apa itu happy five?
Dikutip dari Solacesabah, Senin (9/3/2020), happy five atau erimin 5 kini semakin sering disalahgunakan terutama di negara-negara Asia seperti Singapura, Malaysia maupun Indonesia. Meskipun menyebabkan rasa lelah hingga kecemasan, happy five tetap sering disalahgunakan karena bisa membuat seseorang merasa bahagia.
Selain itu tidak lama setelah efek rasa lelah pudar seorang pengguna dapat merasa ada energi ekstra karena produksi hormon dopaminnya meningkat. Ketika dikonsumsi biasanya happy five akan membuat seseorang merasa kelelahan hingga jatuh tidur.
Efeknya akan berlangsung hingga esok hari di mana setelah itu penggunanya akan bersemangat menjalani hari dan percaya diri. Salah seorang dari Drugs Forum, sebut saja N, mengungkapkan pengalamannya ketika mencoba happy five. Menurutnya, ada sensasi panas dari tenggorokan setelah ia menelan pil tersebut.
Sesudahnya, ia merasa tidak enak badan dan mulai mengantuk setelah 20 menit menenggak happy five. Ia pun terbangun keesokan paginya dan merasa berbeda. "Aku merasa bukan menjadi diriku sendiri untuk waktu yang lama," ungkap N menggambarkan efek dari happy five.
https://kamumovie28.com/showdown-the-movie/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar