Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta memberlakukan masa transisi PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bulan Juni ini akan menjadi masa transisi. Artinya, arus keluar-masuk kota tetap dikontrol dan memperketat pengecekan kesehatan meski kegiatan ekonomi sudah berjalan.
"Ini adalah masa yang akan kita lakukan selama PSBB, selama menunggu kondisi aman, sehat, produktif," kata Anies dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (4/6/2020).
Sementara itu, untuk kegiatan belajar-mengajar di sekolah Pemprov DKI tidak mau mengambil risiko. Anies menuturkan sekolah tidak akan dimulai dahulu sampai kondisi aman.
"Kami di gugus tugas memutuskan bahwa belajar-mengajar di sekolah belum dimulai dahulu. Tidak akan dimulai sampai kondisinya aman. Jadi bila kondisi belum bisa dianggap aman, maka kegiatan belajar-mengajar masih belum kita lakukan," jelas Anies.
"Tahun ajaran baru memang dimulai tanggal 13, tapi itu adalah kalender akademik. Bukan berarti kegiatan belajar di sekolah. Jadi tanggal 13 Juli bisa jadi kita masih tetap belajar di rumah," pungkasnya.
Ilmuwan Inggris Sebut Ada 1,7 Juta Virus Tak Dikenal, Bisa Tulari Manusia
Seorang ilmuwan ternama di Inggris sekaligus presiden EcoHealth Alliance, Dr Peter Daszak, memperingatkan bahwa ada hampir 2 juta virus tidak dikenal yang bersembunyi pada hewan, dan bisa menginfeksi manusia.
Hal ini membuat Dr Daszak meminta para peneliti untuk melakukan berbagai upaya untuk memahami kode genetik virus pada hewan tersebut. Ini untuk mencegah wabah mematikan menyerang manusia di masa depan.
"Kami menganalisis jumlah virus yang tidak diketahui dan bisa saja muncul di masa depan dan menginfeksi manusia. Kami memperkirakan ada sekitar 1,7 juta, beberapa di antaranya bisa menginfeksi manusia," katanya yang dikutip dari Daily Star, Kamis (4/6/2020).
"Ini bisa menjadi ancaman di masa depan. Kami baru mengetahui beberapa virus saja, dan sebagian besarnya menunggu untuk muncul di masa depan," lanjutnya.
Dr Daszak mengatakan, untuk mengetahui seluruh virus itu butuh waktu yang lama sampai 10 tahun. Jika itu terlaksana, ia memperkirakan manusia bisa mengembangkan obat, vaksin, serta asal usul asal virus itu.
Saat ini, para peneliti di berbagai negara sedang mengerjakan vaksin dan obat untuk virus Corona COVID-19, diperkirakan akan selesai akhir tahun ini. Namun, Dr Daszak mengatakan, jika vaksin itu sudah tersedia, butuh waktu beberapa tahun agar vaksin itu bisa didistribusi secara menyeluruh.
Ilmuwan Belanda Sebut Kecil Kemungkinan Anak-Anak Sebarkan Virus Corona
Sebuah studi atau penelitian oleh Institut Nasional Kesehatan Belanda (RIVM), mengatakan kecil kemungkinannya anak-anak di bawah usia 12 tahun bisa menularkan virus Corona COVID-19. Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal medis terkemuka di Belanda, yaitu Nederlands Tijdschrift Voor Geneeskunde.
Sebelumnya, di beberapa negara lain menyebut bahwa anak-anak lebih jarang terinfeksi virus ini. Jika terinfeksi pun tidak sampai sakit parah. Tapi, penelitian ini menemukan bukti lain.
"Anak-anak bisa terinfeksi, tetapi tidak menularkannya. Penularan penyakit ini terjadi umumnya antara orang dewasa dengan usia yang sama, atau dari orang dewasa ke anak-anak," tulis penelitian tersebut yang dikutip dari Reuters, Kamis (4/6/2020).
"Untuk penularan dari anak ke anak atau anak ke orang dewasa seperti halnya influenza, kurang umum terjadi pada virus ini," lanjutnya.
Namun, penelitian ini juga masih ada titik kelemahannya. Hal ini karena mungkin sampel keluarga yang diteliti dalam penelitian ini belum mewakili populasi di Belanda yang lebih luas.
http://cinemamovie28.com/seisokurokaminotuma-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar