China tak lagi memasukkan trenggiling dalam daftar resmi ramuan obat tradisional. Hal ini dipicu meningkatnya perlindungan hukum pada hewan terancam punah.
Dikutip dari Science Alert, selain trenggiling, farmakope (buku standar obat) resmi China juga menghapus sejumlah zat, termasuk salah satunya pil yang diformulasikan dengan kotoran kelelawar.
Penghapusan sejumlah bahan ramuan obat yang berasal dari hewan ini juga masih terkait dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap hewan yang berpotensi membawa virus Corona baru.
Trenggiling yang merupakan mamalia paling banyak diperdagangkan di dunia, dianggap oleh beberapa ilmuwan sebagai kemungkinan pembawa virus Corona baru yang muncul di sebuah pasar di Wuhan, China tahun lalu.
Untuk diketahui, bagian tubuh trenggiling punya harga tinggi di pasar gelap karena mereka biasa digunakan dalam pengobatan tradisional China. Namun para ilmuwan mengatakan, hewan ini tidak punya nilai terapeutik.
Namun yang jelas, sumber daya alam langka satu per satu mulai ditarik dari daftar farmakope. China sendiri dalam beberapa bulan terakhir sudah mulai melarang penjualan hewan liar untuk makanan, dengan alasan adanya risiko penyakit menular ke manusia.
Meski demikian, perdagangan hewan untuk tujuan lain, termasuk penelitian dan pengobatan tradisional masih dilegalkan.
Organisasi lingkungan hidup World Wide Fund for Nature menyambut baik langkah yang dilakukan China. Menurut mereka, peningkatan perlindungan terhadap trenggiling adalah jeda penting dari penjualan trenggiling secara ilegal.
Tembus 36 Ribu Kasus Positif, Ini Sebaran 1.111 Kasus Baru Virus Corona 12 Juni
Indonesia kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru virus Corona COVID-19. Saat ini sebanyak 1.111 kasus baru positif sehingga total ada 36.406 kasus. Hingga Jumat (12/6/2020), ada sebanyak 13.213 orang yang sembuh dan 2.048 meninggal dunia.
"Kasus konfirmasi positif ada 1.111 sehingga totalnya menjadi 36.406 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona COVID-19, Achmad Yurianto, Jumat (12/6/2020).
Sebaran 1.111 kasus baru positif virus Corona COVID-19 sebagai berikut:
Bali 36
Banten 35
Bangka Belitung 6
Bengkulu 3
DI Yogyakarta 10
DKI Jakarta 93
Jambi 1
Jawa Barat 19
Jawa Tengah 44
Jawa Timur 318
Kalimantan Timur 8
Kalimantan Tengah 13
Kalimantan Selatan 60
Nusa Tenggara Barat 23
Sumatera Selatan 33
Sumatera Barat 10
Sulawesi Utara 65
Sumatera Utara 88
Sulawesi Tenggara 5
Sulawesi Selatan 58
Lampung 1
Maluku Utara 22
Maluku 59
Papua Barat 5
Papua 41
Sulawesi Barat 1
Gorontalo 32
Update Corona di Indonesia 12 Juni: 36.406 Positif, 13.213 Sembuh, 2.048 Meninggal
Jumlah kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga Jumat (12/6/2020), akumulasi kasus positif telah mencapai 36.406 orang.
Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh telah mencapai 13.213 dan yang meninggal menjadi 2.048.
Berikut ini detail perkembangan kasus virus Corona di Indonesia pada Jumat (12/6/2020):
1. Jumlah kasus positif bertambah 1.111 menjadi 36.406.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 577 menjadi 13.213.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 48 menjadi 2.048.
Data tersebut merupakan akumulasi yang tercatat hingga pukul 12.00 WIB hari ini.
Sebelumnya pada Kamis (11/6/2020), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 35.295, dengan 12.636 di antaranya sembuh dan 2.000 meninggal.
https://cinemamovie28.com/bodyguard/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar