Sebagai satu dari lima destinasi super prioritas, Labuan Bajo dikabarkan kembali buka Juli mendatang. Tapi, masih terbatas untuk warga NTT.
Memasuki new normal, nama wisata Labuan Bajo mulai terdengar kembali bersama dengan Bali. Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun mengatakan berencana membuka kembali Labuan Bajo pada Juli.
"Kemudian Pulau Komodo, Labuan Bajo, itu juga oleh Gubernur dilaporkan siap. Bali juga sudah siap. Around Juli semua lah," ujar Luhut usai rapat di kantornya Jumat kemarin (19/6/2020).
Lantas, bagaimana dengan persiapan Labuan Bajo? Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina pun memberikan bocorannya dalam webinar pariwisata dan adaptasi tatanan baru yang diselenggarakan oleh GENPI Nasional, Jumat lalu (19/6).
"Sedikit update, sambil COVID ini juga pembangunan di Labuan Bajo tetap berlangsung. Kami tetap menyiapkan bandara untuk menuju internasional tahun 2020. Mudah-mudahan ketika usai COVID wajah Labuan Bajo telah siap," ujar Shana.
Mengikuti kampanye Kemenparekraf soal Clean, Healthy dan Safety atau disingkat CHS, hal serupa juga tengah diterapkan Shana di Labuan Bajo. Kerjasama dengan semua pihak terkait juga telah dilakukan.
"Yang kami lakukan saat ini juga benar-benar memetakan, mulai dari alur kedatangan dari bandara pelabuhan, aktifitasnya, restoran, toko-toko, objek wisata, wisata bahari dan transportasi kami pastikan menggunakan protokol kesehatan, kemudian di penginapan dari hotel sampai kapal wisata," Shana menjelaskan.
Lebih lagi, Shana juga menyambut baik kerjasama dari semua pihak pelaku wisata di Labuan Bajo yang disebutnya sangat koperatif. Kini, seluruh Labuan Bajo bebersih dan bebenah untuk menyambut New Normal.
"Saat ini kami sedang menyiapkan fasilitas uji coba. 12 juni Gubernur NTT keluarkan New Normal termasuk pariwisata. Harapannya dari kami 2 bulan bisa kembali normal dan memang untuk pembukaan ini awalnya adalah untuk masyarakat NTT dulu dan kami akan evaluasi," tutup Shana.
Apabila evaluasi berlangsung baik, maka nantinya wisata Labuan Bajo juga akan dibuka untuk masyarakat di luar NTT. Traveler harap sabar ya.
Mengintip Rumah 100 Tahun Lokasi Syuting Film Kabayan dan Nyi Iteung
Rumah panggung dengan bilik bambu di Kampung Sukahaji RT 02/RW 01, Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat menyimpan sejarah perfilman Indonesia. Rumah itu tempat syuting sekuel film Si Kabayan tahun 80-an.
Rumah dengan dominasi warna biru dan putih di sebuah halaman luas dengan hamparan rumput hijau itu dijadikan rumah Nyi Iteung, Abah, dan Ambu yang dalam ceritanya menjadi pasangan Kabayan.
Kabayan dalam cerita itu diperankan oleh aktor kawakan yang saat ini sudah meninggal dunia, yakni Didi Petet. Almarhum Didi Petet memerankan Kabayan sejak tahun 1989 hingga 1994 dan bermain dalam empat judul film, yakni Si Kabayan Saba Kota (1989), Si Kabayan dan Anak Jin (1991), Si Kabayan Saba Metropolitan (1992), terakhir ada Si Kabayan Cari Jodoh (1994).
Sementara itu, sosok yang memerankan Nyi Iteung, juga bukan aktris sembarangan. Tercatat nama besar semacan almarhum Nike Ardilla, Paramitha Rusadi, serta Desy Ratnasari, pernah menjejakkan kaki di rumah yang menjadi ciri khas kesederhanaan budaya sunda itu.
Berdasarkan penuturan sang pemilik, rumah itu dibangun oleh kakeknya sekitar tahun 1923. Hampir berusia 100 tahun, pemilik masih mempertahankan desain rumah tanpa ada perubahan yang sangat mencolok selain hanya beberapa bagian diganti materialnya lantaran sudah usang.
Namun di bagian dalam, suasana pedesaan sangat kental terasa. Lantai kayu dengan bunyi berdecit saat diinjak, dinding bilik, serta lampu temaram menghiasi setiap sudut ruangan rumah. Belum lagi bagian dapur atau pawon yang luas tempat bercengkerama keluarga tampak bersih dan rapi dengan tata letak perabotan jadul (jaman dulu) menciptakan suasana yang nyaman, klasik, intim.
Di ruang tengah, sengaja dipasang kumpulan foto pemeran bersama kru film dan keluarga pemilik rumah sebagai kenang-kenangan bagi anak cucuk kelak dibingkai dalam figura sederhana namun sarat makna.
"Rumah ini memang sudah sangat tua sekitar 97 tahun. Jadi saat ibu saya baru berusia 40 hari, dibawa pindah oleh nenek saya ke sini katanya. Dan sekarang ibu saya sudah meninggal," ujar Ida Widaningrum (62), cucu pemilik rumah, Sabtu (20/6/2020).
Ida menuturkan sebagian besar perabotan rumah tersebut masih asli peninggalan nenek moyang mereka yang didapat dari hasil lelang peninggalan zaman Belanda sebel akhirnya Indonesia merdeka.
https://nonton08.com/astro-boy-tetsuwan-atom-episode-31/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar