Jumat, 05 Juni 2020

BTS Masuk Daftar Seleb Termahal Dunia, Segini Pendapatannya

Boyband asal Korea Selatan, BTS belakangan semakin dikenal luas secara global. Kepopulerannya menjadikan BTS masuk dalam daftar 100 selebritis dengan bayaran tertinggi menurut Forbes.

Belum lama ini, Forbes kembali merilis daftar tahunan 'Celebrity 100'. Daftar tersebut berisi selebriti-selebriti ternama dengan bayaran tertinggi. Posisi pertama diraih oleh Kylie Jenner, sebagai bintang reality show dan juga pebisnis sukses.
Baca juga: 100 Aktor dan Aktris dengan Bayaran Termahal, Siapa Saja?

Sementara BTS berada di posisi ke-47 dengan pendapatan diperkirakan mencapai US$ 50 juta (Rp 703 miliar) sebelum pajak. Di tahun sebelumnya, BTS berada di posisi ke-43 dalam daftar tersebut.

Saat itu, boyband K-Pop ini mampu meraup penghasilan hingga US$ 170 juta. Mengutip soompi.com, BTS menjadi satu-satunya artis Korea yang masuk daftar Forbes selama dua tahun berturut-turut.

Daftar 'Celebrity 100' diambil berdasarkan data dari Nielsen Music/MRC Data, Pollstar, IMDB, NPD BookScan, dan ComScore. Di luar itu, ada juga yang berasal dari hasil wawancara dengan sejumlah ahli dan selebriti itu sendiri.

Ditinggal Aramco, Pertamina Cari Mitra Lain Bangun Kilang Cilacap

Saudi Aramco tidak lagi menjadi mitra dalam pembangunan kilang RDMP Cilacap. Saat ini, PT Pertamina (Persero) tengah mencari mitra lain untuk membangun kilang tersebut.
"Cilacap ini tidak lagi bersama Saudi Aramco. Pertamina sendiri dalam hal ini sedang dalam proses mencari partner baru sambil menyiapkan segala sesuatunya," kata Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang dalam teleconference, Jumat (5/6/2020).

Ignatius menjelaskan, pembahasan kerja sama dengan Saudi Aramco sendiri telah diperpanjang sampai April 2020 lalu.

"Sesuai kesepakatan di akhir tahun lalu kita akan memperpanjang kerja sama sampai April untuk melakukan suatu studi mereka melakukan analisa tawaran yang kita tawarkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah komunikasi secara intens, Aramco menyadari pembangunan RDMP Cilacap untuk segera dilakukan. CEO Saudi Aramco sendiri telah mengirimkan surat ke Pertamina agar segera dilakukan. Namun, karena Aramco masih fokus pada hal-hal lain maka tak bisa bergabung dalam proyek ini.

"Aramco menyampaikan melalui surat resmi CEO-nya ke Presdir Pertamina bahwa silakan dilakukan, silakan Pertamina menjalankan atau membangun Cilacap, mengingat Saudi Aramco fokus hal-hal lain sehingga silakan melanjutkan," ujarnya.

"Artinya mereka dengan sadar sepenuhnya tidak bisa bergabung untuk kerja sama kilang Cilacap ini," ungkapnya.

Bill Gates Sebut Teori Konspirasi Vaksin COVID-19 Bodoh

Penyebaran virus Corona di seluruh dunia juga diikuti dengan misinformasi dan teori konspirasi. Salah satunya yang menargetkan pendiri Microsoft Bill Gates.
Beberapa waktu yang lalu, Yahoo News dan YouGov mengadakan jajak pendapat yang menemukan bahwa 44% pemilih Partai Republik di Amerika Serikat percaya bahwa Gates berencana untuk menggunakan vaksin COVID-19 berskala besar untuk menanamkan mikrochip di miliaran orang untuk melacak pergerakannya.

Sebelum berbicara di Global Vaccine Summit 2020, Gates oleh jurnalis ditanya mengenai teori konspirasi ini. Merespon pertanyaan tersebut, Gates mengaku hasil jajak pendapat tersebut mengkhawatirkan.

"Di satu sisi, ini sangat aneh, kalian hampir ingin melihatnya sebagai sesuatu yang lucu, tapi saya kira ini bukan hal yang lucu," kata Gates dikutip detikINET dari GeekWire, Jumat (5/6/2020).

"Saya tidak pernah terlibat dalam urusan mikrochip apapun. Hampir sulit membantah hal ini karena ini sangat bodoh atau aneh bahkan mengulangnya hampir memberikan teori ini kredibilitas," sambungnya.

Gates mengatakan penting bagi otoritas untuk memiliki data kesehatan tentang vaksin, misalnya vaksin campak, untuk meminimalisir tingkat kematian. Tapi menurutnya tidak ada chip atau apapun yang berhubungan dengan vaksin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar