Jumat, 19 Juni 2020

Algoritma Instagram Utamakan Foto Semi Telanjang?

Sebuah studi mengklaim algoritma Instagram mengutamakan foto semi bugil untuk ditampilkan di layanannya. Hal itu membuat kreator konten banyak yang mengikuti pola ini.
Studi tersebut dilakukan oleh Algoritm Watch. "Investigasi eksklusif ini mengungkap bahwa Instagram memprioritaskan foto pria dan wanita yang berpakaian minim," sebut pemimpin riset, Judith Duportail.

Mereka meminta 26 relawan menginstall add on khusus dan mengikuti beberapa kreator konten di Instagram. Add on tersebut secara otomatis membuka Instagram secara rutin dan menandai postingan seperti apa yang muncul di puncak newsfeed relawan.

Secara keseluruhan, 2.400 foto dianalisis dan 21% mengandung foto wanita berbikini dan pria telanjang dada. "Postingan wanita berbikini 54% lebih cenderung tampil di newsfeed relawan kami," cetus Judith.

"Postingan foto pria telanjang dada 28% lebih cenderung tampil. Secara kontras, postingan gambar makanan atau pemandangan sekitar 60% cenderung tidak tampil di newsfeed," imbuhnya.

Mereka mengakui bahwa temuan ini mungkin tidak berlaku pada semua pengguna Instagram. Namun mereka mengklaim hal ini mewakili apa yang dilakukan algoritma Instagram secara umum.

Mendengar studi ini, Instagram langsung angkat bicara dan membantahnya. Mereka tidak mengutamakan foto tidak pantas melainkan tergantung beberapa faktor seperti ketertarikan user, waktu postingan dan lainnya.

"Ada studi baru yang mengindikasikan kami mendorong konten khususnya karena mengandung semi ketelanjangan. Ini tidak benar," bantah Instagram.

"Kami menampilkan postingan berdasarkan ketertarikan, timeline postingan itu dan faktor lain yang membantu orang menemukan konten paling relevan bagi mereka," tambah Instagram.

Dikutip detikINET dari Mirror, mereka juga menganggap riset tersebut bermasalah. Misalnya saja jumlah sampel begitu kecil dan sistem risetnya juga meragukan.

"Studi ini hanya melihat sampel sangat kecil, yang sepertinya menampilkan konten yang mereka cari. Semakin Anda terlibat dengan postingan tipe tertentu, makin cenderung pula kami menunjukkan postingan yang mirip-mirip,"

"Riset ini cacat dalam beberapa hal dan salah paham tentang bagaimana Instagram bekerja," pungkas situs milik Facebook ini.

Sering Akses Facebook dan YouTube? Awas Terjebak Teori Konspirasi

Pengguna internet yang sering menggunakan media sosial seperti Facebook dan YouTube untuk mencari informasi seputar virus Corona ditemukan lebih mudah percaya akan teori konspirasi seputar penyakit ini.
Hal ini merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Ipsos Mori untuk King's College London. Temuan ini juga memperjelas bagaimana informasi menyesatkan tentang COVID-19 menyebar sekaligus sumbernya.

Dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (18/6/2020) studi yang dilakukan di Inggris ini menemukan 30% responden yang disurvei pada akhir Mei percaya bahwa virus Corona diciptakan di laboratorium, naik 25% dari awal April.

Sementara itu 8% responden percaya gejala COVID-19 terkait dengan pancaran radiasi dari 5G, dan 7% percaya bahwa virus Corona sebenarnya tidak ada. Semua klaim ini telah dibantah oleh ilmuwan.

Studi tersebut mengatakan 60% dari mereka yang percaya bahwa 5G menyebabkan virus Corona mendapatkan informasi mereka dari YouTube, dibandingkan 14% dari mereka yang percaya klaim ini palsu.

Sementara itu, 56% orang yang percaya tidak ada bukti bahwa virus Corona eksis menggunakan Facebook untuk mendapatkan informasi, hampir tiga kali lebih tinggi dari 20% yang tidak percaya dengan klaim itu.

"Ini tidak mengejutkan, mengingat bahwa informasi di media sosial yang menyesatkan atau benar-benar salah," kata dosen senior di King's College London, Daniel Allington.

Studi ini juga menemukan bahwa pengguna media sosial untuk mencari informasi seputar COVID-19 akan lebih mungkin untuk melanggar aturan lockdown yang ditetapkan untuk mencegah penyebaran virus.

Peneliti mengatakan 58% orang yang keluar rumah saat memiliki gejala virus Corona menggunakan YouTube sebagai sumber informasi utama. Sedangkan 37% orang yang didatangi keluarga dan teman di rumahnya menggunakan Facebook sebagai sumber informasi.
https://indomovie28.net/cast/alex-huszar/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar