Nyeri di perut dapat berasal dari kondisi yang mempengaruhi berbagai organ. Organ yang terpengaruh hingga menyebabkan perih dan panas adalah lambung. Selain perih dan panas, terdapat beberapa gangguan yang akan terjadi pada lambung seperti kembung, begah, mual, nyeri pada ulu hati, hingga cegukan.
Medical Manager Divisi Kalbe Consumer Health PT Kalbe Farma TBK, dr Helmin Agustina Silalahi menyebut dari segi kesehatan, jika asam lambung naik maka akan semakin membuat lambung iritasi dan dapat menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung.
"Perlu diingat juga jika keluhan dispepsia dapat juga dilatarbelakangi penyakit lain yang serius seperti gangguan pada usus, pankreas, empedu dan hati yang perlu penatalaksanaan yang lebih serius," ujar dr Helmin kepada detikHealth, baru-baru ini.
Maka dari itu, gejala pada lambung harus diatasi salah satunya dengan menggunakan bahan-bahan herbal yang lebih aman dari bahan kimia seperti dilansir dari Healthline dan berbagai sumber lainnya antara lain:
1. Jahe merah
dr Helmin mengatakan, bahan alami tersebut sudah digunakan turun-temurun untuk mengatasi gangguan saluran cerna bahkan sebelum ada obat-obatan. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan penelitian, efikasi dan keamanannya semakin dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
2. Madu
Madu merupakan makanan kaya antioksidan yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, salah satunya adalah membantu melawan bakteri H. pylori, salah satu penyebab paling umum sakit maag. Konsumsi madu secara teratur dapat membantu mencegah bisul, terutama yang disebabkan oleh bakteri tersebut.
3. Kunyit
Kunyit juga memiliki manfaat untuk mencegah kerusakan pada lambung yang disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Studi terbatas telah dilakukan pada manusia dengan memberi 600 mg kunyit pada 25 peserta. 4 minggu kemudian, borok telah sembuh di 48% peserta sementara 12 minggu kemudian, 76% peserta terbebas dari tukak lambung.
Itulah beberapa bahan herbal yang bisa mengatasi gangguan pada lambung. Namun sebagian orang mungkin merasa kerepotan untuk mengolahnya, untuk itu Anda bisa memilih Promag Herbal dengan kandungan 8 bahan herbal yang diproses secara modern.
Konsumsi Promag Herbal secara teratur untuk meredakan gangguan lambung seperti mual, muntah, perih pada ulu hati, kembung/sebah. Promag Herbal juga bisa diminum langsung atau dicampur dengan air hangat.
Kata WHO Soal Dexamethasone Kurangi Angka Kematian Pasien Corona
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyambut baik hasil uji klinis awal dari Inggris (UK) yang menunjukkan dexamethasone, kortikosteroid, dapat menyelamatkan nyawa bagi pasien yang sakit kritis karena virus Corona COVID-19. Pengobatan dexamethasone terbukti mengurangi sepertiga kematian pasien yang menggunakan ventilator, dan seperlima kematian pasien dengan bantuan oksigen.
DIkutip dari laman resmi WHO, studi menunjukkan manfaat dexamethasone hanya terlihat pada pasien sakit parah dengan virus Corona COVID-19. Studi tidak mengamati pada pasien Corona dengan penyakit ringan.
"Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan virus Corona COVID-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
"Ini adalah berita bagus dan saya mengucapkan selamat kepada Pemerintah Inggris, Universitas Oxford, dan banyak rumah sakit dan pasien di Inggris yang telah berkontribusi pada terobosan ilmiah yang menyelamatkan jiwa ini," lanjut Tedros.
Dexamethasone adalah steroid yang telah digunakan sejak 1960-an untuk mengurangi peradangan dalam berbagai kondisi, termasuk gangguan peradangan dan kanker tertentu. Dexamethasone telah terdaftar dalam 'Daftar Model Obat Esensial WHO' sejak 1977 dalam berbagai formulasi, dan saat ini tidak memiliki paten serta tersedia dengan harga terjangkau di sebagian besar negara.
"Para peneliti berbagi wawasan awal tentang hasil uji coba dengan WHO, dan kami menantikan analisis data lengkap dalam beberapa hari mendatang. WHO akan mengkoordinasikan meta-analisis untuk meningkatkan pemahaman kita secara keseluruhan tentang intervensi ini. Panduan klinis WHO akan diperbarui untuk mencerminkan bagaimana dan kapan obat harus digunakan dalamCOVID-19," begitu keterangan rilis WHO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar