- Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) diperingati hari ini, Rabu (7/4/2021). Salah satu masalah kesehatan yang masih menghantui banyak orang adalah penyakit jantung. Tak heran, sebab penyakit ini disebut sebagai pembunuh nomor 1 di dunia.
Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya 15 dari 1.000 individu di Indonesia mengidap penyakit jantung. Kurangnya aktivitas fisik, melatarbelakangi penyakit ini. Padahal menurut studi, olahraga 30 menit dalam sehari pun cukup untuk menekan risiko penyakit jantung.
"Meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang membuat segalanya serba mudah, lalu membuat kita minim dalam bergerak dan kurang berolahraga," ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam laporan yang diterima detikcom, Rabu (7/4/2021).
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Isman Firdaus turut menjelaskan, olahraga bersepeda ala masyarakat 'kekinian' efektif memangkas risiko penyakit jantung.
Menurutnya, olahraga minimal dilakukan dengan intensitas sebanyak 5 kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit. Namun jika benar-benar tak ada waktu, gowes sepeda amat boleh dijajal.
"Alternatif lain adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit sampai 1 jam sebanyak 3 kali dalam seminggu. Bersepeda dengan rutin akan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen," ujarnya.
Bersepeda disebut sebagai jenis olahraga dengan risiko cedera yang amat minim. Selain mengurangi risiko penyakit jantung, bersepeda kini digandrungi masyarakat lantaran sebagai bagian dari gaya hidup di tengah pandemi COVID-19.
Uniknya lagi, olahraga bersepeda disebut bisa membentuk karakter yang sportif dan berintegritas. Maka itu, jelas olahraga ini disebut tepat dijadikan gaya hidup.
"Olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari dan tidak perlu yang cukup sulit, bersepeda misalnya. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang mudah dan murah," ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.
https://nonton08.com/movies/human-traffic/
Ponsel LG Terancam Mati, Jadi Ingat Nokia dan BlackBerry
Pasar ponsel di Indonesia diprediksi makin bergeliat di tahun 2021. Pandemi COVID-19 nyatanya tidak membuat penjualan ponsel suram. Ini sudah terbukti di tahun 2020.
Tahun lalu, meski pandemi menghajar habis-habisan, pasar ponsel Indonesia masih bisa tumbuh meski angkanya tipis. Berdasarkan Quarterly Mobile Phone Tracker IDC, pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 11,7 juta unit pada 4Q20.
Bila ditotal, sepanjang tahun 2020 ada 36,8 juta perangkat yang dikapalkan ke Tanah Air. Angka tersebut tumbuh 1% dari tahun sebelumnya. IDC memang melihat pasar mengalami penurunan tajam sebesar -18% YoY di paruh pertama tahun 2020. Penyebabnya penurunan tajam adalah penerapan lockdown di sejumlah daerah.
Namun kemudian, pasar dapat pulih dengan cepat di paruh kedua 2020. IDC mencatat terjadi pertumbuhan sebesar 19% YoY. Hal ini didorong oleh tertahannya pembelian karena kekurangan pasokan dan penutupan ritel pada kuartal kedua.
Selain itu, peningkatan utilitas smartphone untuk mendukung berbagai aktivitas bekerja dan belajar dari rumah pun turut menyumbang pertumbuhan ini.
Daya beli konsumen yang lebih rendah dan kebutuhan akan ponsel terjangkau mendorong pertumbuhan segmen low-end mencapai 45% pada tahun 2019. Ini membuat pangsa pasar ponsel kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta mencapai 65%, selain itu memicu persaingan sengit merek-merek utama ponsel Android.
"Pasar smartphone Indonesia mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang mengubah bagaimana cara orang berinteraksi. Kebutuhan akan smartphone melonjak, baik itu untuk mendukung work from home, home based learning, layanan streaming hiburan, atau sekadar berkomunikasi secara virtual," kata Market Analyst IDC Indonesia Risky Febrian, belum lama ini.
Dia menambahkan, penerapan regulasi registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) juga terus menunjukkan hasil yang positif. Hal ini bisa meminimalisir peredaran smartphone ilegal di pasaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar