Rabu, 07 April 2021

DKI Sumbang 862 Kasus, Ini Sebaran 4.860 Kasus Baru COVID-19 RI 7 April

 Pada Rabu (7/4/2021), Indonesia melaporkan penambahan 4.860 kasus baru COVID-19. Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.547.376 kasus COVID-19.

DKI Jakarta menduduki status provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi dengan angka 862 kasus, disusul Jawa Barat dengan 811 kasus, dan Jawa Tengah dengan 535 kasus.


Detail perkembangan virus Corona Rabu (7/4/2021), adalah sebagai berikut:


Kasus positif bertambah 4.860 menjadi 1.547.376

Pasien sembuh bertambah 5.769 menjadi 1.391.742

Pasien meninggal bertambah 87 menjadi 42.064.

Tercatat sebanyak 77.496 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 59.524.


Sebaran 4.860 kasus baru Corona di Indonesia pada Rabu (7/4/2021), sebagai berikut:


DKI Jakarta: 862 kasus

Jawa Barat: 811 kasus

Jawa Tengah: 535 kasus

Jawa Timur: 346 kasus

DI Yogyakarta: 272 kasus

Sulawesi Selatan: 227 kasus

Riau:222 kasus

Bali: 210 kasus

Banten: 163 kasus

Kalimantan Timur: 163 kasus

Kalimantan Selatan: 140 kasus

Sumatera Barat: 129 kasus

Kalimantan Tengah: 81 kasus

Sumatera Utara: 76 kasus

Bangka Belitung: 72 kasus

Sumatera Selatan: 70 kasus

Papua: 60 kasus

Sulawesi Tengah: 57 kasus

Jambi: 47 kasus

Lampung: 44 kasus

Bengkulu: 42 kasus

Kalimantan Barat: 40 kasus

Aceh: 39 kasus

Kepulauan Riau: 34 kasus

Nusa Tenggara Barat: 26 kasus

Papua Barat: 26 kasus

Gorontalo: 16 kasus

Nusa Tenggara Timur: 15 kasus

Maluku Utara: 11 kasus

Kalimantan Utara: 6 kasus

Sulawesi Utara: 6 kasus

Maluku: 6 kasus

Sulawesi Tenggara: 5 kasus

Sulawesi Barat: 1 kasus.

https://nonton08.com/movies/maigret-sets-a-trap/


Kardiolog: Rajin Gowes, Risiko Sakit Jantung Turun Sampai 50 Persen


- Hari Kesehatan Sedunia (World Health Day) diperingati hari ini, Rabu (7/4/2021). Salah satu masalah kesehatan yang masih menghantui banyak orang adalah penyakit jantung. Tak heran, sebab penyakit ini disebut sebagai pembunuh nomor 1 di dunia.

Menurut data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya 15 dari 1.000 individu di Indonesia mengidap penyakit jantung. Kurangnya aktivitas fisik, melatarbelakangi penyakit ini. Padahal menurut studi, olahraga 30 menit dalam sehari pun cukup untuk menekan risiko penyakit jantung.


"Meningkatnya penderita penyakit jantung di Indonesia tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat. Salah satunya adalah kemajuan teknologi yang membuat segalanya serba mudah, lalu membuat kita minim dalam bergerak dan kurang berolahraga," ujar Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam laporan yang diterima detikcom, Rabu (7/4/2021).


Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Dr dr Isman Firdaus turut menjelaskan, olahraga bersepeda ala masyarakat 'kekinian' efektif memangkas risiko penyakit jantung.



Menurutnya, olahraga minimal dilakukan dengan intensitas sebanyak 5 kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit. Namun jika benar-benar tak ada waktu, gowes sepeda amat boleh dijajal.


"Alternatif lain adalah olahraga dengan intensitas sedang selama 30 menit sampai 1 jam sebanyak 3 kali dalam seminggu. Bersepeda dengan rutin akan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50 persen," ujarnya.


Bersepeda disebut sebagai jenis olahraga dengan risiko cedera yang amat minim. Selain mengurangi risiko penyakit jantung, bersepeda kini digandrungi masyarakat lantaran sebagai bagian dari gaya hidup di tengah pandemi COVID-19.


Uniknya lagi, olahraga bersepeda disebut bisa membentuk karakter yang sportif dan berintegritas. Maka itu, jelas olahraga ini disebut tepat dijadikan gaya hidup.


"Olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari dan tidak perlu yang cukup sulit, bersepeda misalnya. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang mudah dan murah," ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari.

https://nonton08.com/movies/traffic-3/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar