Per 6 Februari 2021, tercatat 777.096 tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia sudah menerima vaksin COVID-19 tahap 1. Menurut laporan, angka ini sudah mencakup 49,66 persen dari total sasaran nakes penerima vaksin.
Dari laporan sebelumnya pada Jumat (5/2/2021), jumlah penerima vaksin tahap 1 hari ini bertambah sebanyak 2.212 nakes.
Angka hari ini merupakan akumulasi sejak vaksinasi pertama pada 13 Januari 2021 dengan penerima Presiden Joko Widodo. Saat ini, vaksinasi masih diprioritaskan untuk nakes. Pasalnya, merekalah yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 sehingga memiliki risiko tertular yang tinggi.
Sedangkan untuk vaksin tahap 2, total penerima sebanyak 137.207 nakes, bertambah 16.482 sejak Jumat (5/2/2021). Kementerian Kesehatan klaim, angka ini sudah mencakup 8,77 persen dari total sasaran.
Tercatat, total target nakes penerima vaksin COVID-19 ada sebanyak 1.593.620 orang. Berikut rincian update penerima vaksin COVID-19 di Indonesia per 6 Februari 2021:
Total sasaran vaksin: 181.554.465 orang
Sasaran vaksinasi tenaga kesehatan: 1.593.620 orang
Vaksinasi tahap 1: 777.096 (+ 2.212 orang)
Vaksinasi tahap 2: 137.207 (+ 16 482 orang)
Data ini berdasarkan laporan di akun resmi Kementerian Kesehatan RI pukul 14.00, Sabtu (6/2/2021).
https://indomovie28.net/movies/the-secret-scripture/
Terpopuler Sepekan: Cara Bedakan Batuk Biasa dengan Batuk Akibat COVID-19
Batuk adalah salah satu gejala infeksi virus Corona COVID-19. Namun, karena batuk ini merupakan gejala yang sangat umum, kadang sulit untuk membedakan penyebabnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demam, batuk, dan rasa letih jadi gejala yang paling banyak dialami oleh pasien virus Corona COVID-19. Pada beberapa pasien kadang juga muncul gejala sakit tenggorokan, nyeri, hilangnya fungsi indra penciuman dan pengecap, perubahan warna kulit, hingga diare.
Seorang mungkin tidak sadar gejala umum, seperti batuk, yang dialami merupakan tanda-tanda awal infeksi Corona. Bagaimana sih cara membedakannya?
Berikut contoh beda batuk biasa dengan batuk karena COVID-19:
1. Kemunculan batuk
Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah waktu kemunculan gejala batuk. Menurut spesialis paru-paru dr Budhi Imansyah, SpP, FISR, dari Primaya Hospital Bekasi Barat batuk karena COVID-19 muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas dengan terus-menerus.
Biasanya orang akan batuk karena beberapa hal, misalnya saat terpapar udara kotor atau karena kebiasaan merokok. Nah pada kasus infeksi COVID-19 batuk ini muncul tanpa penyebab tersebut.
2. Batuk kering
Batuk yang disebabkan karena COVID-19 biasanya tanpa disertai dahak atau sering disebut batuk kering. Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing mendeskripsikan soal batuk kering karena COVID-19 terdengar kasar atau berat dan berasal dari paru-paru bagian bawah.
Hanya saja, perlu untuk diketahui dalam beberapa kasus kadang ada juga COVID-19 yang gejalanya merupakan batuk basah. Menurut dr Budhi ini terjadi ketika infeksi sudah dalam tahap menimbulkan pneumonia sehingga paru-paru terisi oleh cairan peradangan.
3. Sesak napas
Batuk karena hal umum atau penyakit seperti pilek dan flu tidak sampai menimbulkan sesak napas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan agar segera mencari bantuan dari medis bila batuk-batuk sampai menimbulkan sesak napas.
"Ketahui tanda-tanda darurat dari COVID-19. Bila seseorang memiliki tanda-tanda ini maka segera cari bantuan medis," tulis CDC seperti dikutip dari situs resminya.
4. Gejala penyerta
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, infeksi COVID-19 dapat menimbulkan berbagai gejala. Bila batuk juga disertai gejala, seperti demam, nyeri, hilangnya fungsi indra penciuman dan perasa, diare, lelah, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan maka bisa jadi itu gejala COVID-19.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar