Batuk adalah salah satu gejala infeksi virus Corona COVID-19. Namun, karena batuk ini merupakan gejala yang sangat umum, kadang sulit untuk membedakan penyebabnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) demam, batuk, dan rasa letih jadi gejala yang paling banyak dialami oleh pasien virus Corona COVID-19. Pada beberapa pasien kadang juga muncul gejala sakit tenggorokan, nyeri, hilangnya fungsi indra penciuman dan pengecap, perubahan warna kulit, hingga diare.
Seorang mungkin tidak sadar gejala umum, seperti batuk, yang dialami merupakan tanda-tanda awal infeksi Corona. Bagaimana sih cara membedakannya?
Berikut contoh beda batuk biasa dengan batuk karena COVID-19:
1. Kemunculan batuk
Hal pertama yang harus kamu perhatikan adalah waktu kemunculan gejala batuk. Menurut spesialis paru-paru dr Budhi Imansyah, SpP, FISR, dari Primaya Hospital Bekasi Barat batuk karena COVID-19 muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas dengan terus-menerus.
Biasanya orang akan batuk karena beberapa hal, misalnya saat terpapar udara kotor atau karena kebiasaan merokok. Nah pada kasus infeksi COVID-19 batuk ini muncul tanpa penyebab tersebut.
2. Batuk kering
Batuk yang disebabkan karena COVID-19 biasanya tanpa disertai dahak atau sering disebut batuk kering. Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing mendeskripsikan soal batuk kering karena COVID-19 terdengar kasar atau berat dan berasal dari paru-paru bagian bawah.
Hanya saja, perlu untuk diketahui dalam beberapa kasus kadang ada juga COVID-19 yang gejalanya merupakan batuk basah. Menurut dr Budhi ini terjadi ketika infeksi sudah dalam tahap menimbulkan pneumonia sehingga paru-paru terisi oleh cairan peradangan.
3. Sesak napas
Batuk karena hal umum atau penyakit seperti pilek dan flu tidak sampai menimbulkan sesak napas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan agar segera mencari bantuan dari medis bila batuk-batuk sampai menimbulkan sesak napas.
"Ketahui tanda-tanda darurat dari COVID-19. Bila seseorang memiliki tanda-tanda ini maka segera cari bantuan medis," tulis CDC seperti dikutip dari situs resminya.
4. Gejala penyerta
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, infeksi COVID-19 dapat menimbulkan berbagai gejala. Bila batuk juga disertai gejala, seperti demam, nyeri, hilangnya fungsi indra penciuman dan perasa, diare, lelah, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan maka bisa jadi itu gejala COVID-19.
https://indomovie28.net/movies/the-final-girls/
Para Suami, Catat 4 Hal yang Bisa Jadi Tanda Istri Lagi Pura-pura Orgasme
Tidak sedikit wanita yang pura-pura orgasme hanya karena takut pasangannya kecewa dan merasa gagal dalam seks. Atau situasi lain, wanita tidak sedang benar-benar menginginkan seks.
Dikutip dari Popculture, Journal of Sexual Medicine menyatakan bahwa wanita memang jago pura-pura orgasme. Bahkan menurut penelitian, di samping 85 persen pria yang merasa sukses membuat pasangannya klimaks saat seks terakhir, hanya 64 persen dari wanita tersebut yang mengaku orgasme.
Fakta ini mungkin tak terdengar menyenangkan bagi pria. Akan tetapi, wanita yang berpura-pura orgasme sebenarnya bisa ditebak lewat beberapa tanda ini:
1. Wanita terlalu 'aktif' bergerak
Sekilas, wanita yang tidak bisa diam, bahkan suka memukul-mukul atau menjambak pasangan terlihat sangat bergairah. Jangan salah, gerak-gerik itu justru bisa jadi pertanda fake orgasm.
Sebenarnya saat mendekati puncak orgasme, tubuh wanita cenderung lebih kaku. Saking menikmatinya, ia tidak akan ada cukup momen untuk bergerak terlalu banyak.
2. Ngos-ngosan berlebihan
Gestur satu ini juga bisa bikin seks kelihatan super bergairah. Namun jangan salah, ngos-ngosan yang berlebihan justru bisa jadi cara wanita pura-pura orgasme.
Dikutip dari Bustle, napas pendek dan kelihatan capek memang bisa jadi tanda orgasme. Namun kalau wanita bisa kembali ke ritme nafas normal dalam sekejap, bisa jadi ngos-ngosan mereka acting. Normalnya, seseorang membutuhkan hitungan menit untuk bisa bernafas normal kembali.
3. Dia terlalu banyak bicara
Beberapa pria terangsang dengan dirty talk. Nyatanya, wanita yang benar-benar di puncak orgasme tak akan terpikir atau sanggup mengeluarkan kata-kata yang menggoda. Sebut saja, wanita terlalu tenggelam dalam kenikmatan.
Terdengar seksi? memang. Tapi ingat, beberapa wanita memang jago bikin adegan seksi ala film-film.
4. Orgasme bersamaan
Wanita cenderung butuh waktu lebih lama daripada pria untuk orgasme. Jadi kalau wanita kelihatan orgasme saat pria sedang di puncak, bisa jadi itu adalah orgasme setting-an.
Tidak ada salahnya membicarakan selera seks dengan pasangan agar semakin mengenal apa yang membuat wanita pasangan klimaks. Selain itu, foreplay yang baik juga bisa membantu wanita mencapai puncak kenikmatan.
https://indomovie28.net/movies/national-treasure-book-of-secrets/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar