Raja Ampat bukan cuma Waisai atau Wayag. Di Distrik Wawarbomi ada sebuah pulau tak berpenghuni yang jadi calon primadona baru Raja Ampat, Pulau Bonbedar.
Potensi Pariwisata Raja Ampat seolah tak ada habisnya untuk dieksplorasi. Beberapa spot wisata baru, kini mulai bermunculan di beberapa pulau tak berpenghuni.
Ini semua berkat inisiasi masyarakat lokal untuk mengembangkan pulau-pulau tersebut menjadi kawasan wisata baru. Salah satunya yakni Pulau Bonbedar.
Pulau mungil nan indah tanpa penghuni itu, terletak di Distrik Wawarbomi Kabupaten Raja Ampat. Letaknya memang agak jauh ke wilayah Pantai Utara.
Traveler yang berangkat dari Waisai bisa menggunakan speedboat dengan jarak tempuh 3 jam pelayaran. Memang cukup lama.
Namun saat tiba di pulau ini, traveler akan disuguhkan dengan suasana dan pemandangan yang menawan. Masih enggak percaya?
Ada hamparan pasir putih yang menyelimuti seluruh pulau. Warna toska biru lautnya menggetarkan. Sepoi angin membelai lembut. Oh, indahnya alam Raja Ampat.
Aktivitas menarik yang bisa dilakukan ditempat ini adalah mancing. Traveler bisa treking mengitari seluruh pulau dengan berjalan kaki. Traveler yang mau diving, menikmati mentari pagi, dan senja yang merona serta surfing bisa bermain di sisi timur pulau.
Bagaimana traveler, kamu sudah tergoda belum?
Indonesia Ditetapkan Jadi Wakil Presiden UNWTO Asia-Pasifik
Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (BPIK) Ni Wayan Giri Adnyani dipercaya memimpin sidang tahunan organisasi pariwisata dunia United Nations World Tourism Organisation (UNWTO) untuk kawasan Asia Pasifik.
Ni Wayan Giri mengatakan para anggota Komisi UNWTO Asia Pasifik melakukan pertemuan tahunan yang ke-31 bertempat di Thimpu, Butan pada Selasa (4/6/2019).
"Pertemuan Komisi UNWTO khusus wilayah Asia Timur dan Pasifik juga mengadakan pertemuan ke-53 di tempat yang sama," ucap Ni Wayan Giri yang juga memimpin sidang tersebut dalam keterangannya, Rabu (12/6/2019).
UNWTO Asia Timur dan Pasifik beranggotakan 19 negara. Adapaun UNWTO Asia Selatan beranggotakan 9 negara sehingga seluruhnya ada 28 negara yang hadir dalam dua sidang pertemuan yang dipimpin oleh Ni Wayan Giri.
Ni Wayan Giri mengatakan pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Luar Negeri Bhutan yang juga merangkap sebagai ketua Tourism Council Bhutan, Sekjen UNWTO, para delegasi negara anggota UNWTO Asia Selatan, Asia Timur dan Pasifik, affiliate members, dan organisasi internasional seperti PATA.
Sebelum menjabat Deputi BPIK, Ni Wayan Giri memang telah memiliki pengalaman kerja sama luar negeri, terutama dengan UNWTO. Hasilnya, pertemuan yang dipimpinnya berjalan lancar dan ia mendapat pujian dari pejabat UNWTO maupun peserta yang hadir.
Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan pertemuan ini membahas program-program kerja UNWTO dan berbagi informasi tentang perkembangan kepariwisataan negara-negara anggota.
Arief mencontohkan program UNWTO yang sedang berjalan di Indonesia yaitu pengembangan UNWTO gastronomy tourism prototype di Ubud, Bali. Program ini dimaksudkan mengembangkan dan mempromosikan produk pariwisata gastronomi inovatif yang menghubungkan sektor publik dan swasta serta menyoroti kontribusinya terhadap pembangunan sosial ekonomi.
Lanjut Arief, beberapa hasil keputusan dalam pertemuan ini yaitu terpilihnya Indonesia sebagai wakil ketua komisi UNWTO kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk jabatan dua tahun mendatang.
Indonesia juga menjadi wakil presiden yang mewakili wilayah Asia Timur dan Pasifik pada Sidang Umum UNWTO ke-23 yang akan dilaksanakan di Saint Petersburg, Rusia pada September mendatang.
"Ini bukti pariwisata Indonesia bukan hanya eksis, tapi juga diperhitungkan di kancah internasional dan bukti pariwisata Indonesia memiliki manajemen yang baik," jelas Arief.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar