Soni Ernata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rutan Mabes Polri, disebut karena sakit. Almarhum meninggal pada Senin (8/2/2021) pukul 19:00 WIB.
Sepekan sebelumnya, Ustadz Maaher baru saja kembali ke Rutan setelah menjalani perawatan di RS Polri. Keluarga sempat meminta dipindahkan ke RS UMMI Bogor.
Sebelumnya, kuasa hukum Ustadz Maheer, Djuju Purwanto, sempat menyebut ada riwayat sakit lambung.
"Karena pada waktu itu, dokter awal beliau sakit usus lambung, luka lambung, itu kan awal diperiksa tuh, dicek sempet diopname di RS UMMI. Kira-kira hampir setahun yang lalu. Saya juga yang dampingi (saat dirawat di RS UMMI). Setahun lalu kira-kira 2020," katanya pada Januari yang lalu.
Sementara itu, sang istri, Iqlima Ayu, menyebut Ustadz Maaher sedang menjalani pengobatan TB usus. Ia juga menyebut ada luka di usus yang membuat kesehatannya menurun.
Dikutip dari Healthline, TB atau tuberkulosis umumnya menginfeksi paru-paru dan sistem pernapasan. Meski demikian, TB juga bisa menyebar lewat peredaran darah dan menyerang berbagai organ lain di luar sistem pernapasan dan disebut extrapulmonary TB.
https://kamumovie28.com/movies/last-christmas/
Mengenal TB Usus, Infeksi yang Diidap Ustadz Maaher Sebelum Meninggal
Soni Ernata atau Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021). Sang istri, Iqlima Ayu, mengungkap Ustadz Maaher sempat berobat karena infeksi TB usus.
Asisten Ustadz Maaher, Djuju Purwanto, sempat menyinggung adanya riwayat luka usus. Ustadz Maaher sempat dirawat di RS Polri karenanya, dan sempat minta pindah untuk dirawat di RS UMMI Bogor.
Ustadz Maaher meninggal di Rutan Bareskrim Pori pada pukul 19.45 WIB. Jenazah disemayamkan dahulu di kediamannya di Pondok Gede Bekasi sebelum dimakamkan di Darul Quran, Tangerang.
Apa itu TB Usus?
Mycobacterium tuberculosis penyebab TB atau tuberkulosis umumnya terjadi di sistem pernapasan, khususnya paru-paru. Namun dalam banyak kasus, infeksi menyebar ke organ lain mulai dari otak (meningitis TB), tulang (TB tulang), hingga payudara (mastitis TB).
Infeksi TB di luar paru-paru dikenal sebagai extra pulmonary TB, yang angka kejadiannya sekitar 20 persen dari kasus TB secara umum. Dari angka tersebut, 10 persen di antaranya terjadi di abdominal atau perut yang antara lain mencakup usus.
Ada berbagai cara infeksi TB bisa sampai ke perut, di antaranya:
masuk bersama makanan dan susu yang terkontaminasi
menyebar dari organ lain melalui darah maupun kelenjar getah bening
lewat cairan paru yang masuk ke perut.
Dikutip dari Healthline, gejala TB usus bisa berupa:
nyeri perut
nafsu makan berkurang
berat badan turun
diare atau konstipasi
mual-muntah
terasa ada massa di dalam perut.
Termasuk juga TB usus, berbagai infeksi TB yang bisa terjadi di area perut antara lain sebagai berikut:
TB esofagus (0,2 hingga 1 persen)
TB lambung (0,4 hingga 2 persen)
TB usus duabelas jari atau duodenum (2 hingga 2,5 persen)
TB jejunum dan ileum (64 persen).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar