Senin, 08 Februari 2021

Hotel-hotel Dijual, Memang Ada yang Mau Beli?

 Bisnis hotel babak-belur oleh pandemi virus Corona (COVID-19). Bahkan pengusaha yang tak mampu bertahan membuka opsi untuk menjual hotel miliknya.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda pun mengungkapkan fenomena hotel-hotel dijual sudah terjadi sejak pertengahan 2020.


"Sebetulnya kan hotel-hotel dijual itu kan mulai dari pertengahan 2020 sudah mulai banyak isu-isu dijual, jual, jual kan karena pastinya kan persaingan ketat, terus omzet pun nggak ada," kata dia kepada detikcom, Minggu (7/2/2021).


Lantas, apakah ada orang berduit yang tertarik membeli hotel yang dijual di tengah pandemi COVID-19 ini? Menurut Ali, di situasi pandemi ini harga hotel sedang murah-murahnya dan tentu menguntungkan bagi calon pembeli.


Sebab, di tengah sepinya tingkat keterisian (okupansi rate) hotel saat pandemi COVID-19 membuat harga jual hotel jatuh.


"Kalau si pembeli itu membeli saat ini sebetulnya bargaining-nya (posisi tawarnya) luar biasa saat ini, diskon sampai 50%-60% karena penilaian hotel saat ini pun kalau kita anggap rata-rata okupansi rate bisa sampai 3% sampai 5% malah kayak yang di Bali segala macam, tapi di Jakarta masih 20% 30% itu penilaiannya bisa jatuh sampai 60% sebetulnya, harga jualnya," ungkapnya.


Dia juga mengatakan bisnis hotel masih menjanjikan untuk jangka panjang, apalagi yang lokasinya dekat tempat wisata.


"Kalau kita ngomong jangka panjang, hotel masih bagus khususnya di daerah wisata. Maka saya lihat sebetulnya hotel-hotel yang saat ini dijual karena memang secara operasional si pemiliknya itu tidak mau penyertaan lagi karena mungkin sudah rugi nih," jelas Ali.


Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran juga menyatakan bahwa hotel-hotel yang dijual saat pandemi harganya miring. Tapi, belum tentu ada yang beli.


"Yang dijual itu pun belum tentu ada upaya orang bisa membeli karena situasi seperti ini, kan belum tentu juga. Dan penjualan itu bukan penjualan normal, penjualan yang memang benar-benar yang harganya sangat-sangat murah karena kondisinya sudah kepepet," tambahnya.

https://indomovie28.net/movies/the-secrets-we-keep/


Cukai Rokok Jadi Pahlawan buat Negara, Ini Buktinya


Cukai hasil tembakau (CHT) alias cukai rokok memiliki peran penting bagi negara. Keberadaan cukai rokok dapat meningkatkan pendapatan pemerintah.

Berdasarkan catatan detikcom yang ditulis Minggu (7/2/2021), pendapatan dari cukai rokok pernah untuk menambal defisit BPJS Kesehatan yang sedang mengalami kesulitan dalam neraca keuangannya.


Pada 2018 BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran mencapai Rp 16,5 triliun. Akhirnya pemerintah memutuskan untuk memberikan suntikan dana dari hasil pendapatan cukai rokok.


Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyediaan Pencairan dan Pertanggungjawaban Dana Cadangan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Dari aturan itu pemerintah akan menyuntikkan dana Rp 4,9 triliun.


Nilai yang diambil untuk dana talangan BPJS Kesehatan adalah 75% dari separuh pajak yang didapat. Cukai rokok yang diterima tahun 2018 sendiri mencapai Rp 159,6 triliun.


Bila dilihat dalam laporan realisasi APBN, selama sepuluh tahun terakhir realisasi penerimaan cukai memang hampir selalu mencapai target, kecuali pada 2015 dan 2016. Pendapatan cukai pada 2019 adalah sebesar Rp 172,4 triliun, meningkat 8,04% dibandingkan pada 2018.


Pendapatan cukai didominasi pendapatan cukai hasil tembakau yaitu sekitar 96%. Dalam APBN 2021, pemerintah mematok penerimaan cukai sebesar Rp 180 triliun. Secara spesifik, target penerimaan cukai hasil tembakau pada 2021 sebesar Rp 173,78 triliun atau lebih tinggi 5,3% dibanding target tahun 2020 senilai Rp 164,94 triliun.

https://indomovie28.net/movies/the-secrets/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar