Belakangan heboh soal pandemi Corona di Indonesia yang diprediksi baru selesai 10 tahun ke depan. Bloomberg memprediksi hal tersebut berdasarkan cakupan vaksinasi setiap negara termasuk RI.
Namun, estimasi tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI terkait prediksi pandemi di Indonesia berdasarkan hitungan vaksinasi menunjukkan hasil estimasi berbeda.
Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono mengunggah hasil tim riset FKM UI soal perhitungan pandemi Corona di RI.
"Prediksi Indonesia tuntaskan vaksinasi sampai 10 tahun bisa saja terjadi kalau TIDAK lakukan strategi vaksinasi yg cerdas & inovatif untuk kendalikan Pandemi. Tim FKMUI buat simulasi strategi vaksinasi yg komprehensif. Kita bisa lebih cepat dg strategi pilihan yg tepat," jelasnya dalam akun media sosial pribadinya.
Disebutkan, pandemi bisa usai di September 2021 jika vaksinasi COVID-19 berjalan seperti berikut.
Jumlah vaksinator: 31 ribu orang
Jumlah vaksinasi/vaksinator/hari: 30 orang (per hari 1 orang vaksinator menyuntik vaksin ke 30 orang)
Perhitungan dimulai dari tanggal awal program vaksinasi pada masyarakat, yaitu 3 Maret 2021.
Sementara cakupan vaksinasi yang diperlukan disebut harus mencapai 70.980.000 orang, dengan jumlah vaksinasi per hari 930 ribu suntikan. Dengan begitu target vaksinasi disebut tim FKM UI tercapai dalam 167 hari.
Berikut detailnya:
Cakupan yang diperlukan: 39 persen
Jumlah orang perlu divaksinasi: 70.980.000 orang
Jumlah pemberian vaksin: 141.960.000 suntikan
Jumlah vaksinasi per hari: 930.000 suntikan
Target vaksinasi tercapai dalam: 167 hari
Tanggal target vaksinasi tercapai: 15 Agustus 2021 hingga September 2021
Hasil perhitungan tersebut didapat berdasarkan asumsi efikasi vaksin Corona Sinovac bisa memberikan perlindungan optimal setelah 14 hari usai dosis kedua diberikan,
"Hasil estimasi wabah mulai terkendali di September 2021. terjadi penurunan kasus baru secara konsisten," ungkap hasil riset tersebut.
"Hasil dapat lebih cepat dengan tambahan vaksin Pfizer, AstraZeneca, dan Novavax yang mempunyai efikasi lebih tinggi. Jika jumlah dan kapasitas vaksinator ditambah, pelibatan swasta dan kapasitas cold chain," jelas riset tersebut.
https://nonton08.com/movies/the-secrets-we-keep/
Jubir Satgas COVID-19 Ajak Penyintas COVID-19 Donor Plasma Darah, Ini Caranya
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat yang sudah sembuh dari COVID-19 untuk membantu para pasien Corona. Hal ini dilakukan dengan cara mendonorkan plasma konvalesen atau plasma darah.
"Dalam kesempatan hari ini, saya juga ingin mengajak masyarakat yang sudah sembuh dari COVID-19 untuk dapat membantu penderita COVID-19 lainnya melalui donor plasma konvalesen," kata Prof Wiku dalam konferensi pers di YouTube Sekretaris Presiden, Selasa (9/2/2021).
"Melalui donor plasma konvalesen ini, penyintas covid-19 dapat membantu penderita COVID-19 agar dapat pulih dan sembuh dari penyakitnya," lanjutnya.
Jika para penyintas COVID-19 ingin ikut membantu dengan mendonorkan plasma konvalesen, bisa mendaftarkan diri melalui website plasmakonvalesen.covid19.go.id. Selain itu, bisa juga melalui aplikasi Ayo Donor PMI atau menghubungi call center di 117 ext 5.
"Plasma konvalesen untuk membantu saudara kita yang menderita COVID-19 merupakan upaya yang mulia, dan sekaligus bentuk rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas kesembuhan yang telah diberikannya," pungkas Prof Wiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar