Senin, 20 Januari 2020

Kawasan Samota di NTB Akan Dijadikan Cagar Biosfer Dunia

Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota) di NTB akan diresmikan sebagai salah satu cagar biosfer dunia. 3 Tempat ini punya keunggulan yang diakui internasional.

Rencananya peresmian akan dilakukan dalam agenda The International Co-ordinating Council Of The Man, And The Biosphere Programme (MAB-ICC) UNESCO di Paris, Prancis, pada 17-21 Juni 2019 mendatang.

"Sekarang sedang dilaksanakan sidang ICC MAB di Paris, Insya Allah agenda utamanya menetapkan kawasan tersebut sebagai cagar biosfer," ungkap Kasubag Tata Usaha Balai Taman Nasional Gunung Tambora, Deny Rahady saat dihubungi detikTravel Senin (17/06/2019).

Pada sidang jelang peresmian itu dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah. Kepala Balai TNGT, Bupati Bima, Bupati Dompu, Walikota Bima dan Dirjen KSDAE.

"Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Pemerintah Kabupaten Dompu, Sumbawa dan Bima telah hadir di sana," ujarnya.

Faktor yang mendorong dijadikannya Samota sebagai cagar biosfer berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Samota juga merupakan lokasi dari Gunung Tambora, bekas salah satu erupsi volcano terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Selain itu, ada kriteria khusus untuk menjadi Cagar Biosfer, salah satunya harus sustainable (pola keberlanjutan) dan yang menjadi catatan penting, cagar biosfer tidak boleh ada illegal hunting, illegal fishing dan illegal logging.

Penetapan Samota sebagai cagar biosfer dunia akan turut mendorong terwujudnya cita-cita konvensi keanekaragaman hayati, menjadi media kerja sama antar pengelola cagar biosfer di seluruh dunia, dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah dan pemantauan global serta pelatihan pakar dari seluruh dunia.

4 Tempat Wisata Sejarah di Subang yang Seru Buat Liburan

Subang ternyata punya destinasi wisata sejarah yang seru untuk dikunjungi traveler. Libur akhir pekan di Subang jadi makin asyik.

Subang rupanya punya destinasi wisata sejarah yang tak kalah menarik dengan daerah lainnya di Jawa Barat. Menurut Nova Farida Lestari, Founder Komunitas Indonesia Hidden Heritage, setidaknya ada 4 tempat yang mesti traveler kunjungi di Subang.

Dihimpun detikcom, Senin (17/6/2019), berikut 4 destinasi tersebut:

1. Situs Nay Subang Larang

Situs Nay Subang Larang bisa menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik bagi keluarga. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang sarat sejarah.

Di Situs Nay Subang Larang, traveler bisa mengajak anak mengenal sejarah dan budaya dengan melihat langsung peninggalan arkeologi Sunda zaman Kerajaan Pajajaran.

Situs Nay Subang Larang dahulu merupakan tempat tinggal Nay Subang Larang, istri raja Pajajaran Prabu Siliwangi. Untuk mencapai gerbang situs, pengunjung harus melalui hutan jati kemudian berjalan kaki melewati pohon-pohon bambu serta area persawahan.

Situs yang terletak di Teluk Agung, Desa Nagerang, Subang itu ditemukan pada 1979 serta diresmikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat pada 30 Juni 2011.

Bagi traveler yang akan pelesir ke sana disarankan mengenakan sepatu yang nyaman dan antislip agar tidak tergelincir saat terpaksa harus melalui jalanan yang basah.

2. Wisma Karya

Wisma Karya juga menarik dikunjungi karena merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kolonial Belanda. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 1 hektar.

Wisma Karya menjadi menjadi simbol kejayaan perusahaan perkebunan bernama Pamanoekan-Tjiasem Landen (P&T Land) yang memonopoli lahan-lahan di Subang. P&T Land dimiliki warga negara Belanda sekaligus saudagar kopi bernama Peter Wellem Hofland.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar