Liburan ke Maldives jadi sesuatu hal yang cukup mahal dan idaman para traveler. Kalau gratis menginap dan bekerja di sana sementara, mau?
Inilah yang ditawarkan oleh resor mewah Coco Palm Dhuni Klohu di Maldives. Mereka mencari anak magang yang bersedia untuk liburan dan membantu kehidupan penyu di laut sekitar resor. Wah, mantap banget nih!
Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2019) Coco Palm Dhuni Klohu di Maladewa menawarkan bagi anak muda berusia 18 tahun ke atas untuk menginap selama 14 hari di resor mewah mereka. Traveler akan mendapatkan sajian makanan lezat, penerbangan, akomodasi vila dan beberapa kegiatan rekreasi.
Namun, ada sebuah tugas yang harus dikerjakan untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Peserta harus bersedia untuk menjaga penyu yang ada di sekitar resor. Mulai dari memberi makan, membersihkan tempat tinggal, mengawasi operasional, pergi untuk misi penyelamatan dan mengumpulkan penyu yang diambil dari laut untuk dilepas kembali.
Meski tidak mendapatkan upah dalam bentuk uang, peserta masih akan mendapatkan keuntungan lain. Yakni bekerja dengan spesialis penyu terkemuka asal Inggris, Claire Petros. Menarik bukan?
Nah, menarik bukan untuk menambah pengetahuan sekaligus berlibur dengan suasana baru? Untuk mendaftar, calon peserta tidak perlu memiliki pengalaman khusus. Hanya ketertarikan pada dunia kelautan, serta mengirimkan video berdurasi 2-3 menit dan menulis esai 500 kata kenapa traveler pantas untuk ikut program tersebut ke Coco Palm.
Program magang ini pun akan berlangsung pada bulan Agustus 2019. Bagaimana, kamu tertarik?
Ikut Open Trip Bareng Artis, Tetap Perhatikan Kualitas Ya!
Baru-baru ini ada tren open trip bareng artis, contohnya bersama Lucinta Luna ke Australia. Meski begitu, traveler tetap harus memperhatikan kualitas dari pihak operator.
Tidak salah ikut open trip bareng artis idola. Ini menjadi sebuah pengalaman baru. Dari jalan-jalan, kita juga dapat mengenal dengan seleb yang biasanya hanya dilihat melalui layar kaca.
Namun, jangan sembarangan ikut open trip, cuma gara-gara ada artisnya. Jangan sampai open tripnya berkualitas buruk hingga berbuah nestapa. Menurut pengamat sosial Program Vokasi Universitas Indonesia, Devie Rahmawati, orang Indonesia masih lemah dalam literasi hukum. Hal ini kemudian mendasari seseorang yang mudah percaya untuk cenderung setuju dalam semua kesepakatan, termasuk dalam membeli jasa tur wisata.
Menurutnya, para pengguna jasa juga harus cerdas dalam memilih jenis agen tur. Sehingga, perjalanan pun terjamin aman dan nyaman. Jangan mudah tergiur embel-embel: ada artisnya.
"Bagi para traveler juga dengan serius meminta jaminan dari penawar jasa, yang misalnya dituangkan dalam perjanjian. Orang Indonesia lemahnya, karena kita masyarakat yang komunal, sangat sosial sehingga mudah sekali percaya dengan orang lain. sehingga hukum tidak diperhatikan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon Senin (10/6/2019).
Pengguna jasa juga harus meminta detil perjalanan dan hak serta kewajiban yang harus dilakukan. Ini untuk mendapatkan kejelasan agar perjalanan berjalan dengan semestinya dan meminimalisir hambatan.
"Seharusnya harus ada detail, traveler dapat apa, hak dan kewajibannya apa. Dituangkan dalam materai perjanjian dan sebagainya. Sehingga, bagi penawar promo juga tidak sembarangan," tambahnya.
Lanjut Devie, hal ini karena open trip bersama public figure berkesinambungan antara sejumlah pihak. Public figure dan agen tur, masing-masing mereka harus menjaga reputasi agar mendapatkan kepercayaan dari publik, begitupun dengan konsumen yang mendapatkan hak dengan semestinya.
"Alasannya jelas karena ini menyangkut nama baik semua orang, apalagi selebritis. Ini satu permintaan rasional. Penipuan berkedok travel sudah seringkali terjadi. Nah ini kemudian harus selalu diingatkan pada masyrakat kita yang literasi hukumnya masih sangat rendah. Jadi jangan merasa gengsi bertanya soal hukum, untuk belajar dari orang yang tertipu dan jadi bentuk tanggung jawab travel agent," imbuh Devie.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar