Total sebanyak 2.552.265 orang di Indonesia hingga Sabtu (6/3/2021) telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Angka ini mencapkup 6,33 persen dari target vaksinasi hingga tahap 2 yakni sebanyak 40.349.051 orang.
Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua, jumlah penerima telah mencapai 1.130.542 orang atau 2,8 persen dari total target vaksinasi hingga tahap 2.
Pada kelompok lansia, sebanyak 206.025 orang telah mendapat suntikan pertama atau 0,96 persen dari target. Dosis kedua baru diterima 2 lansia.
Berikut detail perkembangan vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga Sabtu (6/3/2021) pukul 14.00 WIB:
Total Sasaran Vaksinasi: 181.484.465
Total SDM Kesehatan, Petugas Publik, dan Lansia: 40.349.051
Total Penerima Vaksinasi-1: 2.552.265
Total Penerima Vaksinasi-2: 1.130.524
Target SDM Kesehatan: 1.468.764
Vaksinasi-1 SDM Kesehatan: 1.741.784
Vaksinasi-2 SDM Kesehatan: 1.126.353
Target Petugas Publik: 17.327.169
Vaksinasi-1 Petugas Publik: 604.456
Vaksinasi-2 Petugas Publik: 4.169
Target Lansia: 21.553.118
Vaksinasi-1 Lansia: 206.025
Vaksinasi-2 Lansia: 2
https://indomovie28.net/movies/serendipity-2/
WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19 pada 15 Maret
Tim ahli dari organisasi kesehatan dunia WHO telah menyelesaikan investigasi di Wuhan untuk mengungkap asal usul virus Corona COVID-19. Hasilnya akan dipublikasikan dalam waktu dekat.
"Saat ini dijadwalkan pada 14-15 Maret," kata Peter Ben Embarek, kepala misi investigasi, dalam temu media di Jenewa, dikutip dari Reuters, Minggu (7/2/2021).
Ben Embarek yang merupakan pakar penularan penyakit dari hewan ke manusia mengatakan pada akhir misi bilan lalu, bahwa virus kemungkinan berasal dari kelelawar. Namun belum diketahui bagaimana bisa meloncat ke manusia.
Kemungkinan virus bocor dari laboratorium telah dibantahnya.
Semula, tim WHO sempat menjadwalkan untuk mengumumkan hasil awal investigasi yang dilakukan. Namun rencana ini batal.
"Apa yang dilakukan tim adalah bekerja sangat keras untuk menyelesaikan laporan utuh sehingga kita bisa menyampaikan diskusi yang layak seputar laporan tersebut," kata Mike Ryan, pakar kedaruratan WHO.
Corona B117 yang Sudah Masuk RI Diprediksi Akan Mendominasi, Ini Risikonya
Heboh soal dua kasus Corona B117 yang ditemukan di Indonesia. Varian ini mulanya merebak di Inggris dan terjadi lonjakan kasus COVID-19 di Desember lalu.
Dijelaskan Riza Arief Putranto, peneliti genomik molekuler dan anggota Konsorsium COVID-19 Genomics UK, data terakhir menunjukkan peningkatan gejala dan meningkatnya angka mortalitas dari varian Corona B117.
"Data terakhir dari New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG), jadi grup yang memberikan nasihat kepada pemerintah Inggris terkait dengan varian baru, secara umum menunjukkan peningkatan gejala dan peningkatan mortalitas, tapi ini potensinya sebanyak maksimal 35 persen," sebut Riza dalam diskusi online CISDI Sabtu (6/3/2021).
Meski begitu, Riza menyebut data ini masih menjadi perdebatan para ahli lantaran belum bisa dipastikan apa penyebab peningkatan gejala dan angka kematian terkait hubungan dengan varian Corona B117.
"Tetapi ini menjadi indikasi kita bersama untuk hati-hati," lanjutnya mewanti-wanti.
Awal mula varian Corona B117
Lebih lanjut, Riza menyebut varian Corona B117 mulanya dinamakan VUI-202012/01. Kode tersebut diartikan varian under investigation, yang ditemukan pada Desember.
Artinya, varian ini masih dalam investigasi atau pemeriksaan lebih lanjut. Namun, setelah beberapa data dari saintis di dunia muncul, Riza menyebut penularan dari varian Corona B117 terbukti meningkat hingga 50-70 persen dan nama varian berubah dari VUI menjadi (varian of concern) VOC.
"Varian yang menjadi perhatian karena penularannya lebih cepat. Ada potensi membuat orang lebih banyak ke RS, menimbulkan potensi kematian, meskipun risetnya masih terus berjalan," kata Riza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar