Vaksinasi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok tengah digencarkan oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tujuannya agar penyebaran penyakit dapat dihentikan.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebutkan, mencapai kekebalan kelompok mungkin cara yang baik untuk menghentikan atau mengendalikan penyebaran virus corona baru yang menyebabkan COVID-19.
Dikutip dari Healthline, kekebalan kelompok dapat terjadi ketika banyak orang dalam satu komunitas menjadi kebal terhadap penyakit menular sehingga menghentikan penyebaran penyakit. Penyebaran penyakit ini dapat dihentikan dengan dua acara:
Banyak orang tertular penyakit dan pada waktunya membangun respons kekebalan terhadapnya (kekebalan alami)
Banyak orang divaksinasi untuk melawan penyakit untuk mencapai kekebalan.
Terdapat perdebatan berlangsung di antara pemerintah, ahli, dan masyarakat menanggapi kedua cara tersebut. Hal yang dikedepankan oleh berbagai pihak adalah bagaimana pilihan tersebut tidak mencelakai dan dapat menyelamatkan banyak orang.
Hingga saat ini dapat dikatakan vaksin menjadi harapan agar herd immunity tercapai agar dapat menghentikan penyebaran virus secapatnya.
Tetapi, para ahli mengatakan orang masih bisa menyebarkan dan mengembangkan COVID-19 setelah mereka mendapatkan vaksin.
Setelah menerima vaksin, masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.
Melakukan vaksinasi ke sebanyak mungkin orang sedang diupayakan oleh berbagai pihak. Para ahli memperkirakan bahwa 70 hingga 90 persen orang mungkin perlu kebal terhadap virus untuk mencapai kekebalan kelompok.
Untuk mencapai hal di atas waktu yang diperlukan untuk mencapai kekebalan kelompok bergantung pada seberapa cepat vaksin diproduksi, dikirim, dan diberikan.
https://indomovie28.net/movies/aib-cyberbully/
Update Vaksinasi COVID-19: Sudah 2.552.265 Orang Disuntik Dosis-1 Per 6 Maret
Total sebanyak 2.552.265 orang di Indonesia hingga Sabtu (6/3/2021) telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Angka ini mencapkup 6,33 persen dari target vaksinasi hingga tahap 2 yakni sebanyak 40.349.051 orang.
Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua, jumlah penerima telah mencapai 1.130.542 orang atau 2,8 persen dari total target vaksinasi hingga tahap 2.
Pada kelompok lansia, sebanyak 206.025 orang telah mendapat suntikan pertama atau 0,96 persen dari target. Dosis kedua baru diterima 2 lansia.
Berikut detail perkembangan vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga Sabtu (6/3/2021) pukul 14.00 WIB:
Total Sasaran Vaksinasi: 181.484.465
Total SDM Kesehatan, Petugas Publik, dan Lansia: 40.349.051
Total Penerima Vaksinasi-1: 2.552.265
Total Penerima Vaksinasi-2: 1.130.524
Target SDM Kesehatan: 1.468.764
Vaksinasi-1 SDM Kesehatan: 1.741.784
Vaksinasi-2 SDM Kesehatan: 1.126.353
Target Petugas Publik: 17.327.169
Vaksinasi-1 Petugas Publik: 604.456
Vaksinasi-2 Petugas Publik: 4.169
Target Lansia: 21.553.118
Vaksinasi-1 Lansia: 206.025
Vaksinasi-2 Lansia: 2
WHO Bakal Umumkan Asal-usul COVID-19 pada 15 Maret
Tim ahli dari organisasi kesehatan dunia WHO telah menyelesaikan investigasi di Wuhan untuk mengungkap asal usul virus Corona COVID-19. Hasilnya akan dipublikasikan dalam waktu dekat.
"Saat ini dijadwalkan pada 14-15 Maret," kata Peter Ben Embarek, kepala misi investigasi, dalam temu media di Jenewa, dikutip dari Reuters, Minggu (7/2/2021).
Ben Embarek yang merupakan pakar penularan penyakit dari hewan ke manusia mengatakan pada akhir misi bilan lalu, bahwa virus kemungkinan berasal dari kelelawar. Namun belum diketahui bagaimana bisa meloncat ke manusia.
Kemungkinan virus bocor dari laboratorium telah dibantahnya.
Semula, tim WHO sempat menjadwalkan untuk mengumumkan hasil awal investigasi yang dilakukan. Namun rencana ini batal.
"Apa yang dilakukan tim adalah bekerja sangat keras untuk menyelesaikan laporan utuh sehingga kita bisa menyampaikan diskusi yang layak seputar laporan tersebut," kata Mike Ryan, pakar kedaruratan WHO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar