Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada tahap 2 untuk kelompok lansia dan petugas pelayanan publik. Pemerintah menargetkan 22 juta lansia bisa terima vaksin COVID-19.
Salah satu lansia yang terdaftar mengikuti program vaksinasi COVID-19 yakni Prof Dr Emil Salim, MA, 91 tahun, yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto. Ia mendapat vaksin di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta Kampus Hang Jebat, Kebayoran, Jakarta Selatan.
Sebelum disuntik, Emil dengan sabar mengikuti proses vaksinasi mulai dari registrasi, skrining, sampai momen penyuntikan. Petugas medis memeriksa tekanan darah Emil Salim, mengecek suhu, dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatannya.
"Tensinya 135 ya pak," ujar salah satu petugas kesehatan kepada Emil Salim.
Setelah itu, Emil Salim diarahkan menuju meja selanjutnya untuk disuntik. Di meja ini, ia diajak mengobrol oleh petugas kesehatan sehingga proses penyuntikan menurutnya sama sekali tak berasa.
"Oh sudah selesai? Cepat ya," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI ke-3 pada 2010-2014 itu.
Setelah menerima dosis vaksin yang pertama, ia diarahkan menuju ruang observasi sembari menunggu 30 menit. Emil Salim mengaku tidak mengalami keluhan saat observasi dan diizinkan pulang tak lama setelahnya.
"Saya tidak berasa apa-apa baru saja yang menggulung tangan baju udah disuruh turunkan lagi," kelakarnya.
https://kamumovie28.com/movies/the-turning/
Logo Baru Amazon Disebut Mirip Kumis Hitler
- Amazon melakukan rebranding dengan mengganti desain logonya. Namun raksasa e-commerce ini malah bikin heboh karena banyak berkomentar logo barunya menyerupai kumis tokoh partai Nazi Jerman Adolf Hitler.
Bulan lalu, perusahaan milik orang terkaya dunia Jeff Bezos ini merilis update untuk aplikasi belanjanya, lengkap dengan logo baru. Amazon menanggalkan desain lama dengan keranjang belanja, menambahkan panah yang terlihat seperti garis senyuman, dan mengganti selotip biru pada kotak paket dengan desain bergerigi.
Diposisikan di atas panah yang seperti senyuman, selotip biru inilah yang disebut seperti kumis diktator Jerman Adolf Hitler. Sejumlah pengguna Twitter mencuit tentang hal ini dan ramai membahasnya.
Menanggapi hal ini, juru bicara Amazon Craig Andrews tidak secara langsung membahas klaim logo baru mereka dengan kumis Hitler. Andrews hanya menjelaskan secara umum bahwa logo baru ini dimaksudkan untuk rebranding.
"Kami merancang ikon baru untuk memicu kegembiraan ketika pelanggan memulai perjalanan belanja mereka di ponsel mereka, seperti yang mereka lakukan ketika mereka melihat kotak dari kami tiba di depan pintu mereka," ujarnya.
Sementara itu, Jason Forrest Creative Director di firma desain grafis Digital Ink menyebutkan, media sosial telah mempermudah orang mengkritik dan mempertimbangkan citra sebuah merek perusahaan.
Menurutnya, dalam beberapa hal, umpan balik dari publik seperti ini, sebenarnya dapat membantu proses desain kreatif. "Saya pikir demikian, internet lebih sensitif pada hal-hal seperti ini,"komentarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar