Sabtu, 06 Maret 2021

Diet Sampai Tak BAB Berhari-hari, Amankah? Catat, Ini Pesan Dokter Gizi

 Punya berat badan ideal jadi dambaan mayoritas kaum hawa. Tak sedikit dari mereka mengikuti program diet agar berat badan turun dan badan menjadi ideal.

Di media sosial, ramai soal tren diet yang membuat pengikutnya tidak buang air besar (BAB) sampai berhari-hari. Tak sedikit yang percaya makin jarang BAB maka pola diet yang dilakukan makin baik.


"'Diet yang baik ketika orang jarang BAB' itu hoaks. Justru frekuensi BAB kita yang setiap hari itu menunjukkan saluran cerna kita berfungsi baik," kata spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda, SpGK, kepada detikcom, Sabtu (6/3/2021).


Saat ini banyak yang ikut program diet, padahal belum tentu sehat. Jarang BAB bukan berarti asupan gizi terserap baik oleh tubuh.


Semua makanan yang diasup tetap butuh ada yang dikeluarkan sebagai tanda metabolisme tubuh berjalan dengan baik.


"Kita sering BAB pun tandanya asupan gizi terserap. Idealnya adalah setiap hari, toh kita makan setiap hari jadi BAB pun sebaiknya tiap hari," ujarnya.


Menurut dr Diana, yang terjadi pada mereka yang diet instan dan ketat sampai tak BAB berhari-hari disebabkan oleh penyusutan kalori berlebihan. Apa yang mereka makan sangat sedikit sehingga terjadi defisiensi kalori yang sangat besar. Ini lah yang membuat berat badan turun drastis.


Banyak juga yang percaya bahwa tidak makan sayur berpengaruh pada penurunan berat badan yang signifikan. Padahal, diet yang baik adalah dengan menjaga pola makan dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang.


"Dia nggak makan sayur, padahal sayur itu salah satu sumber mikronutrien terutama vitamin dan mineral dan serat. kita mau diet itu pun harus dengan pola makan bergizi seimbang," pungkasnya.

https://kamumovie28.com/movies/way-back-home-2/


Momen Emil Salim Eks Menteri Lingkungan Hidup Vaksinasi COVID-19 di Umur 91


Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sudah masuk pada tahap 2 untuk kelompok lansia dan petugas pelayanan publik. Pemerintah menargetkan 22 juta lansia bisa terima vaksin COVID-19.

Salah satu lansia yang terdaftar mengikuti program vaksinasi COVID-19 yakni Prof Dr Emil Salim, MA, 91 tahun, yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup era Presiden Soeharto. Ia mendapat vaksin di Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BPPK) Jakarta Kampus Hang Jebat, Kebayoran, Jakarta Selatan.


Sebelum disuntik, Emil dengan sabar mengikuti proses vaksinasi mulai dari registrasi, skrining, sampai momen penyuntikan. Petugas medis memeriksa tekanan darah Emil Salim, mengecek suhu, dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatannya.


"Tensinya 135 ya pak," ujar salah satu petugas kesehatan kepada Emil Salim.


Setelah itu, Emil Salim diarahkan menuju meja selanjutnya untuk disuntik. Di meja ini, ia diajak mengobrol oleh petugas kesehatan sehingga proses penyuntikan menurutnya sama sekali tak berasa.


"Oh sudah selesai? Cepat ya," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI ke-3 pada 2010-2014 itu.


Setelah menerima dosis vaksin yang pertama, ia diarahkan menuju ruang observasi sembari menunggu 30 menit. Emil Salim mengaku tidak mengalami keluhan saat observasi dan diizinkan pulang tak lama setelahnya.


"Saya tidak berasa apa-apa baru saja yang menggulung tangan baju udah disuruh turunkan lagi," kelakarnya.

https://kamumovie28.com/movies/way-back-home/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar