- Amazon melakukan rebranding dengan mengganti desain logonya. Namun raksasa e-commerce ini malah bikin heboh karena banyak berkomentar logo barunya menyerupai kumis tokoh partai Nazi Jerman Adolf Hitler.
Bulan lalu, perusahaan milik orang terkaya dunia Jeff Bezos ini merilis update untuk aplikasi belanjanya, lengkap dengan logo baru. Amazon menanggalkan desain lama dengan keranjang belanja, menambahkan panah yang terlihat seperti garis senyuman, dan mengganti selotip biru pada kotak paket dengan desain bergerigi.
Diposisikan di atas panah yang seperti senyuman, selotip biru inilah yang disebut seperti kumis diktator Jerman Adolf Hitler. Sejumlah pengguna Twitter mencuit tentang hal ini dan ramai membahasnya.
Menanggapi hal ini, juru bicara Amazon Craig Andrews tidak secara langsung membahas klaim logo baru mereka dengan kumis Hitler. Andrews hanya menjelaskan secara umum bahwa logo baru ini dimaksudkan untuk rebranding.
"Kami merancang ikon baru untuk memicu kegembiraan ketika pelanggan memulai perjalanan belanja mereka di ponsel mereka, seperti yang mereka lakukan ketika mereka melihat kotak dari kami tiba di depan pintu mereka," ujarnya.
Sementara itu, Jason Forrest Creative Director di firma desain grafis Digital Ink menyebutkan, media sosial telah mempermudah orang mengkritik dan mempertimbangkan citra sebuah merek perusahaan.
Menurutnya, dalam beberapa hal, umpan balik dari publik seperti ini, sebenarnya dapat membantu proses desain kreatif. "Saya pikir demikian, internet lebih sensitif pada hal-hal seperti ini,"komentarnya.
https://kamumovie28.com/movies/our-way-back/
Hari Tanpa Bayangan di Jakarta Terjadi Siang Ini, Catat Jamnya
Bagi kamu yang tengah berada di Jakarta baiknya tidak melewatkan fenomena alam hari tanpa bayangan yang akan berlangsung siang ini, Kamis (4/3/2021). Agar tidak terlewat, catat jamnya ya detikers.
Berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) fenomena hari tanpa banyakan di Jakarta akan terjadi pukul 12.04.24 WIB. Di saat itulah Matahari akan berada di atas wilayah ibukota.
"Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga ketika tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari," tutur Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan.
Andi menjelaskan bahwa hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun di setiap kota-kota yang terletak di Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Selatan).
Sementara, untuk kota-kota yang terletak di Garis Balik dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan sekali setahun, yakni ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember).
"Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun," sebut Andi.
Setelah Jakarta, hari tanpa bayangan akan pula terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Agar dapat melihat fenomena alam ini, catat jadwalnya berikut ini:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar