Bagi kamu yang tengah berada di Jakarta baiknya tidak melewatkan fenomena alam hari tanpa bayangan yang akan berlangsung siang ini, Kamis (4/3/2021). Agar tidak terlewat, catat jamnya ya detikers.
Berdasarkan informasi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) fenomena hari tanpa banyakan di Jakarta akan terjadi pukul 12.04.24 WIB. Di saat itulah Matahari akan berada di atas wilayah ibukota.
"Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga ketika tengah hari, sehingga fenomena ini dapat disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari," tutur Andi Pangerang, Peneliti Pusat Sains Antariksa Lapan.
Andi menjelaskan bahwa hari tanpa bayangan terjadi dua kali dalam setahun di setiap kota-kota yang terletak di Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Selatan).
Sementara, untuk kota-kota yang terletak di Garis Balik dan Garis Balik Selatan akan mengalami hari tanpa bayangan sekali setahun, yakni ketika Solstis Juni (21/22 Juni) maupun Solstis Desember (21/22 Desember).
"Di luar wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di atas kepala kita (zenit) ketika tengah hari sepanjang tahun," sebut Andi.
Setelah Jakarta, hari tanpa bayangan akan pula terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Agar dapat melihat fenomena alam ini, catat jadwalnya berikut ini:
Sumatera
- Sabang 4 April 12.41.47 WIB
- Banda Aceh 3 April 12.42.00 WIB
- Medan 29 Maret 12.30.10 WIB
- Gunung Sitoli 23 Maret 12.36.18 WIB
- Padang 18 Maret 12.26.42 WIB
- Pekanbaru 21 Maret 12.21.28 WIB
- Tanjung Pinang 23 Maret 12.08.49 WIB
- Jambi 16 Maret 12.14.14 WIB
- Bengkulu 11 Maret 12.21.00 WIB
- Palembang 13 Maret 12.10.33 WIB
- Pangkal Pinang 15 Maret 12.04.32 WIB
- Bandar Lampung 6 Maret 12.10.16 WIB
Selanjutnya jadwal di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua
https://kamumovie28.com/movies/the-poet/
Roket SpaceX Starship Berhasil Mendarat, Tapi Langsung Meledak
Prototipe roket Starship milik SpaceX berhasil mendarat untuk pertama kalinya dalam uji terbang ketinggian di Texas, Amerika Serikat. Tapi hanya beberapa menit setelah mendarat roket tersebut langsung meledak di landasan.
Setelah sempat dibatalkan di menit-menit terakhir, SpaceX menguji coba prototipe roket Starship SN10 di fasilitasnya di Boca Chica, Texas pada hari Rabu (3/3) pukul 18.14 waktu setempat. Dalam uji coba kali ini, roket Starship berhasil mencapai ketinggian sekitar 10 km.
Setelah mencapai ketinggian tersebut, Starship mematikan ketiga mesin Raptor-nya satu persatu agar bisa jatuh bebas dan mengambil posisi horizontal dengan bagian 'perutnya' menghadap permukaan tanah.
Setelah itu roket memulai manuver 'belly flop' di mana tiga mesin tadi kembali dinyalakan untuk mengubah posisi roket menjadi vertikal untuk persiapan pendaratan.
Starship SN10 berhasil turun secara perlahan dan mendarat dengan mulus meski agak sedikit miring ke samping. Teknisi SpaceX John Insprucker yang memandu siaran langsung peluncuran ini menyatakan misi kali ini berjalan sukses.
"Tiga kali baru beruntung, seperti kata pepatah. Kami berhasil melakukan soft touchdown di landasan pendaratan," kata Insprucker seperti dikutip dari The Verge, Kamis (4/3/2021).
"Sebagai pengingat, poin penting dari uji terbang hari ini adalah mengumpulkan data tentang pengendalian kendaraan saat reentering, dan kami berhasil menyelesaikannya," sambungnya.
Tapi beberapa menit setelah Starship berhasil mendarat, roket setinggi 45 meter itu langsung meledak di dekat landasan peluncuran. Tidak diketahui penyebab ledakan ini karena siaran langsung dari SpaceX langsung terputus sebelum ledakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar