Indonesia pada hari Senin (8/3/2021), menerima 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca. Vaksin ini rencananya akan jadi vaksin COVID-19 kedua yang digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia.
Vaksin COVID-19 AstraZeneca diketahui dikembangkan dengan metode yang berbeda dari vaksin COVID-19 Sinovac. Vaksin AstraZeneca tidak mengandung virus SARS-COV-2 yang dimatikan, melainkan virus lain yang dimodifikasi untuk memicu respons imun (viral vector).
Dikutip dari BBC, AstraZeneca bersama Oxford University mengembangkan vaksin COVID-19 dengan memanfaatkan adenovirus dari simpanse. Virus ini menyebabkan pilek ringan dan tidak berbahaya bagi manusia.
"Pada vaksin viral vector, virus yang tidak berbahaya ini akan masuk ke dalam sel di tubuh kita lalu mengirim instruksi pembuatan sebagian kecil virus penyebab COVID-19. Bagian tersebut merupakan protein mirip paku (spike protein) yang ditemukan pada permukaan virus COVID-19," tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
"Sel kemudian menampilkan protein ini, lalu sistem imun kita mengenalinya sebagai benda asing. Ini akan memicu sistem imun menghasilkan antibodi dan sel-sel imun lainnya untuk melawan apa yang dianggap sebagai infeksi," lanjut CDC seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (8/3/2021).
Adenovirus dijelaskan tidak akan membuat seseorang terinfeksi oleh COVID-19. Virus juga tidak akan mengubah DNA (deoxyribonucleic acid) seseorang.
Teknologi yang sama diterapkan juga saat peneliti dunia mengembangkan vaksin untuk wabah Ebola.
https://nonton08.com/movies/family-reconstruction/
Kiriman dari COVAX, Vaksin Corona AstraZeneca Asal Inggris Tiba di Indonesia
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca tiba sore ini di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Kedatangan vaksin asal Inggris ini merupakan skema kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility.
"Hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama 1.113.600 vaksin jadi dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (8/3/2021).
Menurut Menlu Retno, pengiriman kali ini merupakan bagian awal dari batch pertama yang totalnya 11.704.800 vaksin jadi. Pengiriman untuk batch pertama akan dilakukan secara bertahap hingga Mei 2021.
Vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca bekerja sama dengan Oxford University mendapatkan emergency use listing (EUL) dari organisasi kesehatan dunia WHO pada Februari 2021. Dalam uji klinis, vaksin ini dinyatakan aman untuk diberikan pada lansia.
Efektivitas berdasarkan analisis interim uji klinis mencapai 70,4 persen. Salah satu kelebihan vaksin AstraZeneca yang mengusung platform vektor adenovirus ini adalah penyimpanan yang lebih fleksibel karena bertahan pada suhu lemari pendingin pada umumnya yakni 2-7 derajat celcius.
Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity? Ini Perhitungan Menkes RI
Kekebalan masyarakat atau herd immunity baru bisa terbentuk jika sudah 70 persen populasi Indonesia disuntik vaksin COVID-19. Maka itu, kecepatan proses vaksinasi disebut berperan besar menentukan terbentuknya herd immunity.
"Memang diharapkan, kita akan bisa mengejar 70 persen dari populasi, kita harapkan. Itu tergantung ketersediaan vaksin yang sampai saat ini masih baru bisa dipenuhi sampai Maret 2022," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Senin (8/3/2021).
Penentuan kelompok masyarakat dalam vaksinasi tahap 1 dan 2 tidak terlepas dari tujuan pembentukan herd immunity. Mengingat, tahap 1 vaksinasi COVID-19 yang berlangsung sejak 13 Januari menyasar SDM Kesehatan dengan pertimbangan, kelompok ini memiliki risiko tertular dan menularkan COVID-19 paling tinggi akibat interaksi langsung dengan pasien.
Sedangkan tahap 2 yang berlangsung sejak 17 Februari 2021 menyasar petugas layanan publik dan lansia. Dengan pertimbangan, kelompok ini memiliki mobilitas dan interaksi tatap muka yang sering, atau risiko kematian yang tinggi akibat COVID-19.
Kini, vaksinasi mandiri Gotong Royong juga dilaksanakan dengan sasaran pekerja, karyawan, dan keluarga terkait. Dengan harapan, pembentukan herd immunity bisa dipercepat hingga 2021.
"Kita sekarang melakukan vaksinasi mekanisme baru gotong royong. Kalau itu, bisa dipercepat vaksin gratis, kita bisa kurangi porsi yang harus di-deliver di awal 2022 sehingga bisa tercapai lebih cepat di 2021," imbuh Menkes.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar