Jumat, 06 Maret 2020

Saat Air Terjun Niagara Membeku

 Awal tahun ini, Air Terjun Niagara di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada tampil beda. Air terjun yang ikonik itu tampak membeku. Cantik!

Traveler yang berkunjung ke Air Terjun Niagara di penghujung Januari ini menikmati pemandangan yang berbeda. Sebagian air terjun ini tampak membeku, menjadikan pemandangannya makin menakjubkan, bagaikan masuk dalam dunia film 'Frozen'.

Dilihat detikTravel dari Reuters, Kamis (24/1/2019), Air Terjun Niagara membeku sebagai akibat dari suhu musim dingin yang ekstrem di bawah nol derajat Celsius. Biasanya hal ini memang terjadi setiap awal tahun.

Berbagai sisi aliran airnya terlihat membeku. Es pun ikut mengalir di sungai di bawah air terjun. Kawasan Air Terjun Niagara, termasuk pepohonan yang tumbuh di sekitarnya, kini bernuansa putih seiring dengan adanya es dan salju yang melapisinya.

Wisatawan yang berkunjung semakin terpukau dengan keindahan air terjun ini. Walau udara begitu dingin, tetap banyak wisatawan yang datang menikmati pemandangan Niagara. Baik dari spot wisata yang masuk wilayah Kanada maupun AS.

Traveler yang datang pada Selasa (22/1) kemarin, mengenakan jaket musim dingin yang tebal lengkap dengan sarung dan sepatu yang menghangatkan. Selain menyaksikan panorama yang memesona, tak lupa mereka juga foto-foto.

Banyak yang asyik hunting foto berbagai sisi air terjun yang membeku. Ada pula yang asyik selfie bersama temannya sembari menahan dingin.

Dikutip dari CNN, cuaca dingin yang menusuk tulang di Niagara dan daerah sekitarnya diperkirakan masih akan berlangsung hingga 2 minggu ke depan. Buat wisatawan yang ingin berkunjung, tentunya harus siap menghalau dingin dengan pakaian musim dingin yang lengkap.

KLHK Ajak Gubernur NTT dan Kemenpar Mediasi Terkait TN Komodo

Polemik wacana penutupan TN Komodo setahun oleh Gubernur NTT menyeret banyak pihak. KLHK pun memanggil Gubernur NTT dan Kemenpar untuk mediasi.

Bicara TN Komodo, tak hanya soal reptil langka Komodo mau pun pihak Pemprov NTT. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) selaku pemegang kewenangan taman nasional di Indonesia serta Kemenpar juga turut serta.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berkeinginan untuk menutup TN Komodo selama setahun untuk 'menyelamatkan' Komodo. Hal itu pun menimbulkan pro kontra.

Sebelum ada aksi lebih jauh, pihak KLHK pun berkeinginan untuk mengajak semua stakeholder terkait untuk mencari titik temu terkait TN Komodo dalam waktu dekat. Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk memberi kejelasan bagi para wisatawan, khususnya wisman.

"Selama ini kan pengunjung ke taman nasional dari mancanegara itu 3-4 bulan lalu udah ada persiapan travelingnya, agency-agencynya juga tuh. Kita kan ingin dari KemenLHK mau ketemu Gubernur NTT, Pemerintah Daerah, Kemenpar dan lain-lain bagaimana ini solusinya," pungkas Kabiro Humas KLHK, Djati Witjaksono, saat dihubungi detikTravel, Rabu (23/1/2019).

Diwakili oleh Dirjen KSDAE, pihak KemenLHK juga paham akan target wisatawan yang dimiliki pemerintah serta kebutuhan dari pihak pemprov. Hanya saja, butuh pembicaraan lebih lanjut dengan semua pihak.

"Pak Dirjen KSDAE akan memanggil pemerintah daerah dan kordinasi dengan Kemenpar dan Kemendagri kayaknya dan berkonsultasi bagaimana terbaik. Kan pemerintah punya target pengunjung komodo sekian setahun, sekarang udah berapa," ujar Djati.

Rencananya pertemuan antar stakeholder tersebut akan dilakukan dalam minggu ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar