Polemik wacana penutupan TN Komodo setahun oleh Gubernur NTT menyeret banyak pihak. KLHK pun memanggil Gubernur NTT dan Kemenpar untuk mediasi.
Bicara TN Komodo, tak hanya soal reptil langka Komodo mau pun pihak Pemprov NTT. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) selaku pemegang kewenangan taman nasional di Indonesia serta Kemenpar juga turut serta.
Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berkeinginan untuk menutup TN Komodo selama setahun untuk 'menyelamatkan' Komodo. Hal itu pun menimbulkan pro kontra.
Sebelum ada aksi lebih jauh, pihak KLHK pun berkeinginan untuk mengajak semua stakeholder terkait untuk mencari titik temu terkait TN Komodo dalam waktu dekat. Pertemuan itu juga dimaksudkan untuk memberi kejelasan bagi para wisatawan, khususnya wisman.
"Selama ini kan pengunjung ke taman nasional dari mancanegara itu 3-4 bulan lalu udah ada persiapan travelingnya, agency-agencynya juga tuh. Kita kan ingin dari KemenLHK mau ketemu Gubernur NTT, Pemerintah Daerah, Kemenpar dan lain-lain bagaimana ini solusinya," pungkas Kabiro Humas KLHK, Djati Witjaksono, saat dihubungi detikTravel, Rabu (23/1/2019).
Diwakili oleh Dirjen KSDAE, pihak KemenLHK juga paham akan target wisatawan yang dimiliki pemerintah serta kebutuhan dari pihak pemprov. Hanya saja, butuh pembicaraan lebih lanjut dengan semua pihak.
"Pak Dirjen KSDAE akan memanggil pemerintah daerah dan kordinasi dengan Kemenpar dan Kemendagri kayaknya dan berkonsultasi bagaimana terbaik. Kan pemerintah punya target pengunjung komodo sekian setahun, sekarang udah berapa," ujar Djati.
Rencananya pertemuan antar stakeholder tersebut akan dilakukan dalam minggu ini.
Mabuk Berat, Pria Ini Ancam Bajak Pesawat di Udara
Akibat berada di bawah pengaruh minuman keras, penumpang pesawat ini bertindak di luar batas. Di atas pesawat, ia mengancam dan mencoba membajak kokpit.
Dilansir detikTravel dari AFP, Rabu (23/1/2019), seorang pria yang identitasnya dirahasiakan membuat ulah di atas pesawat maskapai Rusia Aerofloat dengan rute Surgut - Moskow pada hari Selasa kemarin (22/1).
"Pria itu mengancam kalau membawa senjata, mencoba masuk ke dalam kokpit saat penerbangan dan memaksa untuk mengganti rute pesawat," ujar penyelidik dalam sebuah pernyataan resmi.
Mendapati aksi penumpang pria tersebut, pihak pilot maskapai pun segera melakukan tindakan tegas dengan mendaratkan pesawat secara darurat di Khanty-Mansiysk yang berjarak sekitar 2.600 Km dari Moskow.
Setibanya di Khanty-Mansiysk, penumpang pria itu pun segera diamankan oleh sejumlah petugas bersenjata lengkap. Pilot pun juga mengucapkan terima kasih pada para penumpang yang tetap berusaha tenang saat kejadian tersebut.
Pihak maskapai Aeroflot pun berujar, kalau kejadian tersebut sama sekali tidak memakan korban. Para penumpang yang tertahan di Khanty-Mansiysk pun segera diterbangkan kembali ke Moskow dengan pesawat lain.
"Kejadian itu tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Semua penerbangan sesuai jadwal," ujar pihak maskapai Aeroflot dalam pernyataan resminya.
Ada-ada saja ulah penumpang pesawat kalau sedang mabuk...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar