Rabu, 10 Maret 2021

Sudah Ada 6 Kasus Corona B117, Ini Langkah Satgas COVID-19 RI

  Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkap upaya pemerintah untuk meminimalisir penularan varian baru virus Corona COVID-19.

Prof Wiku menyebut, pada prinsipnya pencegahan masuknya transmisi lintas negara ataupun mutasi virus COVID-19 ini terus ditingkatkan melalui proses skrining yang ketat.


Selain itu, sesuai dengan SE nomor 18 tahun 2021, WNI yang masuk ke Indonesia wajib melakukan karantina meski telah menunjukkan hasil negatif Corona.


"Langkah ini dilakukan untuk memastikan virus COVID-19 seperti B117 tidak menyebar di Indonesia, selain itu tracing terus dilakukan di masyarakat yang memiliki kontak erat dengan mereka terjangkit COVID-19 B117," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers Selasa (9/3/2021).


Sebagai informasi tambahan, berdasarkan hasil laporan whole genome sequencing (WGS) oleh pemerintah per 7 Maret 2021, diketahui sebanyak 539 sekuensi genetik yang terkumpul, dan 515 diantaranya merupakan pelacakan sequencing yang lengkap.


Selain itu, Prof Wiku juga menyebut vaksin COVID-19 digunakan di Indonesia masih efektif dalam menghadapi varian B117 sehingga masih dapat digunakan dalam program vaksinasi nasional.

https://cinemamovie28.com/movies/family-reconstruction/


Hampir 2 Bulan, Kenapa Baru 3 Juta Orang Disuntik? Ini Kata Satgas COVID-19


 Saat kini, vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih berada di tahap 2 menyasar petugas layanan publik dan lansia. Tahap ini melanjutkan tahap 1 untuk tenaga kesehatan (nakes) yang pula masih berlangsung hingga kini.


Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan, proses vaksinasi ini tidak terlepas dari kendala keterbatasan fasilitas kesehatan. Hal itulah yang menyebabkan jumlah penyuntikan vaksin setiap harinya terbatas.


"Sejauh ini, beberapa kendala yang dihadapi pemerintah di antaranya terbatasnya jumlah fasilitas kesehatan dan belum sempurnanya sistem informasi data yang dibutuhkan untuk vaksinasi. Alur komunikasi yang dibutuhkan oleh masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers virtual oleh BNPB Indonesia, Selasa (9/3/2021).


Hingga laporan terakhir pada Senin (8/3/2021) pukul 14.00 WIB, jumlah penerima vaksin COVID-19 di Indonesia tercatat sebanyak 3.098.025 orang, atau setara 7,68 persen dari total target penerima vaksin di tahap 2.


Sementara total target penerima vaksin di Indonesia, tercatat sebanyak 181.554.465 orang.


"Pemerintah terus mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi sebagai input yang berarti untuk memperbaiki program ke depannya," pungkas Prof Wiku.


Soal Vaksin Palsu di Pasar Gelap, Satgas COVID-19 Pastikan Tak Ada di Indonesia


Dunia digegerkan dengan ditemukannya sindikat pemalsuan vaksin COVID-19 yang terjaring di China dan Afrika Selatan di pasar gelap. Hal ini membuat tak sedikit pihak panik atas keaslian vaksin yang tersedia.

Tak hanya itu, baru-baru ini Kaspersky, perusahaan global cyber security, memeriksa 15 pasar berbeda di pasar gelap di internet dan menemukan iklan untuk tiga vaksin COVID utama, yaitu: Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Terdapat juga penjual yang mengiklankan vaksin "COVID19" yang tidak terverifikasi.


Menanggapi, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya sindikat pemalsuan vaksin di Indonesia.


"Hingga saat ini belum ditemukan adanya sindikat pemalsuan vaksin COVID-19 di Indonesia," katanya dalam konferensi pers BNPB, Selasa (9/3/2021).


Pengadaan vaksin di Indonesia dilakukan dengan skema Government to Government (G2G) yang bisa meminimalisir risiko pemalsuan vaksin. Ia juga memastikan seluruh vaksin Corona yang tersedia di Indonesia terjamin keasliannya


"Penting untuk diketahui, vaksin yang akan digunakan di Indonesia harus memiliki emergency use authorization dari BPOM serta sertifikasi halal dari MUI," bebernya.

https://cinemamovie28.com/movies/sabyan-menjemput-mimpi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar