Senin, 08 Maret 2021

Berapa Lama Sih Durasi Bercinta yang Ideal? Ini Kata Ahli

  Memiliki hubungan seksual yang sehat dapat ditandai dengan keduanya saling merasa terpuaskan oleh satu sama lain. Untuk mencapai kepuasan tersebut banyak yang perlu diperhitungkan termasuk durasi bercinta.

Sebenarnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi pasangan untuk mencapai kepuasan tersebut?


Durasi seks atau bercinta sebenarnya bervariasi, bergantung pada preferensi dan banyak faktor lainnya.


Pada laman Medical News Today disebutkan, tidak ada waktu yang pasti berapa lama seks harus berlangsung.


Hasil tinjauan medis oleh Janet Brito, Ph. D., LCSW, CST yang menyoal berapa lama seks dapat berlangsung, di sana disebutkan salah satu faktor penentu durasi bercinta adalah prefensi bercinta bagi pasangan itu sendiri.


Artinya bagaimana kedua belah pihak mengartikan hubungan seksual merupakan aktivitas apa.


Beberapa orang mungkin menganggap hubungan seksual hanya melakukan penetrasi, sedangkan yang lain merasa seks perlu dibuka dengan foreplay dan ditutup dengan orgasme yang dialami oleh keduanya.


Dalam hubungan yang melibatkan pasangan heteroksesual yaitu, bertemunya penis dan vagina. Hasil penelitian menemukan, durasi bercinta berkisar dari 33 detik hingga 44 menit, dengan sesi rata-rata berlangsung 5,4 menit.


Hasil itu disebutkan pada penelitian Waldiner dan kawan-kawan, yang menghitung durasi bercinta dari tercapainya ejakulasi pria.


Sedangkan penelitian lain, yang dilakukan terapis seks di Amerika Serikat mengatakan, durasi bercinta yang dilakukan di bawah 3 menit membutuhkan perhatian klinis, 3-7 menit 'cukup', 7-13 menit 'diinginkan', sedangkan 10-30 menit 'terlalu lama'.


Namun, penelitian di atas berpusat pada kepuasan pria, yang ditandai dengan terjadinya ejakulasi atau pelepasan sperma.


Sedangkan hasil penelitian yang ditemuka tahun 2020 oleh Gajanan S. Bhat MCh menyoal orgasme perempuan mengungkap, rata-rata durasi yang diperluka oleh perempuan adalah lebih dari 13 menit.

https://indomovie28.net/movies/circle-of-atonement/


4 Fakta Anal Swab yang Digunakan China untuk Deteksi Corona


Pemerintah Jepang telah meminta China untuk berhenti melakukan metode anal swab pada warga Jepang saat mereka memasuki negara tersebut.

Para pejabat mengatakan beberapa warga Jepang mengeluh bahwa prosedur ini menyebabkan mereka tertekan psikologis.


Dikutip dari laman BBC, pada Januari lalu China mulai melakukan tes anal swab. Pada Minggu lalu, mereka telah membantah telah mewajibkan diplomat Amerika Selatan (AS) menjalani tes semacam itu setelah media Amerika melaporkan ada sejumlah warga yang mengeluh prosedur tersebut.


Metode anal swab ini sendiri untuk mendeteksi COVID-19. Para dokter di Beijing You'an Hospital, China, menyebut metode ini lebih akurat daripada swab nasofaring atau hidung dan pangkal tenggorokan.


Anal swab untuk mendeteksi COVID-19 didasari oleh temuan bahwa virus COVID-19 bertahan lebih lama di saluran pencernaan dibanding di saluran napas. Karenanya, kemungkinan false positive diyakini lebih kecil dengan swab anal.


Apa saja sih yang perlu diketahui terkait anal swab yang dipakai China untuk mendeteksi Corona? Berikut beberapa faktanya.


1. Bisakah anal swab mendeteksi virus COVID-19?

Berdasarkan penelitian, jejak virus COVID-19 dapat bertahan lebih lama di anus dibanding dengan saluran pernapasan.


Dikutip dari India Today, Zhang Wenhong seorang dokter dari Rumah Sakit Huashan di Shanghai yang mengatakan swab anal ini bisa membantu meminimalkan risiko kambuh setelah pemulihan.


Pada tahun lalu, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Future Microbiology, sekelompok peneliti dari China menemukan bahwa beberapa pasien COVID-19 mengalami infeksi virus usus yang aktif dan berkepanjangan. Bahkan ketika mereka tidak menunjukkan gejala gastrointestinal.


"Menariknya, deteksi SARS-CoV-2 positif pada usap anal dua pasien dan negatif pada sampel usap tenggorokan dan dahak," tulis mereka.

https://indomovie28.net/movies/a-kind-affair/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar