Bagi para wanita yang tengah menanti kehamilan, munculnya bercak darah sering kali membuat kecewa. Padahal, hal tersebut bisa saja salah satu tanda kehamilan, lho.
Keluarnya darah dari vagina merupakan salah satu fase awal kehamilan. Kondisi tersebut dinamakan pendarahan implantasi, yakni pendarahan ringan yang terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel ke rahim.
Bercak darah yang biasanya muncul pada masa awal kehamilan ini umumnya berwarna coklat atau merah muda. Selain itu, keluarnya darah di fase awal kehamilan ini tidak akan menimbulkan rasa sakit yang menyiksa seperti pada saat menstruasi. Hal inilah yang membedakan pendarahan implantasi dengan menstruasi.
Waktu terjadinya pendarahan implantasi dapat berbeda pada setiap wanita. Tetapi, umumnya pendarahan ini terjadi sekitar sembilan hari setelah terjadi pembuahan di dalam rahim. Namun, ada pula yang mengalaminya satu hingga dua minggu pasca pembuahan. Terdapat banyak kasus wanita yang mengalami pendarahan implantasi sebelum siklus menstruasinya.
Tahapan pendarahan implantasi ini terjadi usai sel telur dibuahi oleh sperma, di mana pembagian sel terjadi sampai telur yang dibuahi menjadi blastocyst, yakni embrio yang berusia sekitar enam hari. Blastocyst kemudian akan melakukan perjalanan selama satu hari untuk menuju rahim, akhirnya hal inilah yang menyebabkan terjadinya pendarahan implantasi.
Dikutip dari laman Firstcry Parenting, terdapat tiga tahap perjalanan embrio hingga terjadi kehamilan, yaitu:
Adplantation, yakni ketika embrio berusia sekitar satu minggu, lalu menempelkan dirinya ke dinding rahim
Adhesi, yaitu embrio yang mulai menembus dinding rahim untuk mengencangkan dirinya dengan aman
Invasi, yaitu fase akhir di mana embrio mulai menanamkan dirinya pada dinding rahim.
Perlu diketahui bahwa tidak semua wanita mengalami tanda kehamilan seperti pendarahan implantasi ini. Oleh sebab itu, bagi wanita yang tidak merasakannya, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tes kehamilan.
Selain pendarahan, apa saja tanda dan tanda-tanda kehamilan lainnya?
KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA
https://nonton08.com/movies/we/
Peringatan untuk Para Suami, Variasi Bercinta Seperti Ini Bisa Celakai Mr P
Tak hanya wanita, ternyata pria juga sering kali merasakan sakit saat bercinta, lho. Hal ini disebabkan pemilihan posisi pada saat berhubungan intim yang dapat melukai penis pria.
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Advances of Urology, para ahli menemukan bahwa ternyata terdapat posisi bercinta yang berisiko melukai penis. Lalu, apa saja, sih, posisi yang bisa melukai Mr P pria saat bercinta?
Dikutip dari laman Shape, berikut dua posisi berhubungan intim yang paling berisiko bagi pria menurut penelitian.
1. Woman on top
Studi tersebut menemukan bahwa sebanyak 50 persen akibat dari lukanya penis pria adalah karena posisi woman on top saat berhubungan intim. Pasalnya, posisi woman on top memberikan kebebasan pada wanita untuk mengontrol gerakan selama bercinta. Selain itu, penis yang sedang ereksi harus menopang berat tubuh wanita, yang di mana jika hal ini dilakukan dengan tidak berhati-hati, justru dapat melukai penis.
Di sisi lain, posisi ini masih bisa dipilih oleh para pasangan untuk berhubungan intim, tetapi dengan sedikit modifikasi, yaitu dengan cara wanita dapat menopang berat badannya sendiri dengan lututnya dan tidak langsung pada penis. Posisi sedikit berlutut ini justru akan membuat wanita menjadi mudah orgasme karena penis pria akan lebih mudah menstimulasi clitoris.
2. Doggy style
Selain posisi woman on top, variasi bercinta yang kerap dipilih oleh kebanyakan pasangan, yakni doggy style, ternyata juga berisiko bagi pria, lho. Menurut studi lainnya, doggy style merupakan penyebab pria mengalami luka pada penisnya dengan persentase sebesar 28,6 persen.
Namun, para pria tak perlu khawatir. Hal ini bukan berarti kamu tidak bisa memilih posisi ini lagi saat bercinta. Pasalnya, doggy style memang merupakan salah satu posisi yang paling disukai oleh pria karena pria memiliki kontrol selama sesi bercinta.
Sementara itu, kamu masih bisa, lho, memilih posisi ini dan tetap merasakan kenikmatan bercinta tanpa merasakan nyeri pada penis. Caranya adalah dengan mengubah teknik yang digunakan, salah satunya dengan memperlambat dorongannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar