Jembatan Musi IV di Palembang baru dibuka awal Januari lalu. Ini tak kalah indah dengan Jembatan Ampera dan tentunya menjadi destinasi baru buat wisatawan.
Soft launching Jembatan Musi IV berlangsung pada Selasa (8/1). Jembatan dibangun sepanjang sekitar 1.300 meter lebih, menghubungkan kawasan Ulu dan Ilir Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Sejak dibuka, Jembatan Musi IV menjadi destinasi baru bagi warga dan wisatawan. Banyak yang datang kemari untuk menikmati pemandangan sore sekaligus menanti sunset. Selepas hari gelap, jembatan juga masih dikunjungi wisatawan buat nongkrong bareng teman-temannya.
detikTravel berkunjung ke jembatan baru ini pekan lalu. Malam itu waktu mendekati pukul 22.00 WIB, angin tidak begitu kencang. Lalu lintas pun tidak begitu ramai, dengan mobil dan motor yang bebas melaju di sini.
Jembatan yang dengan tiang tinggi menjulang tampak cantik dengan sinar lampu yang berganti-ganti warna. Sesekali merah, terkadang muncul pula nuansa kebiruan. Sementara sisi kanan kiri jembatan terdapat area trotoar untuk pejalan kaki yang dicat merah.
Di sanalah wisatawan asyik menikmati malam. Kebanyakan yang nongkrong malam itu adalah anak-anak muda. Ada yang duduk-duduk sambil ngobrol bareng teman, ada pula yang asyik foto-foto, saling bergantian memotret temannya. Kalau mau selfie di sini juga bagus lho.
Selain menikmati pemandangan lalu lintas sekitar jembatan, dari atas sini terlihat kawasan tepi Sungai Musi. Di kejauhan pun terlihat Jembatan Ampera, dengan hiasan lampunya yang berwarna merah.
Waspada! Gunung Rinjani Diguyur Hujan Deras dan Angin Berjam-jam
Hujan deras disertai angin kencang mendera kawasan kaki Gunung Rinjani, Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak Sabtu (26/1). Keadaan ini berlangsung berjam-jam.
Rosidin, warga Sembalun Lawang, mengatakan warga memilih berlindung di dalam rumah masing-masing, seperti dilansir Antara, Senin (28/1/2019). Tak ada yang keluar rumah selama hujan dan angin kencang.
"Seharian terus dilanda hujan deras dan angin kencang, paling jeda 20 menit kemudian hujan deras dan angin kencang lagi, yang bisa sampai lima jam-an," katanya saat dihubungi Antara dari Mataram.
Warga Sembalun di Gunung Rinjani sudah biasa menghadapi cuaca demikian pada awal tahun. "Kalau tidak akhir Januari, awal Februari," katanya.
Ia menuturkan biasanya hujan deras disertai angin kencang terjadi selama beberapa hari sampai sepekan berturut-turut. Warga meyakini kalau hujan deras tidak berhenti turun tiga hari tiga malam, maka kondisi yang demikian akan berlangsung tujuh hari tujuh malam dan kalau setelah tujuh hari tidak berhenti juga maka akan berlangsung sampai sembilan hari sembilan malam.
"Itu sudah menjadi hitungan penanggalan bagi warga daerah kami, yang berdasarkan cerita dari para orang tua dahulu," katanya.
Berdasarkan perkiraan itu, menurut dia, warga biasanya sudah mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem. "Seperti menyiapkan logistik selama tidak beraktivitas di luar rumah," katanya.
Namun dia khawatir banjir bandang datang kalau hujan tak juga berhenti. Sementara wilayah Mataram dan sekitarnya sampai sekarang hanya sesekali menghadapi hujan deras yang disertai angin kencang.
Wali Kota Mataram Ahyar Abduh mengimbau warga mewaspadai cuaca ekstrem menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena, potensi terjadinya selama satu pekan mulai dari tanggal 23 sampai 29 Januari 2019.
"Diimbau kepada seluruh masyarakat Kota Mataram agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, jalanan licin, dan gelombang tinggi untuk penyeberangan," katanya.
BMKG memprakirakan sebagian wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat, sepanjang 23-29 Januari 2019 berpeluang menghadapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Hujan dimulai pada pagi hingga malam hari.
Selama kurun itu, menurut BMKG, warga wilayah pesisir pantai mesti mewaspadai gelombang. Karena tingginya antara empat hingga enam meter.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar