Rabu, 04 Maret 2020

Kawanan Sapi Tersapu Banjir ke Pantai Penuh Buaya di Australia

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kawanan sapi di Australia terbawa banjir hingga ke pantai. Sayang, pantai ini dihuni oleh buaya muara yang ganas.

Kawanan sapi di Queensland, Australia tak luput jadi korban meluapnya Sungai Daintree. Mereka tersapu sampai ke kawasan Pantai Wonga di sebelah utara Kota Cairns. Meski selamat, ternyata pantai ini dikenal di kalangan wisatawan sebagai rumah bagi kawanan buaya.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Senin (28/1/2019), banjir di Daintree merupakan yang terparah selama 118 tahun terakhir. Tinggi permukaan airnya bahkan mencapai 12,6 meter.

Puluhan orang, bahkan kawanan hewan ternak juga jadi korban. Kawanan sapi harus bertahan hidup dengan cara berenang semalaman sebelum sapuan banjir membawa mereka sampai ke pesisir pantai.

Beberapa ekor sapi selamat, tapi yang lain tidak. Bangkai mereka pun teronggok begitu saja di kawasan pantai.

Untuk sapi-sapi yang masih hidup, warga menyerukan untuk mengevakuasi mereka karena ditakutkan mereka akan jadi mangsa empuk bagi kawanan buaya yang tinggal di sekitar pantai.

"Mereka (sapi-sapi) terlihat capek setelah berenang semalaman. Di pantai saya lihat ada 2 sapi mati. Saya khawatir buaya-buaya akan ke pantai untuk memangsa mereka," ujar Bec Water, salah seorang warga lokal seperti ditulis media Daily News Australia.

Saat ini petugas dan awarga masih melakukan proses evakuasi. Kondisi Sungai Daintree pun sudah mulai berangsur surut dari banjir.

Pemprov Sulut Ingin Realisasikan Penerbangan Langsung Manado-Xian

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, mengupayakan direalisasikannya rute penerbangan langsung antara Manado dengan Xian di China. Ini sejalan dengan rencana Pemprov Sulut menggenjot angka kunjungan wisatawan asing di 2019 sebesar 150.000 wisman.

Tahun lalu, tercatat kunjungan wisman ke Sulawesi Utara sebanyak 124.830 orang atau melampaui target yang ditetapkan sebanyak 115.826 wisman. Untuk memenuhi target tersebut, mulai 22 Februari 2019, jumlah flight penerbangan dari Manado ke China menjadi 13 kali setiap minggu.

Kemudian Manado ke Guangzhou, Shanghai, Changsha dan Tianjin masing-masing tiga flight setiap minggu. Selain itu, Olly juga berhasil merintis rute terbaru yaitu Manado-Xian sebanyak satu flight per minggu.

Tak tanggung-tanggung rute Manado ke kota-kota di China berhasil mengantarkan sebanyak 107.075 turis China untuk berlibur ke Sulut di tahun 2018 atau mencapai 83,78 persen dari total kunjungan seluruh wisman. Tentunya jumlah ini bakal bertambah setelah dibukanya rute baru Manado-Xian.

Rute penerbangan yang membawa para wisman ini menjadikan sektor pariwisata tetap menjadi andalan Pemprov Sulut sebagai penggerak ekonomi daerah. Dikatakannya, membuka penerbangan langsung ke China terbukti melancarkan arus masuk wisman ke Sulut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mengunjungi Sulut belum lama ini, ikut mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sulut mendatangkan lebih dari 100.000 wisman pada tahun 2018.

"Pertumbuhan wisman Sulut termasuk yang tertinggi di Indonesia. Target Pak Olly sebanyak 100 ribu Wisman sudah terlampaui. Untuk tahun 2019, saya yakin target 150 ribu Wisman ke Sulut bisa dicapai," kata Arief.

Sementara itu, Direktur MM Travel yang menjadi salah satu operator travel bagi wisman asal China, Budiharto Bong mengatakan, dibukanya rute penerbangan baru Manado-XiAn mendorong pihaknya semakin fokus menggarap turis China sekaligus mendukung program pemerintah daerah di sektor pariwisata.

"MM Travel siap melayani seluruh wisman yang berlibur di Sulawesi Utara sekaligus mendukung upaya Pak Gubernur Olly memajukan pariwisata," ucap Budiharto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar