Senin, 23 Desember 2019

Mengenal Sejarah Lengkap Myanmar di Museum Ini (2)

Kita naik ke lantai 1, bisa melalui tangga atau lift diruang pertama yang kita masuki bernama Ruang Regalia Bangsawan. Sesuai namanya, di sini pengunjung dapat melihat benda-beda milik keluarga bangsawan. Benda-beda tersebut seluruhnya terbuat dari emas kualitas tinggi dan dipercantik permata serta batu berharga lainnya. Benda-benda tersebut digunakan para bangasawan dalam upacara-upacara khusus yang diadakan raja dan ratu saat menerima persembahan dari bawahan meraka 3 kali dalam setahun.

Selesai dari ruangan ini kita beralih ke ruang pamer zaman sejarah Myanmar. Di sini Batu dolomite, terracotta, kopi, lukisan mural di dinding fot-foto ekskavasi, lukisan pagoda-pagoda di bagan, tulisan di atas batu dari abad 10-13 M dan barang-barang dari zaman pinyu hingga konbaung dipamerkan di sini. Ruang zaman prasejarah Myanmar juga menarik dikunjungi. Di sini benda- berusia lebih dari 10 ribu tahun yang ditemukan di Gua Padalin saat penggalian arkeologi, benda dari jaman perunggu, serta benda- benda dari periode piyu abad ke 5 -9 M benda-benda tersebut seperti paku besi dari srikhsetra abad 5 SM-1 M, kapak besi dari hanlin abda 5 SM -9 M.

Disamping ruangan ini terdapat Ruang Pamer Sejarah Alam Fosil primata yang telah membatu dan berusia 40 juta tahun,fosil-fosil hewan bertulang belakang (vertebrata) dan hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) baik yang hidup di laut maupun di darat, untuk tumbuhan ada fosil biji-biji dan akar pohon dari seluruh penjuru Myanmar.

Kita naik ke lantai dua di sini mari kita ke ruang pamer benda-benda yang bisa kita saksikan kipas yang terbuat dari bulu burung merak, lukisan yang menggambarkan pekerjaan yang dikerjakan rakyat Myanmar seperti pandai besi, pandai emas dan perak, pandai tembaga, ahli ukir kayu maupun gading, pematung, replica kereta yang ditarik kerbau, miniature stupa dibuat dari cangkang kelapa dan ruangan kaca dengan boneka-boneka maronett di dalamnya. Dari sini kita beralih ke ruang seni pertunjukkan benda-benda yang dipamerkan di sini adalah alat musik dari berbagai suku seperti xylophone besi berbentuk pancaharupa (binatang mistis).

Selesai di lantai dua kita naik ke lantai tiga, ada 2 galeri berisi lukisan beberapa lukisan di antaranya lukisan Jenderal Maha Bandula dibuat oleh u ba lon (1894-1944). Keluarga Myanmar di masa lalu oleh Saya Myoh abad 19 M, air terjun oleh U Ba Nyan (1897-1945). Di galeri kedua lukisan yang ada upacara pengangkatan raja oleh U Saw Maung dan lukisan perhisan yang digunakan kaum wanita di zaman pyu, bagan, inwa dan yadanabon ,bergeser sedikit kita sampai di ruang pamer perhiasan masa lalu di sini kita bisa menyaksikan cincin emas bermaterai, kalung emas, cincin emas dengan dua sisi bergambar singa dengan wajah manusia.

Sekarang kita naik ke lantai terakhir lantai 4 ruang pertama kita masuki ruang lukisan Buddha beberapa d antaranya lukisan sang Buddha oleh U Ngwe Gaing (1901-1967), lukisan biara batu bata Ratu Me Nu Innwa abad 15 M. Ruang terakhir ruang pamer bagi kebudayaan suku-suku nasional Myanmar ruangan ini berisi boneka yang mengenakan pakaian suku masing-masing untuk alat musik berupa shan drum,kayin harp (nardain) dandrum perunggu, kayah flute, hiasan kepala yang dipakai wanita suku chin saat perayaan dan xylophone berbentuk buaya dari rakhine.

Alamat : jalan pyay 66/74 dagon township,yangoon

Tiket masuk : USD 2/orang atau 20 ribu kyat

Waktu buka : rabu-minggu jam 10.00-16.00 tutup hari senin,selasa dan libur nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar